Jenis-jenis kayu di Kalimantan Barat

Jenis-jenis Kayu di Hutan Kalimantan Barat

Jenis-jenis kayu yang ada di hutan Kalimantan Barat sebenarnya sangat banyak. Namun, jenis kayu yang sering digunakan untuk bangunan seperti rumah dan mebel tidaklah banyak. Tercatat hanya ada tujuh jenis kayu yang sampai saat ini masih digunakan dengan harga terbilang mahal.

Walaupun harganya mahal, jenis-jenis tersebut masih menjadi primadona bagi masyarakat untuk membuat rumah atau mebel. Akibat penggunaan tersebut membuat keberadaan jenis-jenis tersebut terancam punah. Hutan semakin banyak diekploitasi hanya untuk mencari kayu-kayu bernilai tinggi tersebut.

Berikut ini tujuh jenis kayu dari hutan Kalimantan Barat yang sampai sekarang memiliki nilai ekonomi tinggi:

Kayu Meranti

Jenis kayu Meranti tidak asing bagi masyarakat Kalbar. Kayu meranti ini memiliki beberapa jenis lagi yakni meranti, merah, putih dan kuning. Jenis kayu meranti masih ada di hutan Kalbar, namun semakin sulit ditemukan. Kayu meranti merah ketika menjadi pohon bisa tumbuh hingga mencapai 100 meter.

Ciri kayu meranti, warnanya bervariasi mulai dari warna putih, coklat pucat, merah jambu dan merah muda. Pada bagian kayu gubalnya warnanya lebih muda bahkan cenderung putih. Kekuatan dari kayu meranti merah membuatnya banyak digunakan sebagai bahan pembuatan kapal. Kayu meranti putih merupakan jenis kayu yang mudah didapatkan namun memberikan kualitas yang bagus. Warna kayu terasnya adalah coklat dan hampir putih.

Kayu Ulin atau Belian

Kayu ulin atau belian adalah jenis kayu paling keras dan bisa bertahan lama. Hampir seluruh bangunan istana yang ada di Kalbar terbuat dari kayu belian ini. Banyak bangunan di Kalbar masih bertahan sampai sekarang karena kekuatan kayu belian ini.

Nama lain kayu uli ini adalah botanis Eusideroxylon zwageri rmasuk dalam famili Lauraceae. Istilah lain dari kayu ulin berbeda di berbagai daerah seperti tabulin, tulian, atau belian. Ketika masih menjadi pohon, tingginya bisa mencapai 35 meter dengan diameter 100 cm. Kulit luar dari kayu ulin memiliki warna coklat kemerahan hingga coklat tua.

Pada bagian kayu terasnya memiliki warna coklat hitam sedangkan kayu gubalnya memiliki warna coklat kuning dan memiliki batas yang sangat terlihat. Biasanya kayu gubal memiliki ketebalan 5 cm. Permukaan kayu kasar dan merata disisi lain Anda akan dilihat permukaan yang licin dan agak mengkilap.

Penggunaan kayu ulin sangat bervariasi mengingat tingkat kekerasannya yang sangat tinggi. Kayu ini sering digunakan sebagai bahan bangunan seperti tiang dan balok kerangka bangunan rumah maupun jembatan.

Khusus untuk rumah, kayu ulin memiliki serat yang eksotik sehingga sering pula diolah menjadi lantai kayu atau dinding kayu. Mebel dari kayu ulin biasanya menggunakan kayu bekas bangunan.

Kayu Bengkirai

Jenis kayu Bengkirai ini juga tidak asing bagi masyarakat Kalbar. Kayu ini memiliki nama botanis Shorea laevis dalam famili Dipterocarpaceae. Nama lain dari bengkirai adalah anggelam dan benuas yang digunakan di seluruh Kalimantan.

Pada saat masih menjadi pohon tingginya bisa mencapai 50 meter dengan diameter 100 cm lebih. Warna kulit pohonnya adalah kelabu, merah dan coklat dengan tampilan beralur mengelupas kecil kecil.

