Cara persemaian yang sedang dipraktikkan oleh personel LPHD Lauk Bersatu

Cara Persemaian untuk Agroforestri

Cara persemaian untuk kegiatan agroforestri banyak belum diketahui publik. PRCF Indonesia telah memperkenalkan cara tersebut untuk warga Desa Nanga Lauk. Cara persemaian sangat penting untuk kegiatan agroforestri.

“Kita telah melakukan pelatihan persemaian tersebut. Kita mendatangkan tenaga ahli dari KPH yang ada di Kapuas Hulu. Bahkan, saat ini tanpa pendampingan lagi, mereka yang sudah kita latih bisa mandiri melakukan persemaian,” kata specialist program conservation PRCF Indonesia, Yadi Purwanto S Hut, Sabtu (2/5/2020).

Cara persemaian untuk bibit pohon terus dilakukan. Sebab, tahun 2020 program agroforestri akan dijalankan.  Dengan cara persemaian ini, LPHD bisa mendapatkan bibit pohon yang baik. 

Persemaian (nursery) adalah tempat atau areal untuk kegiatan memproses benih (atau bahan lain dari tanaman) menjadi bibit/semai yang siap ditanam. Dalam melakukan persemaian ada beberapa jenis persemaian yang mesti diperhatikan.

  1. Jenis persemaian sementara (Flyng nursery).

Jenis persemaian ini biasanya berukuran kecil dan terletak di dekat daerahyang akan di tanami. Persemaian sementara ini biasa nya berlangsung hanya untuk beberapa priode panen (bibit/semai) yaitu paling lama hanya untuk waktu lima tahun.

2.  Persemaian tetap.

Jenis persemaian ini biasanya berukuran (luasnya) besar dan lokasinya menetap di satu tempat, untuk melayani areal penanaman yang luas.

Keuntungan Persemaian Sementara

  1. Keadaan ekologi selalu mendekati keadaan yang sebenarnya.
  2.  Ongkos pengangkutan bibit murah.
  3. Kesuburan tanah tidak terlalu menjadi masalah karena persemaian berpindah  tempat setelah tanah menjadi miskin.
  4. Tenaga kerja sedikit sehingga mudah pengurusannya.

Kerugian Persemaian Sementara

  1. Ongkos Persemaian jatuhnya mahal karena tersebarnya pekerjaan dengan hasil yang sedikit.
  2. Keterampilan petugas sulit di tingkatkan, karena sering berganti petugas.
  3. Seringkali gagal karena kurangnya tenaga kerja yang terlatih
  4. Lokasi persemaian yang terpencar menyulitkan pengawasan.

Keuntungan Persemaian Tetap

  1. Kesuburan tanah dapat di pelihara dengan pemupukan
  2. Dapat dikerjakan secara mekanis bila di kehendaki
  3. Pengawasan dan pemeliharaan lebih efisien, dengan staf yang tetap dan terpilih.
  4. Perencanaan pekerjaan akan lebih teratur.
  5. Produktivitas semai/bibit tinggi, kualitas bibit lebih baik dan pertumbuhan nya lebih seragam.

Kerugian Persemaian Tetap

  1. Keadaan ekologi tidak selalu mendakati keadaan sebenarnya.
  2. Ongkos pengangkutan lebih mahal di bandingkan dengan jenis persemaian sementara.
  3. Membutuhkan biaya untuk investasi lebih tinggi di banding persemaian sementara.

Sarana Persemaian

  1. Bedeng tabur: tempat yang dibuat dan digunakan untuk mengecambahkan bibit yang berasal dari biji.
  2. Bedeng sapih: tempat yang di buat dan di gunakan pemindahan bibit dari bedeng tabur
  3. Sungkup: Kerangka bambu yang di tutup plastik transparan, gunanya untuk menutup bibit cabutan yang baru di sapih/di ambil dari alam dan biji dalam bedeng tabur, agar kelembaban udaranya tetap tinggi.

Media Persemaian

  1. Media persemaian berbentuk tray
  2.  Media persemaian berbentuk polybag
  3. Media persemaian berbentuk cetak
  4. Media persemaian berbentuk bedengan

Media Persemaian berbentuk Tray

  1. Campurkan tanah bagian atas (top soil) dengan pupuk organik (pupuk kompos) atau pupuk kandang yang telang matang. Komposisinya 1:1
  2. Masukan campuran media tanam tersebut kedalam tray, padatkan secukupnya agar media bisa menampung tanaman. Tray sudah siap untuk media tanam.

Media Persemaian berbentuk Polybag

Untuk persemaian polybag, campurkan media tanam yang telah di buat dengan arang, sekam dengan komposisi 1:1. Ambil polybag dengan ukuran yang disesuaikan dengan ukuran bibit tanaman. Media persemaian polybag siap untuk ditanami.

