Pengecekan bibit kayu

Pengecekan Bibit Kayu Pasca Ditanam Tahun 2020

Pengecekan bibit kayu untuk pertama kali dilakukan setelah ditanam pertengahan tahun 2020 lalu. Pengecekan bibit kayu tersebut bersamaan dengan patroli rutin di Hutan Produksi Terbatas (HPT) akhir tahun lalu.

“Sambil patroli hutan, kita langsung mengecek bibit kayu yang telah kita tanam pada pertengahan tahun 2020. Upaya pengecekan bibit kayu ini sangat penting apakah banyak hidup atau mati. Kalau bibit kayu masih hidup tentunya itu sebuah keberhasil dan terus dijaga agar bisa membesar,” kata Specialist Program Conservation PRCF Indonesia, Yadi Purwanto, S Hut, Rabu (13/1/2021).

Apabila ada bibit kayu itu mati, tentu harus didata untuk ditanam dengan bibit kayu baru. Satu per satu bibit kayu yang sudah ditanam itu diperiksa. Setelah itu diukur berapa ketinggiannya untuk mengetahui perkembangannya.

“Bibit kayu yang ditanam kebanyakan untuk pakan lebah. Maksudnya, kayu yang ditanam itu apabila sudah besar akan berbunga. Dengan bunga itu mengundang madu hutan untuk menghasilkan madu,” papar alumni Fakultas Kehutanan Untan ini.

Yadi berharap, bibit kayu sebagai pakan lebah itu bisa tumbuh sampai besar sebagaimana harapan semua pihak. Bibit kayu itu ditanam dicelah-celah pohon yang sudah ada. Dengan kondisi musim hujan saat ini semoga mendukung pertumbuhan bibit kayu tersebut.

Masih Tersisa 1.780  Bibit Kayu

Berdasarkan pemberitaan di website ini juga, bibit kayu sebanyak 2.220 batang sukses ditanam oleh LPHD Lauk Bersatu. Masih ada 1.780 batang lagi yang akan ditanam di Hutan Produksi Terbatas (HPT). Penanaman bibit pohon ini dalam upaya menjaga habitat lebah agar semakin produktif menghasilkan madu.

Ditargetkan target  tahun 2020 lalu menanam 4000 bibit pohon. Sudah ditanam 2.220 batang. Masih kurang 1.780 batang lagi. Tidak kurang 20 hektar lahan yang akan ditanami. Pada Juli 2020 lalu, program penanaman bibit pohon dimulai. Sebelum kegiatan tersebut, LPHD Lauk Bersatu difasilitasi PRCF Indonesia terlebih dahulu melaksanakan pelatihan Agroforestry. Pihak Kapuas Hulu Utara menjadi instruktur atau trainernya. Warga tergabung dalam LPHD Lauk Bersatu dilatih mulai mencari bibit sampai persemaian. (ros)