Perahu motor yang menjadi alat transfortasi utama bagi masyarakat Nanga Lauk

Perahu Motor Transportasi Utama di Nanga Lauk

Perahu motor berjejer di pinggir sungai. Tiap rumah hampir memiliki perahu motor atau long boat. Masyarakat Nanga Lauk tidak bisa dipisahkan dari alat transportasi air tersebut.

Untuk mengunjungi Desa Nanga Lauk Kecamatan Embaloh Hilir Kapuas Hulu, jalan-jalan satunya lewat sungai. Sebab jalan darat belum sepenuh bisa dilewati (proses pembangunan). Ketika melewati sungai, tentu alat transfortasi utamanya adalah perahu motor.

Dalam kesehariannya, masyarakat Nanga Lauk selalu menggunakan perahu motor. Sebagian besar wilayah Nanga Lauk adalah sungai, rawa dan danau. Kebanyakan menggantungkan hidup dari hasil dari sungai seperti ikan. Selain ikan juga madu. Untuk mencari madu juga menggunakan perahu. Karena, lebah madu bersarang di hutan rawa.

PRCF Indonesia melihat kondisi tersebut. Perahu motor alat transportasi vital. Hampir seluruh program konservasi di Nanga Lauk tidak lepas dari perahu terbuat dari kayu tersebut. Untuk itulah, PRCF membantu LPHD Lauk Bersatu untuk pengadaan perahu/long boat. Dengan harapan, operasional LPHD seperti patroli hutan menjadi lancar. Tidak lagi harus sewa perahu orang.

Pengadaan perahu diserahkan kepada LPHD Lauk Bersatu. Dari LPHD ini selanjutnya menunjuk masyarakat yang memiliki kemampuan dalam pembuatan perahu. Masyarakat tentu lebih paham keadaan geografis dan kondisi alam/sungai di desa. LPHD menunjuk Simon untuk membuat perahu tersebut. Beliau termasuk ahli dalam pembuatan perahu.

Proses pembuatan perahu tiga bulan, mulai dari Januari-Maret 2020. Pada Januari, dilakukan pengambilan bahan berupa ramin/timbau, tajok dan senta, linggi luan, kelabang kemudi. Pada Februari dilakukan pengambilan langkan. Jenis bahan yang diambil yaitu kayu mabang, merupakan jenis kayu kelas 1 untuk bahan perahu/long boat.

Bahan yang sudah diambil tidak langsung dipasang, melainkan dijemur selama 3-4 pekan dengan tujuan mengeringkan bahan tersebut. Selanjutnya pembuatan perahu dilakukan pada Maret.

Ukuran perahu atau jukung yang sedang dibuat panjang 10 meter, lebar 1,5 meter, bahan dari kayu mabang, masa pakai lima tahun, kapasitas 20 orang atau 2 ton barang.

Pengadaan mesin speed boat

Mesin speed untuk perahu motor diserahkan oleh Fernando kepada Hamdi
Mesin speed untuk perahu motor diserahkan oleh Fernando kepada Hamdi

Apa artinya perahu tanpa mesin. Tentu tidak bisa bergerak. Kalaupun mau dikayuh, butuh tenaga besar. Perahu sudah dibuat, untuk mesin untuk menggerakkannya. PRCF Indonesia mencarikan solusinya dengan pengadaan mesin speed boat.

Proses pengadaaan mesin dengan survei toko pada 10 Januari 2020. Dilakukan survei di toko menjual mesin speed di Kota Pontianak. Survei tersebut dilakukan oleh Rio Afiat dan Suhartian dari PRCF Indonesia. Survei tersebut dilakukan untuk mengetahui perusahaan yang menyediakan peralatan jenis/merk mesin speed dan harga yang ditawarkan.

Setelah mendapatkan penawar dari tiga toko penjual mesin, pada 15 Januari 2020 mesin dibeli di toko PD Standart Fiber Glass, Jalan Tanjungpura, Pontianak. Pada 26 Januari 2020 penyerahan mesin speed dilakukan di Desa Nanga Lauk. Diserahkan oleh  Fernando Potes (PRCF) kepada Hamdi (LPHD Lauk Bersatu) pada kegiatan kunjungan monitoring program. Penyerahan peralatan tersebut dihadiri oleh pengurus LPHD, pemerintah desa dan masyarakat Desa Nanga Lauk. Dalam penyerahan peralatan tersebut sekaligus ditandatangi dokumen berita acara serah terima barang. (ros)