Ketika selesai dikeringkan warna kayu teras adalah berwarna kuning dan warna gubalnya coklat pucat kekuningan. Walaupun warnanya terang bukan berarti kayu bengkirai memiliki kualitas yang buruk. Justru keunikan warnanya ini membuatnya sering digunakan. Kayu bengkirai lebih sering digunakan dalam proyek pembuatan jembatan, bantalan tiang listrik, bangunan hingga perkapalan.

Kayu Balau

Terdengar agak asing jenis kayu Balau ini. Namun, di kalangan pekerja konstruksi kayu balau adalah jenis kayu yang sangat akrab. Seringnya digunakan untuk bahan bangunan menunjukan bahwa kayu balau dan kayu dengan kualitas terbaik.

Pohon kayu balau bisa memiliki ketinggian hingga 20 meter dengan diameter 160 cm. Walaupun termasuk pohon yang rendah namun pohon memiliki diameter yang lebih besar daripada kayu lainnya.

Warna kayu teras balau adalah coklat muda atau kuning dan kayu gubalnya adalah lebih muda. Tekstur kayunya lebih halus dibandingkan kayu bengkirai dan beberapa bagian agak kasar. Permukaannya juga menampilkan tampilan yang lebih mengkilap.

Kayu Kapur

Kayu ini memiliki nama lain ampadu, ampalang, awang tanet sesuai dengan daerah masing-masing. Tinggi pohon kayu kapur bisa mencapai 35 hingga 45 meter dan diameternya mencapai 80 cm.

Ciri utama kayu dapat dilihat dari warnanya. Kayu bagian teras memiliki warna merah atau coklat sedangkan warna kayu gubal coklat hampir putih. Tekstur kayu teras lebih besar sedangkan untuk bagian gubal memiliki tekstur yang licin.

Masih sama dengan kualitas kayu dari Kalimantan yang kuat, kayu kapur sering digunakan sebagai konstruksi rumah namun juga banyak digunakan dalam industri mebel karena kemudahannya untuk dipotong.

Kayu Keruing

Kayu keruing juga salah satu jenis kayu yang banyak didistribusikan ke pulau Jawa dan namanya sudah tidak asing lagi. Nama botanis dari kayu ini adalah Dipterocarpus dalam famili Dipterocarpaceae. Daerah Kalimantan memberikan nama berbeda seperti anderi, ansurai, tempurau.

Pertumbuhan pohon keruing bisa mencapai 50 meter dan diameter hingga 120 cm. Ciri yang paling kentara dari kayu ini adalah warna terasnya coklat merah, atau coklat kelabu. Bagian kayu gubal memiliki warna kuning atau coklat semu. Permukaan kayu memiliki tekstur yang kasar.

Sebagai kayu dengan kualitas awet dan kuat kayu ini sering digunakan sebagai konstruksi bangunan, rangka lantai dan dinding. Namun jika Anda menggunakannya pada daerah sangat lembab dibutuhkan pengawetan dari obat anti serangga dan jamur.

Pada finishing, permukaan kayu kruing sangat licin dan lengkat butuh usaha yang keras untuk pengamplasannya. Belum lagi aroma menyengat dari resin kayu yang dikeluarkan seringkali mengganggu.

Kayu Merbau

Tidak kalah dengan jenis kayu keruing atau kayu bengkirai. Kayu merbau adalah salah satu favorit yang saat ini sudah cukup jarang ditemukan. Kayu merbau memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan jenis kayu lainnya.

Pohon kayu merbau bisa tumbuh hingga ketinggian 40 meter dengan diameter batang pohon 100 cm. Bagian kulit luarnya berwarna kelabu atau coklat muda tergantung umurnya. Kayu yang banyak peminatnya ini memiliki warna yang lebih eksotis yaitu coklat gelap sedangkan bagian gubalnya berwarna kuning muda dengan tebal mencapai 5 cm.

Kayu ini lebih banyak digunakan sebagai konstruksi bangunan dan lantai kayu. Namun memerlukan pisau yang tajam karena tingkat kekerasan kayu yang sangat tinggi. (ros)

Sumber: https://waterbasecoating.com/7-jenis-kayu-kalimantan-yang-terkenal-tahan-lama