Baju seragam

Baju Seragam Patroli Hutan untuk Nanga Betung

Baju seragam salah satu intrumen penting dalam patroli hutan. Sejak September 2021 lalu, tim patroli dari Desa Nanga Beetung tidak lagi mengenakan pakaian biasa, melainkan sudah berpakain seragam lengkap.

“Mereka tim patroli mengucapkan terima kasih telah memberikan perlengkapan patroli berupa baju seragam. Dengan baju seragam pastinya semakin semangat para tim patroli untuk melakukan patroli. Kalau sebelumnya belum berseragam dibandingkan sekarang sudah berseragam terasa lebih kompak,” kata Fasilitator Desa Nanga Betung dan Sri Wangi, PRCF Indonesia, Yayan Hisbullah S Hut, Rabu (13/10/2021).

Yayan selama ini aktif mendampingi tim patroli hutan khusus untuk Desa Nanga Betung dan Sri Wangi. Bukan sekadar mendampingi saja, melainkan mengajarkan bagaimana cara menanamkan semangat untuk melestarikan hutan. Hutan harus selalu dijaga dari segala kerusakan terutama oleh tangan manusia.

“Ke depan, setiap melakukan patroli, tentu semua anggota tim harus mengenakan baju seragam. Fungsinya jelas untuk kenyamanan serta keamanan badan dari segala sengatan serangga atau hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas alumni Fakultas Kehutanan Untan ini.

Bukan hanya baju seragam, seluruh anggota tim patroli juga mengenakan sepatu boot. Dengan sepatu boot ini, anggota tim patroli akan semakin nyaman saat melangkah dalam hutan. Banyak serangga, duri, ranting pohon, serta semak belukar yang harus dilalui. Dengan sepatu boot, hal demikian bisa dilalui tanpa khawatir kaki akan cedera.

“Kita juga membekali mereka dengan tas punggung atau ransel. Gunanya untuk membawa segala peralatan dan kebutuhan pribadi yang diperlukan selama patroli. Mereka juga dikasih topi seragam untuk melindungi kepala dari sengatan sinar matahari atau hal yang bisa membayakan kepala,” ungkap Yayan.

Program TFCA Kalimantan

Patroli hutan desa merupaan program penting dari LPHD Desa Nanga Betung dan Sri Wangi. Program ini difasilitasi PRCF Indonesia dengan dukungan TFCA Kalimantan Siklus5. Sejak awal tahun 2021 lalu, program ini mulai dijalankan.

Dengan adanya patroli hutan ini, warga di dua desa tersebut memiliki kewajiban untuk menjaga hutan desanya sendiri dari kewajiban. Tidak hanya menjaga, mereka juga wajib mendokumentasikan flora dan fauna yang ada di dalam hutan. Dengan demikian, hutan menjadi sangat penting bagi perkembangan desa sekarang maupun akan datang. (ros)