Manajemen wirausaha sedang diajarkan untuk seluruh anggota KUPS

Manajemen Wirausaha Bagi KUPS

Manajemen wirausaha bagi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) sudah dilaksanakan di Desa Nanga Lauk. PRCF Indonesia memfasilitasi kegiatan tersebut. Harapannya agar KUPS memahami manajemen wirausaha dalam menggerakkan usaha agar diterima oleh pasar.

“Ada lima KPUS di bawah LPHD Lauk Bersatu mengikuti manajemen wirausaha ini, yakni KUPS Madu, Karet, Rotan, Ikan dan Ekowisata. Secara konseptual manajemen wirausaha sudah diajarkan oleh trainer berpengalaman. Sekarang, bagaimana konsep itu dijalankan, PRCF Indonesia terus mendampingi implementasinya di lapangan,” jelas specialist program livelihoods PRCF Indonesia, Azri Ahmad S Hut, Rabu (13/5/2020).

Dijelaskannya, dalam penguasaan hasil hutan bukan kayu, masyarakat melalui LPHD telah membentuk lima KUPS yaitu kelompok madu, karet (BOKAR), rotan, ikan dan ekowisata. Pada setiap kelompok telah ditunjuk kepengurusan beserta anggota yang dikuatkan dengan SK dari Kepala Desa. Dalam perjalanannya, setiap lembaga dalam program, tidak terkecuali LPHD dan KUPS memerlukan pengembangan kapasitas, agar seluruh tata kelola baik organisasi ataupun usaha terkait dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya sesuai prinsip kepatuhan dan kehati-hatian. Pada KUPS, untuk memastikan hal ini dapat dijalankan maka diperlukan suatu kegiatan pengembangan kapasitas salah satunya berupa berupa pelatihan manajemen wirausaha.

Tujuan dari kegiatan Pelatihan Manajemen Wirausaha KUPS Hutan Desa Nanga Lauk ini adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan kapasitas kelembagaan dari KUPS dan Koperasi
  2. Meningkatkan kualitas tata kelola usaha dari manajemen KUPS dan Koperasi
  3. KUPS mempunyai pembukuan usaha yang baik dan akuntabel
  4. Manajemen KUPS dan Koperasi mampu membawa kelompok untuk menghasilkan produk usaha yang berkualitas dan tepat sasaran

Fasilitator dan trainer pada kegiatan ini:

  1. Azri (fasilitator & trainer) Program Specialist (PRCF Indonesia)
  2. Awaludin Razab (trainer) Finance Manager (PRCF Indonesia)
  3. Fifiyati (trainer) Owner (Galeri Kerajinan Tenun Ikat Dayak)
  4. Windi Irani Suci (ast trainer) Marketing Manager (Galeri Kerajinan Tenun Ikat Dayak

Kegiatan ini diikuti oleh pengurus LPHD Lauk Bersatu dan pengurus inti KUPS.

  1. Tanggal 21 Januari 2020 berjumlah 17 orang, terdiri dari 10 perempuan dan 7 laki-laki
  2. Tanggal 22 Januari 2020 berjumlah 19 orang, terdiri dari 12 perempuan dan 7 laki-laki

Proses kegiatan

Kegiatan Pelatihan Manajemen Wirausaha KUPS Hutan Desa Nanga Lauk dilaksanakan dalam enam sesi materi, dengan tujuan agar peserta dapat menyerap materi pelatihan dengan optimal dan memahami proses kewirausahaan pada perhutanan sosial secara menyeluruh.

“Semua mengikuti pelatihan dengan saksama. Mereka bisa bertanya langsung dengan trainer yang sudah berpengalaman dalam bisnis perhutanan sosial. Harapan kita pelatihan ini bisa membawa membuat mereka bisa memanfaatkan potensi hutan desa menuju masyarakat mandiri,” harap Azri. (ros)