Festival Anti Korupsi Siap Digelar di Pontianak

FAK-563x318PONTIANAK, BeritAnda – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalbar, Gemawan serta puluhan organisasi lainnya yang tergabung dalam kepanitiaan Festival Anti Korupsi, siap menggelar acara Festival Anti Korupsi-Frekuensi Perangkap Tikus di Pontianak, Kalimantan Barat.

Demikian disampaikan oleh Sekretaris Panitia Hendrikus Adam, dalam kesempatan konferensi pers disekretariat Walhi Kalbar Jl. M. Husni Thamrin, Komplek Universitas Tanjungpura-Pontianak, Jumat (10/5/2013) siang.

Secara umum, menurut Adam, acara FAK adalah Peluncuran Album ”Frekuensi Perangkap Tikus” oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) yang didukung oleh penampilan 3 grup band, yaitu Navicula dari Bali, Zeke Khaseli dari Bandung dan Iksan Skuter. Kemudian dirangkai dengan pemutaran Video Dokumenter Anti Korupsi dari ICWdan Navicula. Selanjutnya ada Orasi/Testimoni Anti Korupsi dari Walikota Pontianak, Kapolda Kalbar, Bidang PSDA/Walhi Kalbar, Bidang Pendidikan dan Kesehatan (Layanan Publik)/Gemawan, Bidang Kebudayaan/Kompon, dan lain-lain.

Salah satu panitia, Anung menyebutan Kota Pontianak adalah kota ketiga dari 16 kota yang akan menjadi target kampanye luas dalam gerakan bersama ini, setelah sebelumnya dilaksanakan launching di Jakarta dan Bali. Kegiatan ini bertujuan untuk kampanye bersama tentang gerakan anti korupsi di Kalimantan Barat dan akan dilaksanakan pada Sabtu, 11 Mei 2013 mulai pukul 16.00 wiba – 23.00 wiba bertempat di Taman Budaya Kalimantan Barat Jalan Ahmad Yani Pontianak.

Kegiatan juga dimeriahkan oleh band lokal dari Kalbar diantaranya Senja Hatta, Simon Sick, Coffee this Morning, Atap Bocor dan Pot Smoker. Lalu ada Mural Anti Korupsi (Komunitas Pelukis Pontianak), Free style BMX dari Urban Movement  (Organisasi BMX Pontianak), Sablon on the sport (ATB), Pengumpulan koran bekas (BHP), Teaterikal (Format) dan Instalasi Anti Korupsi serta Live streaming radio.

Dikatakan Anung, bahwa kegiatan ini merupakan kerja bersama beberapa pihak yang tergabung dalam kepanitian bersama “Festival Anti Korupsi” meliputi 31 lembaga masyarakat sipil maupun LSM di Kalbar, diantaranya WALHI Kalimantan Barat, Gemawan, AMAN Kalbar, PPSDAK PK, Ruai Televisi, Link-AR Borneo, Sampan, Komunitas Pelukis Pontianak (Kompon), Borneo Rebellion, Titian, LPS-AIR, Sylva UNtan, AGRA Kalbar, WWF, HIBER, BHP, Front Perjuangan Rakyat (FPR) Kalbar, FORMAT, Bengfkel Seni Fisipol (BSF), Sarang Semut, Kontak Rakyat Borneo, Zul MS Borneo Fine Art Gallery, Majalah Kalimantan Review, Pervasi, PMKRI Pontianak, Mata Borneo, PRCF Indonesia, School of Rock (SOR), Front Mahasiswa Nasional, Masyarakat Film Kalbar dan Perkumpulan Pancur Kasih.

Ia berharap kegiatan ini menjadi isu bersama bagi elemen masyarakat, terutama kaum muda, untuk membangun Indonesia lebih baik.

Sementara itu, Stering Commite FAK, Anton P. Widjaya mengatakan dari semua kasus korupsi yang ada di Indonesia yang paling mengerikan adalah korupsi di bidang sumber daya alam. Dan ini yang menurut kita belum terpotret dengan baik. Kalimantan menjadi basis pengerukan kekayaan alam di Indonesia. Sejak tahun 60 an hingga 70 an, melalui HPH maupun pertambangan, hasil pengerukan kekayaan alam semuanya dibawa ke Jakarta. Proses penghisapan itu sampai saat ini masih terjadi. Ketika era hutan atau logging habis, sekarang yang berjaya adalah perkebunan kelapa sawit. Kalbar merupakan salah satu daerah pengembangan kelapa sawit. Hingga saat ini sudah ada 4,9 juta hektar areal lahan untuk perkebunan kelapa sawit di Kalbar dengan sekitar 360 perusahaan pengelola.

Frekuensi Perangkap Tikus merupakan judul Album Kompilasi Musik Antikorupsi yang merupakan kerjasama Indonesia Corruption Watch (ICW) bersama 10 musisi indie, yang berisi sepuluh komposisi bermutu secara musikal dan sarat semangat perlawanan terhadap korupsi. Acara peluncuran CD Album  ‘Frekuensi Perangkap Tikus’ diadakan pada Kamis, 7 Maret 2013 di Rolling Stone Cafe, Jalan Ampera Raya 16 Kemang, dengan meghadirkan enam dari sepuluh band pendukung album kompilasi, diantaranya adalah Iksan Skuter, Harlan Boer, Simponi, Morfem, Eye Feel Six, dan Navicula.(mwd/rfi)

Sumber :  http://www.beritanda.com/nasional/berita-nasional/sosial-budaya/13393-festival-anti-korupsi-siap-digelar-di-pontianak.html

Please follow and like us:
error0