Kemitraan kehutanan merupakan program pemberdayaan yang mengutamakan prinsip–prinsip kesepakatan, kesetaraan, saling menguntungkan, lokal spesifik, kepercayaan, transparansi, dan partisipasi dalam pelaksanaannya.

Menurut para peneliti, pendekatan kemitraan kehutanan akan membuka lebar peluang berusaha dan informasi pasar, antara lain dengan menekan hambatan birokrasi. Di sektor kehutanan, upaya yang diperlukan adalah memperkuat jejaring usaha dan manajemen di tingkat kelompok tani hutan. Penguatan kelembagaan di tingkat petani di berbagai daerah terbukti mendorong perbaikan produktivitas sumberdaya dan nilai tambah usaha hasil hutan termasuk hasil kayu, non-kayu serta jasa lingkungan.