Perpustakaan Nanga Lauk

Perpustakaan Nanga Lauk Ikut Lomba Kabupaten

Perpustakaan Nanga Lauk yang selama ini dibina oleh PRCF Indonesia akhir mendapatkan perhatian dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kapuas Hulu. Melalui Bidang Arsip telah menunjuk Nanga Lauk untuk mengikuti lomba perpustakaan tingkat kabupaten.

“Mohon disampaikan ke Pak Kades, barusan saya komunikasi sama Kabid Dinas Perpustakaan Kapuas Hhulu bahwa dinas akan menunjuk Desa Nanga Lauk untuk mengikuti lomba tingkat kabupaten. Jika menang akan diutus lomba tingkat provinsi.

Penilaian akan dilakukan pada bulan Maret dengan memerhatikan beberapa kriteria/ketentuan. Pihak dinas akan berkunjung ke Nanga Lauk akhir bulan ini guna memastikan perpustakaan Nanga lauk betul-betul siap untuk dinilai,” pesan via WA disampaikan oleh Almi, Kabid Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kapuas Hulu yang ditujukan kepada Rio Afiat, Program Manager PRCF Indonesia, Selasa (9/2/2021).

Ditunjukkan Nanga Lauk tentu sebuah kehormatan besar bagi Desa Nanga Lauk. Bagi PRCF Indonesia sebagai pendamping, ini menjadi kabar gembira. Sebagai tanda, apa yang telah dilakukan selama ini mendapatkan perhatian dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kapuas Hulu.

“Ditunjuknya Desa Nanga Lauk untuk mengikuti lomba tingkat kabupaten, ini pertama kali. Kita tentu akan mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum adanya penilaian. Kita akan tampilkan yang sebenarnya,” jelas Rio.

Perpustakaan Nanga Lauk
Genarasi muda sedang membaca buku di perpustakaan Gemar Membaca Desa Nanga Lauk

Setelah mendapatkan kabar menggembirakan itu, Rio langsung melakukan konsolidasi terutama dengan pada pengurus perpustakaan. Konsolidasi untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin menjelang kedatangan tim penilai dari kabupaten.

“Hal yang mesti kita persiapkan adalah administrasi, tata kelola pustaka, menyusun rencana kegiatan tahun 2021, inventarisasi aset. Semua akan dirapikan mengikuti standar perpustakaan yang telah ditentukan,” papar Rio.

Apresiasi Tinggi

Nama perpustakaan itu adalah Gemar Membaca. Ketuanya adalah Usman seorang guru di SD dan SMP Satap Nanga Lauk. Beliau selalu aktif mengajak generasi muda Nanga Lauk untuk membaca. Dengan membacalah akan terbuka cakrawala pengetahuan maupun wawasan.

Kepala Desa Nanga Lauk Agus Yanto juga sangat mengapresiasi adanya fasilitasi perpustakaan  oleh PRCF Indonesia. Ini merupakan program strategis mencerdaskan kehidupan bangsa, terutama generasi muda desa dan upaya penyadaran tentang melek teknologi dan literasi. (ros)