Penyebab banjir

Penyebab Banjir di Kabupaten Kapuas Hulu

Penyebab banjir yang sering terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat tidak lain tingginya curah hujan. Debit air hujan turun begitu besar sementara daya resapnya kurang, banjir tak terhindarkan. Ditambah lagi beberapa kota berada di daratan rendah, selalu menjadi langganan banjir.

Pada 2 Oktober 2021, Kota Putussibau, ibukota Kabupaten Kapuas Hulu diguyur hujan lebat. Akibatnya, kota paling timur Kalbar itu mengalami banjir. Pergerakan warga menjadi terjadi. Termasuk tim PRCF Indonesia yang berada di Kota Putussibau, tidak bisa melakukan kegiatan yang telah direncanakan.

Kota putussibau
Kota Putussibau dilanda banjir akibat tingginya curah hujan

Dalam tahun 2021 ini, Kapuas Hulu sudah mengalami beberapa kali banjir besar. Termasuk juga Kota Putussibau. Beberapa desa binaan PRCF Indonesia seperti Nanga Betung, Sri Wangi, Tanjung juga mengalami banjir. Berikut ini beberapa penyebab terjadinya banjir di Kapuas Hulu:

  1. Curah Hujan Tinggi

Hujan yang tidak berhenti cukup lama bisa dipastikan penyebab utama banjir. Tingginya curah hujan, berdampak pada meningkatnya volume air di daratan. Jika air tidak bisa terserap dengan sempurna oleh tanah atau dialirkan ke sungai, kondisi ini bisa menjadi penyebab banjir bandang, terutama di area perbukitan. Kadang juga bisa menyebabkan longsor.

Putussibau
Salah satu sudut Kota Putussibau yang masih banjir di malam hari
  1. Daerah Dataran Rendah

Kapuas Hulu memang banyak daerah pegunungan dan perbukitan. Namun, kebanyakan pemukiman berada di dataran rendah, terutama dekat sungai. Dataran rendah juga bisa menjadi faktor penyebab terjadinya banjir. Ketika air turun dari dataran yang lebih tinggi, tentu akan mengalir ke dataran rendah. Hal inilah yang harus diwaspadai, karena derasnya air tersebut bisa menenggelamkan pemukiman, dan merusak fasilitas pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur.

  1. Penebangan Hutan

Pohon atau tumbuhan berperan penting untuk meresap air yang jatuh ke tanah. Jika terjadi penebangan pohon besar-besaran, dapat berpotensi jadi penyebab terjadinya banjir. Kabupaten Kapuas Hulu masih banyak memiliki hutan, namun setiap tahunnya terjadi perambahan akibat pemukiman, perkebunan, maupun kepentingan komersial lain. Sedikit banyak akibat penebangan hutan berpengaruh terjadinya banjir.

  1. Efek Rumah Kaca

Penyebab terjadinya banjir selanjutnya, kebiasaan membakar sampah, polusi kendaraan, dan asap industri. Beberapa kebiasaan tersebut dapat membuat lapisan ozon semakin meningkat dan memberi dampak yang sangat besar. Ada beberapa dampak buruk akibat polusi udara, seperti meningkatnya karbon dioksida dan perubahan cuaca ekstrem. Selain itu, asap industri juga dapat membuat pemanasan global, yang akhirnya bisa menjadi penyebab terjadinya banjir. (ros)