Harga karet mulai naik

Harga Naik Kabar Baik Buat Petani Karet

Harga karet turun sudah lama dialami para petani. Ditambah masa pandemi Covid 19, harga karet seperti sangat sulit beranjak naik. Namun, memasuki tahun baru 2021, ada kabar baik buat petani karet khusus di Desa Nanga Lauk, harganya mulai naik.

“Sampai hari kemarin, harga karet di kisaran Rp11.500 sampai Rp12.000. Tentunya ini terbilang harga lebih baik bila dibandingkan sebelumnya. Ini menjadi harapan dan kabar baik bagi petani karet di Nanga Lauk,” kata Specialist Program Livelihoods PRCF Indonesia, Azri Ahmad S Htu, Rabu (23/12/2020).

Nanga Lauk sudah memiliki Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Karet. KUPS ini bersinergi dengan LPHD Lauk Bersatu di bawah binaan PRCF Indonesia. Kelompok petani karet ini dihimpun jadi satu. Mereka diberdayakan, tidak hanya SDM nya, melainkan juga lembaganya. Mereka diajarkan cara meningkatkan mutu karet. Termasuk juga memperkuat KUPS.

“Naiknya harga karet tentu menggembirakan KUPS Karet. Naiknya harga karet ini didapat dari PT New Kalbar Processors yang merupakan perusahaan karet besar. Kita berusaha untuk menjembatani antara petani karet Nanga Lauk ini dengan pihak NKP,” papar alumni Fakultas Kehutanan Untan ini.

Azri mengakui, KUPS Karet sejauh ini masih belum sesuai harapan, artinya belum bisa memberikan laba di akhir tahun 2020. Kalau KUPS Madu dan Ikan justru sudah membubuhkan keuntungan yang lumayan. Hal ini sangat dipengaruhi dengan harga karet yang sulit untuk naik.

“Ditambah lagi pandemi Covid 19 dan curah hujan tinggi, membuat produksi karet menjadi berkurang. Adanya kabar baik ini jelas membuat semangat petani karet menjadi bergairah. Semoga harga tersebut terus bertahan dan berharap bisa naik lagi,” harap Azri.

PT NKP

PT New Kalbar Processors termasuk perusahaan karet besar di Provinsi Kalbar. Perusahaan yang tergabung dalam Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gabkindo) ini memiliki cabang di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kalbar, Kalsel, Kalteng, dan Jawa. Perusahaan ini banyak membeli karet dari masyarakat. Dengan reputasi itulah, PRCF menjajaki kerja sama dengan perusahaan itu. PRCF dalam hal ini hanya sebagai fasilitator. KUPS Karet lah yang akan membeli dari petani lalu dijual ke NKP. (ros)