Peserta pelatihan agrofrestry sedang menyemaikan bibit pohon kayu

Lima Jenis Pohon Kayu yang Akan Digunakan Untuk Merehabilitasi Lahan Rusak

Pontianak (PRCF) – Konservasi salah satu misi utama PRCF Indonesia di Desa Nanga Lauk Kecamatan Embaloh Hilir Kabupaten Kapuas Hulu. Salah satu wujud nyatanya akan melakukan rehabilitasi lahan rusak. Ada lima jenis pohon kayu yang disiapkan untuk menanami lahan-lahan rusak akibat pembalakan di masa lalu.

Kelima jenis pohon itu adalah petahun, bintangor, rengas, kelansau, dan cerinat. Jenis-jenis pohon tersebut merupakan tumbuhan asli hutan desa Nanga Lauk. Saat ini, pohon kayu tersebut dalam tahap persemaian. Apabila waktunya sudah memungkinkan, akan dipindahkan lalu ditanam di lahan rusak.

“Kita merencanakan akan menanam sekitar 8000 pohon per tahun di lahan yang rusak akibat pembalakan di masa lalu. Mulai saat ini kita sedang menyiapkan bibit. Bibit tersebut diambil dari hutan desa. Apa yang kita lakukan ini merupakan implementasi dari pelatihan agroforestry pada Januari lalu,” kata spesialis program konservasi PRCF Indonesia, Yadi Purwanto S. Hut., di kantornya, Senin (16/3/2020).

Peserta sedang menyiapkan polibek untuk bibit pohon
Peserta sedang menyiapkan bibit untuk ditanam dalam polybag yang nantinya untuk rehabilitasi lahan

Rehabilitasi lahan tidak gampang. Perlu kerja keras semua lapisan masyarakat desa. Sebagai langkah awal memberikan pemahaman dan pencerahan akan pentingnya hutan bagi masyarakat. Bahkan hutan yang lestari memberikan pengaruh besar bagi kehidupan masyarakat. Sebaliknya, bila hutan rusak, memberikan dampak buruk juga bagi masyarakat itu sendiri. Untuk itu, hutan yang ada tetap dijaga dengan baik agar tidak rusak dan terhindar dari pembalakan.

“Dulu wilayah Nanga Lauk merupakan areal dari HPH. Banyak kayu berkualitas tinggi yang ditebang untuk kepentingan perusahaan. Sekarang, lahan dikembalikan pengelolaannya pada desa. PRCF berusaha mendampingi warga untuk melakukan rehabilitasi lahan agar kembali seperti hutan dulu. Caranya dengan menanam kembali bibit pohon kayu yang memang berasal dari hutan desa,” jelas Yadi.

Jenis kayu yang akan ditanam untuk rehabilitasi lahan
Jenis kayu yang akan ditanam untuk rehabilitasi lahan

Kenapa hanya lima pohon yang akan ditanam? Yadi menjawab, kelima jenis pohon kayu tersebut merupakan tumbuhan lokal di hutan desa Nanga Lauk. Tentunya mudah ditemukan bibitnya. Tanaman lokal tersebut akan lebih mudah tumbuh. Berbeda kalau membawa bibit pohon kayu dari luar akan berbeda perlakuannya.

Kelima pohon tersebut ditanam selain bisa merehabilitasi lahan, apabila sudah besar bisa dimanfaatkan generasi akan datang untuk berbagai kepentingan. Dalam pemanfaatannya akan diatur sedemikian rupa dengan mengedepankan hutan lestari. (ros)