Hutan untuk Masa Depan di Nanga Lauk

Hutan Untuk Masa Depan

Hutan untuk masa depan. Ini hanyalah ungkapan harapan karena faktanya kondisi hutan Indonesia masih dipenuhi beragam kekhawatiran. Mulai dari ancaman kebakaran, sistem dan tata kelola yang dapat mengakibatkan deforestasi dan degradasi lahan hutan, hingga soal pemanfaatan hutan yang belum bisa memberikan implikasi ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Pendeknya, kondisi hutan Indonesia masih perlu perhatian dan upaya yang sinergis untuk membuatnya benar-benar bisa memenuhi harapan masa depan.

Itulah salah satu alasan yang mengilhami The Asia Foundation (TAF) dan UK Climate Change Unit (UKCCU) sejak tahun 2011 lalu menggulirkan program bertajuk “Selamatkan Hutan dan Lahan melalui Perbaikan Tata Kelola” (SETAPAK).

Sudah tentu, dalam menjalankan program, TAF tak sendirian. Mereka juga mengajak dan mengembangkan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan lainnya, di antaranya lembaga swadaya masyarakat, pemerintah daerah, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Ini dilakukan untuk memastikan bahwa program ini berjalan sesuai harapan.

SETAPAK adalah program yang berfokus pada perbaikan Tata Kelola Hutan dan Lahan (TKHL). Spirit yang melekat di dalamnya adalah upaya mengurangi deforestasi dan degradasi lahan sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim global. Dari sini diharapkan akan muncul berbagai inisiatif terkait dengan transparansi dan penegakan hukum sektor hutan dan lahan, sekaligus terbukanya akses kelola bagi masyarakat atas hutan dan lahan.

Sebagai sebuah inisiatif, SETAPAK memang banyak membawa harapan. Termasuk peningkatan kapasitas masyarakat sipil dalam advokasi dan kampanye TKHL di berbagai daerah. Targetnya tak lain untuk memastikan implementasi transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dan perlindungan sumber daya alam berlangsung sebagaimana seharusnya. Harapan lainnya adalah tercapainya pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan terdistribusinya manfaat sumber daya alam bagi masyarakat.

Berikut adalah sejumlah catatan yang mengurai bagaimana program SETAPAK ini berjalan sejak digulirkan pada 2011 silam. Apa saja perubahan yang terjadi serta inisiatif apa saja yang dilakukan dan memberikan manfaat yang lebih terasa. Bukan saja bagi masyarakat sekitar hutan, tapi juga dalam perancangan konsep Tata Kelola Hutan dan Lahan yang lebih mapan bagi pembangunan hutan di Indonesia. Semoga.

Sumber:  Buletin The Asia Foundation

Please follow and like us:
error0