Banjir di kota putussibau

Cara Mencegah Banjir di Perhuluan Kalimantan Barat

Cara mencegah banjir memang tidak mudah, namun bisa dilakukan. Beberapa hari ini beberapa daerah di perhuluan Provinsi Kalimantan Barat dilanda banjir besar, di antaranya Kabupaten Kapuas Hulu dan Sintang. Banjir seperti itu bisa dicegah asal seluruh elemen baik pemerintah maupun masyarakat kompak untuk mencegahnya.

Curah hujan yang tinggi menjadi penyebab utama banjir di dua kabupaten tersebut. Di samping curah hujan tinggi, tidak dibarengi dengan daya serap air yang maksimal. Berikut ini beberapa cara untuk mencegah terjadinya banjir di perhuluan Kalimantan Barat.

  1. Penanaman Pohon (Reboisasi)

Banyak hutan di era tahun 80 dan 90-an yang ditebang untuk kebutuhan industri kayu. Kayu-kayu tersebut banyak diekspor ke luar negeri. Hutan saat itu dianggap sebagai komoditas sehingga terjadi exploitasi besar-besaran. Akibat penebangan hutan secara massif ini mengakibatkan daya serap air menjadi jauh berkurang. Begitu air hujan turun dalam intensitas tinggi, langsung menuju sungai dan menyebabkan air meluap secara cepat, lalu membanjir pemukiman.

Cepat lakukan penanaman pohon khususnya di lahan-lahan kritis. Upaya penanaman ini mesti dikampanyekan oleh pemerintah dan harus didukung oleh masyarakat. Pohon yang ditanam memberikan manfaat besar untuk daya serap air. Bukan hanya di lahan kritis, di sekitar pemukiman atau perumahan juga disarankan untuk ditanami pohon.

  1. Pengerukan Sungai

Pohon-pohon yang ditebang di hutan, membuat daya serap air berkurang. Akibatnya, tanah yang ada di hutan terbawa ke sungai dan menjadi lumpur. Banyak sungai menjadi dangkal. Hal ini mempercepat laju air menghantam kawasan pemukiman. Mau tidak mau, harus ada upaya untuk pengerukan sungai. Memang langkah ini berat dilakukan dan mahal, namun ini salah satu untuk mengatasi banjir.

Selain itu, selokan atau drainase juga harus dikeruk agar air cepat mengalir ke sungai. Pengerukan ini bisa dilakukan oleh masyarakat secara gotong royong. Pemerintah daerah juga bisa menggunakan APBD untuk pengerukan selokan atau drainase.

3.Hindari Membangun Rumah di Daerah Resapan Air

Banyaknya bangunan penduduk yang seharusnya menjadi resapan air juga menjadi penyebab banjir. Kondisi ini akan berpotensi menimbulkan aliran air yang besar dan kencang saat hujan deras tiba. Selain itu, banyaknya bangunan di daerah resapan ini juga akan mempercepat laju aliran air hujan dengan volume yang besar.

  1. Jangan Buang Sampah Sembarangan

Kampanye jangan buang sampah sembarangan sudah sering disuarakan. Faktanya, banyak masyarakat tidak hirau. Masih banyak sampah ditemukan di selokan dan drainase. Sampah tersebut bisa menghambat aliran air yang berpontensi menyebabkan banjir.

  1. Hentikan Penebangan Liar

Penebangan pohon di hutan memang masih terjadi. Banyak dilakukan secara ilegal. Upaya edukasi atau memberikan kesadaran masyarakat akan pentingnya hutan harus massif dilakukan. Selain itu, penegakkan hutan juga tegas. Siapapun yang melakukan illegal logging harus dihukum agar menimbulkan efek jera. (ros)