Pemkab Kapuas Hulu mendukung kegiatan pengelolaan perhutanan sosial di Desa Nanga Lauk. Pengelolaan tersebut dilakukan oleh Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Lauk Bersatu didampingi oleh PRCF Indonesia.

“Pemerintah daerah tentunya mendukung setiap kegiatan perhutanan sosial. Tentu tujuannya adalah untuk menjaga kelestarian hutan dan mensejahterakan rakyat di sekitarnya,” kata Bupati Kapuas Hulu diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Drs Bahtiar SP M.Si saat membuka Workshop Hutan Desa Nanga Lauk di Aula Balai Besar TNBKDS di Putussibau, Selasa (3/8/2021).

Dijelaskan Bahtiar, Kapuas Hulu terkenal sebagai kabupaten konservasi. Masih banyak hutan di sini. Untuk itu harus dijaga sebaik mungkin agar bisa disaksikan oleh generasi akan datang. Jangan diekploitasi untuk kepentingan ekonomi karena bisa menimbulkan bahaya.

“Pemkab Kapuas Hulu tentunya senang bila hutan dimanfaatkan yang bukan kayunya. Manfaatkanlah untuk kesejahteraan masyarakat. Pengelolaan perhutanan sosial mesti terus dilakukan agar bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat di sektiar hutan,” kata Bahtiar.

Pemkab Kapuas Hulu
Pemkab Kapuas Hulu mendukung perhutanan sosial

Workshop yang baru pertama kali digelar oleh PRCF Indonesia dilaksanakan secara daring dan luring. Dua pembicara utama yakni Kepala BPSKL Wil. Kalimantan, Ir Nurhasnih MM dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalbar, Ir H Adi Yani MH menyampaikan materi secara daring (online). Nurhasnih menyampaikan materi tentang  kajian regulasi perhutanan sosial dan mekanisme perluasan hak kelola. Sementara Adi Yani menyampaikan materi tentang kajian regulasi dan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan perhutanan sosial di Kalbar.

Sedangkan materi tentang kolaborasi pengelolaan hutan desa dan Bumdes guna mencapai kemandirian ekonomi masyarakat desa disampaikan oleh praktisi bisnis komunitas, Hatta Siswa Mahyaya S Hut. Beliau menyampaikan materi secara luring (offline). Materi terakhir tentang kisah keberhasilan pengelolaan hutan desa oleh Ketua LPHD Nanga Lauk, Hamdi. Sebagai moderator acara tersebut adalah Kepala KPH Kapuas Hulu Utara, Mardiansyah S Hut.

Berjalan Sukses

Workshop yang ingin menginformasikan ke publik soal keberhasilan pengelolaan hutan Desa Nanga Lauk itu berjalan sukses dan lancar. Pesertanya didominasi oleh pengurus LPHD yang ada di Kapuas Hulu. “Kurang lebih 37 peserta hadir secara offline. Selebihnya banyak hadir secara online. Workshop berjalan lancar dan sukses,” kata Program Manager PRCF Indonesia, Rio Afiat.

Rio tidak lupa mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemkab Kapuas Hulu, BPSKL Wilayah Kalimantan, Balai Besar TNBKDS, Dinas LHK Kalbar, KPH Kapuas Hulu Utara, serta perangkat pemerintahan daerah lainnya. Tidak lupa pula, para pengurus LPHD yang aktif mengikuti kegiatan ini.

“Semoga kegiatan ini bisa menjadi motivasi dan inspirasi untuk terus meningkatkan pengelolaan perhutanan sosial lebih baik lagi ke depannya,” harap Rio. (ros)