IDM Desa Nanga Lauk meningkat salah satu indikatornya tanggap darurat bencana

IDM Desa Nanga Lauk Meningkat Menjadi Berkembang

IDM (Indeks Desa Membangun) Desa Nanga Lauk Kecamatan Embaloh Hilir Kapuas Hulu meningkat tajam. Tahun 2019, IDM Nanga Lauk berstatus desa sangat tertinggal dengan nilai 0,4877. Memasuki Juni 2020, dari desa sangat tertinggal, Desa Nanga Lauk berubah menjadi desa berkembang dengan nilai 0,6243. Hal ini berdasarkan data yang dirilis Kementerian Desa lewat situsnya http://idm.kemendesa.go.id/idm_data.

Dari data yang dirilis Kementerian Desa tersebut, memperlihatkan terjadinya lonjakan drastis diperlihatkan Desa Nanga Lauk. Ada tiga indikator dalam IDM tersebut, yakni Indeks Ketahanan Sosial (IKS), Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE), dan Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL). Dalam data tersebut untuk IKS Desa Nanga Lauk nilainya 0,823 atau 43,9 persen, IKE 0,45 atau 24 persen, dan IKL 0,6 atau 32 persen.

Apa saja indikator dari IKS tersebut? IKS itu meliputi kesehatan dengan indikator pelayanan kesehatan meliputi jarak ke sarana kesehatan terdekat, ketersediaan tenaga kKesehatan (bidan,Dokter dan Nakes Lain). Keberdayaan masyarakat untuk kesehatan seperti Askes ke poskesdes, polindes atau posyandu. Tingkat Aktivitas Posyandu, Jaminan Kesehatan, Tingkat Kepesertaan BPJS.

Selain kesehata, IKS juga meliputi dunia pendidikan yang meliputi Akses Pendidikan Dasar-Menengah, Akses Pendidikan Dasar SD/MI, Akses Pendidikan SMP/MTs, Akses Pendidikan SMA/SMK/MA, Akses Pendidikan Non Formal, Kegiatan PAUD, Kegiatan PKBM/Paket A-B-C, Kegiatan Kursus. Ada juga Akses Pengetahuan Masyarakat meliputi Taman Bacaan Masyarakat atau Perpusatkaan Desa.

Ada juga indikator dari IKS yakni Modal usaha, Solidaritas Sosial, Kebiasaan Gotong Royong, Keterbukaan Ruang Publik, Terdapat Kelompok Olahraga , Terdapat Kegiatan Olahraga, Toleransi, Keragaman Suku/Etnis, Bahasa Sehari-hari Warga Desa, dan lain-lain.

Sedangkan indikator dari IKE meliputi keragaman produksi seperti kegiatan ekonomi, tersedianya pusat perdaganan, akses penduduk ke pusat perdagangan. Apakah ada pasar juga menjadi indikator. Kemudian, akses distribusi logistik seperti kantor pos atau jasa logistik, apakah ada di desa.

Selain itu indikator lain dari IKE apakah tersedia lembaga ekonomi rakyat seperti koperasi atau Bumdes, apakah ada usaha kedai makanan, restoran, hotel dan penginapan. Semua hal terkait ekonomi dimasukkan sebagai IKE.                                          

Indeks Ketahanan Lingkungan

Di antara indeks di atas, Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL) lebih sendiri indikatornya. Indikator utama dari IKL itu meliputi Kualitas Lingkungan. Ini meliputi pencemaran air, tanah dan udara. Apakah pencemaran ini ada di desa. Untuk Desa Nanga Lauk jenis pencemaran tersebut tidak ada sehingga skornya mendapat nilai 5.

Indikator berikutnya potensi dan tanggap darurat ada upaya yang dilakukan Desa Nanga Lauk. Upaya tersebut datang dari LPHD Lauk Bersatu yang didampingi PRCF Indonesia. Indikator ini mendapatkan skor 4. (ros)