Pelatihan anyaman rotan yang diikuti oleh warga Nanga Lauk

Pelatihan Anyaman Rotan untuk Warga Nanga Lauk

Pelatihan anyaman rotan untuk warga Nanga Lauk telah dilakukan. Pelatihan berjalan sukses. Sekarang, tinggal menunggu tindak lanjut dari pelatihan tersebut apakah bisa terapkan.

“Pelatihannya sudah lama berjalan. Kita juga sudah memfasilitasi berdirinya KUPS Rotan. Dari pelatihan tersebut kita berharap KUPS Rotan bisa mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan,” kata Specialist Pogram for Livelihoods, Azri Ahmad S Hut, Selasa (19/5/2020).

Berikut adalah proses pelatihan anyaman rotan yang terdiri dari beberapa sesi. Pada sesi kedua ini adalah merupakan pelatihan hari pertama. Dimulai pada pukul 08.00 WIB di kediaman Ketua Kalompok Rotan, Alamsyah. Agenda mengenalkan bahan dasar kepada seluruh peserta yaitu bahan rotan dan akar keladi air. Pada sesi ini diberikan sub modul pelatihan teknik pewarnaan, motif, betuk dan teknik pengambilan akar keladi air dan pengupasannya.

Pada pelatihan teknik pewarnaan disampaikan cara merebus air, mencampurkan bahan pewarna (wantex cap gunting) dan mengeringkan bahan. Setelahnya dilanjutkan dengan melatih teknik menganyam dengan tiga kelompok motif.

Peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok mengerjakan satu motif sekaligus satu bentuk. Motif dan bentuk tersebut terdiri dari motif bentuk keranjang buah, tempat tisu kotak dan tempat tisu bulat/obat-obatan. Sebagai bagian dari kegiatan kelompok yang sangat penting, keberadaan bahan dasar anyaman dituntu untuk dapat diperoleh langsung dari hutan sebagai wujud pemanfaatan hutan desa.

Di Desa Nanga lauk, bahan dasar rotan sangat melimpah, dan bahan dasar akar keladi air ditemukan di tepian sungai dalam jumlah relatif terbatas. Trainer menyampaikan masukan untuk kelompok agar membudidayakan akar keladi air di depan rumah dan sering-sering untuk melakukan pemanenan di tepian sungai sehingga jumlah akar keladi air dapat meningkat banyak.

Pelatihan anyaman rotan yang diikuti warga Nanga Lauk
Pelatihan anyaman rotan yang diikuti warga Nanga Lauk

Pelatihan Hari Kedua

Pada sesi kedua pelatihan atau hari terakhir diisi dengan kegiatan meneruskan anyaman dengan motif yang berbeda (antar kelompok bertukar motif). Diharapkan dengan semakin banyak jenis motif maka peserta semakin memahami dan menguasai teknik menganyam dengan aneka motif dan bentuk.

Pada hari ini juga kemudian dilatih kepada peserta untuk melakukan finishing produk anyaman yang meliputi tahapan sbb:

1 Menyiram anyaman dengan campuran bahan H2O2 dan soda api

2 Membilas anyaman dengan air bersih

3 Menjemur anyaman

4 Mengoleskan vernis ke anyaman

Kemudian, pada sesi berikutnya membangun komitmen dan penutupan. Sesi terakhir ini dilakukan pada malam hari 19 Desember 2019, bertempat di kediaman rumah Ketua LPHD, Hamdi. Kegiatan dipimpin oleh Fifiyati selaku fasilitator sekaligus pemilik Galeri Kerajinan Tenun Ikat Dayak – Nitik. Kegiatan ditujukan untuk melakukan evaluasi pelatihan dan membangun komitmen internal kelompok setelah dilakukannya pelatihan yang dituangkan dalam rencana tindak lanjut (RTL). RTL Kelompok Rotan setelah dilakukannya Pelatihan Pengembangan Teknik Anyaman dan Desain Produk Rotan dan Bahan Lainnya ini sbb:

1 Melakukan uji coba dengan bahan dasar lainnya (bemban, prupuk, selinsang)

2 Perbaikan mesin rotan untuk mendapatkan pitrit rotan sebagai bahan utama anyaman

3 Menghasilkan produk anyaman per orang minimal satu produk per minggu, yang dilakukan bersama kelompok setiap hari Jumat

4 Menyusun rencana desain bisnis kelompok

5 Mengelola dana hibah bergulir yang akan dikucurkan dari proyek SCCM

6 Menunjuk PIC Kelompok yang akan mengkoordinir anggota kelompok untuk pertemuan rutin setiap Jumat, yaitu: (1). Bapak Bujang; (2). Ibu Kiky; (3). Ibu Yanti.

Ketiga PIC ini dipilih berdasarkan kesepakatan peserta dan hasil pengamatan serta penilaian oleh trainer dan fasilitator. Ketiganya dianggap paling mampu dan cakap dakam menyerap serta mempraktikkan hasil pelatihan.

Menggali Masalah

Pada sesi ini juga digali masalah dan tantangan kelompok dari hasil pelatihan. Hasilnya kelompok akan lebih lanjut mempelajari dan mengasah keterampilan dari penentuan design motif dan bentuk yang akan dibuat. Bagaimana membuat mal sebagai dasar dari setiap produk, kemudian membuat sambungan antar anyaman dan memperbaiki teknik lipatan atas saat akan menyelesaikan anyaman.

Di akhir sesi, dari trainer Ibu Intan Liana memberikan masukan kembali terkait teknis penganyaman untuk mendapatkan hasil anyaman terbaik:

1 Pilihlah tiang dari bahan akar yang paling besar, keras, kokoh dan ukuran diameternya sama untuk setiap tiang

2 Untuk anyaman, pilihlah bahan akar yang lembut sehingga tidak mudah tertekuk saat dibentuk

3 Lakukan kombinasi warna yang eye catching, tidak asal tabrak

4 Lakukan perhitungan jumlah tiang secara presisi, karena sangat erat terkait dengan motif yang akan dianyam (ros)