Kunsen pintu dan jendala untuk kantor LPHD yang akan dibawa dari Pontianak menuju Nanga Lauk

Menanti Rampungnya  Kantor LPHD Lauk Bersatu

Pontianak (PRCF) – Impian bagi pengurus Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Lauk Bersatu memiliki kantor sendiri, segera terwujud. Diperkirakan akhir bulan Februari ini, kantor LPHD rampung. Bila sudah rampung, LPHD resmi memiliki kantor sendiri, tidak lagi menumpang di rumah warga.

“Sebentar lagi kita akan berangkat menuju Nanga Lauk dari Pontianak menggunakan jalan darat. Barang yang kita bawa berupa kusen pintu untuk kantor LPHD. Pintu dan jendala kita buat di Pontianak. Nanti di sana kita tinggal pasang,” kata Azri Achmad, pengurus PRCF Indonesia di kantornya, Selasa (4/2/2020).

Pemasangan kusen pintu dan jendala merupakan bagian akhir dari pembangunan Kantor LPHD Lauk Bersatu. Apabila sudah terpasang, bisa dikatakan seluruh pembangunan rampung. Selanjutnya mengisi perlengkapan dari kantor tersebut.

“Kita berharap, tidak ada kendala di jalan. Maklum saja, perjalanan menuju Nanga Lauk cukup jauh. Setelah kita bawa menggunakan mobil, untuk menuju Nanga Lauk kita harus menggunakan kapal motor. Tentunya apabila lancar, apa yang telah direncanakan mudahan bisa rampung akhir bulan ini,” harap Azri.

Kantor LPHD merupakan upaya PRCF Indonesia memperkuat kelembagaan LPHD itu sendiri. Para pengurusnya yang seluruhnya dari warga Nanga Lauk bisa ngantor setiap hari. Selama ini, para pengurus bila ada pertemuan selalu menggunakan rumah warga.

“Bila kantor sudah rampung, mereka tentunya tidak numpang lagi. Para pengurus bisa ngantor setiap hari. Di sini PRCF berharap, para pengurus semakin bersemangat untuk mengelola hutan desa yang mereka miliki. Organisasi LPHD juga semakin kuat dalam memberikan manfaat bagi masyarakat Nanga Lauk sendiri,” jelas Azri.

Selain mengantarkan kusen pintu dan jendala, Azri yang didampingi Rio Afiat juga akan mengandakan Facilitating Business Assitant  untuk masyarakat Nanga Lauk. LPHD yang difasilitasi oleh PRCF telah membentuk Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS).

“KUPS telah dibentuk. Agar berdaya guna kelompok usaha tersebut, kita terus melakukan fasilitasi. Kedatangan kita kali ini untuk memfasilitasi usaha yang telah mereka kembangkan menjadi bisnis yang bisa meningkatkan pendapatan warga Nanga Lauk,” tambah Azri. (ros)

Please follow and like us:
error0