Media Persemaian Berbentuk Cetak

Untuk persemaian berbentuk cetak, siram campuran media tanam yang telah di buat tersebut dengan air secukupmya. Air berfungsi untuk menyolidkan campuran agar mudah di bentuk dan tidak ambrol. Kemudian gunakan cetakan untuk membentuk media menjadi bentuk kotak kotak tersebut sedalam 1-2 cm untuk memasukan benih. Media persemaian siap ditanami

Media Persemaian Berbentuk Bedengan

  1. Campurkan tanah bagian atas (top soil) dengan pupuk organik (pupuk kompos atau pupuk kandang yang telah matang). Komposisinya 1:1
  2. Kemudian bentuk bedengan dan letakan campuran tadi di atas permukaan bedengan. Ketebalan campuran hedaknya 5-7 cm. Ketebalan ini optimal untuk tanaman yang baru tumbuh.
  3.  Siram bedengan dengan air secukupnya dan tebarkan benih di atas bedengan tersebut.
  4. Buat tiang penyangga atau bambu yang di lengkungkan, kemudian tutup bedengan dengan paranet.
  5. Penutup bedengan bisa di buat permanen dengan paranet, atau di buat dengan sistem tutup buka berguna pada musim hujan agar tanaman tidak terkena kecuran air hujan secara langsung. Benih yang cocok disemaikan di persemaian tipe bedengan adalah sayuran daun bersiklus pendek seperti sawi, caisim, pakchoi, dll.

Bagian-bagian penting dari Persemaian

  1. Tempat perkecambahan terlindung dari pemangsa biji.
  2. Tempat meletakan pot-pot tanaman (atap di pindahkan)
  3. Tempat bekerja untuk memasukan tanaman ke dalam polybag
  4. Gudang yang dapat di kunci, sebagai tempat menyimpan media tumbuh dan alat-alat.
  5. Sumber air yang terpercaya.
  6. Akses yang mudah
  7. Pagar untuk menjaga agar hewan-hewan tidak masuk.
  8. Tempat berteduh dari matahari dan hujan
  9. Kamar kecil

Pembuatan Bedeng Tabur

  1. Buat bedeng tabur persegi panjang dari kayu dengan ukuran 5x1m (sesuai keperluan), dan di buat sekat atau kotak-kotak supaya mempermudah perkecambahan biji dan perawatan menurut jumlah, jenis dan umur semai.
  2. Bedeng tabur di beri naungan/atap dari sarlonet, sungkup plastik dengan tinggi 70cm-1,5m dari permukaan tanah.
  3. Untuk menghindari serangan serangga (semut, ulat, rayap, ngengat, dll) yang dapat mengganggu proses perkecambahan biji,maka bisa di lakukan dengan pencegahan dengan mengoleskan oli bekas atau solar pada semua tongkat bedeng tabur.
  4. Untuk mencegah hama besar seperti ayam, babi, dll maka dinding bedeng tabur harus di lengkapi dengan anyaman dinding nilon.

Pembuatan Sungkup

Sungkup dapat dibuat dari kerangka kayu dan di tutup plastik transparan (warna putih atau biru). 

Penyiapan Lokasi

  1. Pilihlah lokasi dimana anakan tumbuh dengan baik di sekeliling pohon pohon induknya. Pada umumnya bibit cabutan bisa di dapat dengan 10m dari proyeksi tajuk pohon induk.
  2. Lokasi yang sudah di tinjau mempunyai kelayakan baik, sebaiknya di nyatakan sebagai lokasi sumber bibit untuk kegiatan persemaian Desa.

Pengambilan Bibit Anakan dari Alam

Pengambilan bibit anakan alam adalah alternatif untuk produksi bibit apabila ketersediaan biji di lapangan sangat terbatas

Alat Yang Digunakan Untuk Pencabutan Bibit Alam

  1. Alat transport
  2. Parang dan tugal untuk mencongkel bibit agar akar tidak putus atau rusak
  3. Kantong plastik atau ember baskomyang dapat di isi dengan air.
  4. ZPT akar (rootone F seperlunya sesuai dosis)
  5. Kardus, kertas koran,plastik untuk mengepakan bibit yang akan di angkut jarak jauh

Teknik Penyapihan Bibit

  1. Penyediaan polybag yang telah di isi dengan media dan di siram
  2. Dibuat Lubang di tengah-tengah untuk setiap polybag dengan bantuan penusuk yang tajam.
  3. Angkat bibit dengan daun, dengan kayu, sendokdi bawah akar dan tanah dan jangan mencubit batang.
  4. Potong akar bibit jika terlalu panjang agar memudahkan proses penyapihan.
  5. Penanaman yang benar yaitu leher akar di letakan di dasar tanah.
  6. Tutup dan padatkan tanaman yang sudah di tanam dengan menggunakan jari.
  7. Siram Tanaman yang sudah di sapih

Metode pengendalian Hama dan Penyakit

  1. Jika hama sedikit cukup di lakukan dengan menangkap dan membunuh hama tersebut secara manual
  2. Jika penyakit yang menyerang tanaman jumlahnya sedikit cukup lakukan dengan memisahkan bibit tanaman yang terkena penyakit dengan bibit yang masih sehat (tanaman yang terkena penyakit di ambil/di cabut dari bedengan dan di bakar
  3. Jika penyakit yang menyerang cukup parah, maka tanaman tersebut harus d bawa ke tempat yang jauh dari persemaian dan di musnahkan. Agar Pemberantasan penyakit bisa efektif, sebaiknya perlu di kenali dulu jenis penyakitnya. Contohnya penyakit karena jamur bisa disemprotkan dengan fungisida.
  4. Hama besar seperti ayam, babi dll bisa di cegah dengan cara menutup seluruh tepi persemaian dengan jaring nilon. (ros)