pendidikan lingkungan hidup, lanjak, kapuas hulu

Pendidikan lingkungan hidup untuk pelajar di kabupaten konservasi Kapuas Hulu

Membangun Kepedulian Manusia Terhadap Lingkungannya

KAPUASHULU – Pendidikan lingkungan hidup (PLH) merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan untuk membangun kepedulian manusia terhadap lingkungan sekitarnya. Lingkungan yang dimaksud disini adalah gabungan antara keadaan tempat tinggal yang ada diatas bumi seperti tanah, air, energi, serta flora dan fauna yang hidup di atas dan dibawah permukaan tanah maupun kehidupan yang berada dalam air, sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwa lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan akan berdampak dan mempengaruhi kehidupan di masa yang akan datang.

pendidikan lingkungan hidup, lanjak, kapuas hulu
Fifiyati Hoesni (Staff PRCF Indonesia) mendiskusikan rencana Kegiatan Pendidikan Lingkungan Hidup Dengan Kepala Sekolah SMP 01 Lanjak.

Kehidupan yang akan ada dimasa yang akan datang akan ditentukan oleh kehidupan yang ada sekarang ini. Pola hidup manusia saat ini kebanyakan tidak selaras dengan lingkungan sekitar, contoh kecilnya manusia yang hidup di atas bumi masih sering membuang sampah sembarangan di sungai, belum lagi daya konsumsi plastik yang tinggi sehingga plastik – plastik yang digunakan tadi menjadi limbah yang memerlukan waktu yang sangat panjang untuk diurai akibatnya kita sering melihat plastik yang menumpuk di daerah aliran sungai. Pola-pola seperti inilah yang akan berdampak buruk bagi kehidupan anak cucu kita dimasa depan, sampah ini akan mencemari lingkungan dan akan menggangu kehidupan ekosistem alam dimana sampah itu dibuag dan akan berpengaruh buruk bagi kehidupan lainya.

Salah satu cara bisa memecahkan masalah lingkungan ini adalah dengan merubah pola pemikiran secara perlahan lahan pada generasi muda, generasi muda ini masih mudah untuk dilatih dan diberdayakan untuk menjaga lingkungan sekitar. Yayasan People Resource and Conservation Foundation Indonesia (PRCF) Bersama Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum (TNBKDS) memulai langkah kecil dengan merencanakan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH), kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan kader kader yang aktif untuk melindungi dan menjaga lingkungan, kegiatan ini difokuskan pada anak yang masih sekolah yang bertempat tinggal di dua kawasan Taman Nasional yang berada di Kapuas Hulu.

Menyasar Generasi Muda di Wilayah Kabupaten Konservasi

Tim Pendidikan Lingkungan Hidup yang di fasilitasi oleh Fifiati Hoesni melakukan sosialisasi kegitan ini kepada SD 01, SD 02 dan SMP 01 yang berada di Desa Lanjak Deras, Kec. Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu melalui perwakilan Kepala Sekolah. “Kita ada kegiatan pendidikan lingkungan hidup, tujuannya adalah bisa menciptakan kader-kader peduli lingkungan pada generasi muda yang sadar dalam mengelola lingkungan karena jika keadaan lingkungan sehat akan menghasilkan sebuah keseimbangan ekosistem, terutama di daerah yang diperuntukan pada taman nasional yang ekosistemnya masih terjaga ini.” terang Fifi, fasilitator Pendidikan Lingkungan Hidup, Selasa (15/8/2017).

“Mimpi besar kita semua adalah bisa membentuk manusia yang peduli lingkungan agar mereka bisa mengaplikasikan serta memberitahukan kepada orang tua mereka dan orang lain bahwa pentingnya menjaga lingkungan hidup karena suatu saat mereka lah yang akan meneruskan dan mengelola lingkungan sekitar sehingga nanti bisa tercipta lingkungan yang sehat, ikan di danau masih bisa mereka manfaatkan sesuai kebutuhan dan mereka harus tahu juga pentingnya menjaga satwa liar yang hidup didanau seperti buaya senyulong sebagai penyeimbang ekosistem,” tambah Prasetyo tim Pendidikan lingkungan Hidup.

Kegiatan pendidikan lingkungan hidup ini sangat penting bagi generasi muda, apalagi hampir semua murid kami yang berjumlah 235 orang di SMP 01 lanjak ini adalah masyarakat sekitar hutan. Ketika kita bisa sentuh hati mereka dengan menanamkan prinsip-prinsip penyadaran lingkungan hidup. “Sehingga mereka bisa menyebarkannya ilmu yang mereka dapat dirumah, memberi tahu orang tua mereka yang belum tahu pentingnya menjaga lingkungan, pentingnya memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan,” terang kepala SMP 01 Lanjak, Marselus Yunias.

“Kegiatan pendidikan lingkungan hidup ini sangat penting bagi generasi muda, apalagi hampir semua murid kami yang berjumlah 235 orang di SMP 01 lanjak ini adalah masyarakat sekitar hutan.” Terang kepala SMP 01 Lanjak, Marselus Yunias.

Rencana Kegiatan Pendidikan Lingkungan Hidup

Pertemuan ini menghasilkan sebuah kesepakatan tentang rencana pelaksanaan kegiatan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH)  yang akan dilangsungkan pada tanggal sabtu, 26 Agustus 2017 dengan mengundang pelajar SD 01, SD 02, dan SMP 01. Kegiatan ini akan mengupas materi terkait ekositem alam dan lingkungan serta interaksi keduanya. Kegiatan PLH ini akan diperkaya dengan fieldtrip dengan tagline PERMATA ALAM (Perjalanan Dan Pengamatan Alam). Dalam kegiatan PERMATA ALAM, siswa-siswi akan diajak mengamati tanaman dan kehidupan yang ada di sekitar tujuannya supaya mereka lebih mencintai dan bisa menghargai alam sekitar. Untuk lebih memeriahkan acara ini, akan diadakan lomba mewarnai dan menggambar yang bertemakan lingkungan.

Penulis: Aloysius Kahariyadi.

Please follow and like us:
error0