PRCF Indonesia mendukung penelitian yang dilakukan Dala Institute dan Universitas Gadjah Mada (UGM) tentang adaptasi perubahan iklim dan tata kelola lahan. Penelitian ini diselenggarakan kelompok Bank Dunia (World Bank). Lokasi penelitian berada di Desa Manggala  Kecamatan Pinoh Selatan, Desa Nanga Siyai Kecamatan Menukung, dan Desa Popai  Kecamatan Ella Hilir.

“Kita sudah melakukan kegiatan wawancara dan diskusi kelompok dengan sejumlah warga Desa Manggala terkait dengan penelitian adaptasi perubahan iklim dan tata kelola lahan, serta studi kasus terkait hutan desa. Setelah dari Manggala, tim melanjutkan melanjutkan wawancara dan diskusi kelompok di Desa Nanga Siyai. Kegiatan terakhir akan dilakukan di Desa Popai dengan wawancara dan diskusi kelompok serta studi kasus tentang PETI,” kata salah satu peneliti dari PRCF Indonesia, Sabtu (9/4/2022).

Tim menjelaskan, penelitian ini diawali dengan melakukan wawancara ke rumah rumah warga desa. Materi wawancara sudah disiapkan dan tinggal menuliskan jawaban dari warga.

PRCF Indonesia
Suasana pertemuan dengan warga Desa Manggala untuk mendapatkan data terkait dengan adaptasi perubhanan iklim dan tata kelola lahan

Warga diminta untuk menjawab secara jujur. Tidak ada intervensi dari pihak manapun. Dengan jawaban dari warga itu nantinya bisa menggambarkan seperti ada soal adaptasi perubahan iklim dan tata kelola lahan di desa tersebut.

Sejumlah warga yang telah diwawancarai kemudian dikumpulkan dalam satu ruangan untuk dilakukan diskusi kelompok. Setelah itu wawancara kembali untuk melihat pengaruh penyampaian materi berupa video dan diskusi kelompok yang telah dilakukan. Materi wawancara sudah disiapkan dan tinggal menuliskan jawaban dari warga.

Penelitian dilakuka  secara partisipatif. Kegiatan penelitian dilakukan dari 1 – 14 April 2022. Untuk saat ini, tim peneliti baru saja menyelesaikan kegiatan itu di Desa Manggala dan Nanga Siyai. Setelah itu, menyusul Desa Popai.

Adaptasi Perubahan Iklim

Adaptasi perubahan iklim merupakan salah satu respon yang dilakukan oleh manusia dalam menghadapi perubahan iklim. Menurut NASA (The National Aeronautics and Space Administration) hal ini merupakan salah satu bentuk respon terhadap perubahan iklim selain mitigasi.

Adaptasi dilakukan untuk mengurangi kerentanan terhadap efek perubahan iklim. Karena tingkat kejenuhan karbon yang cukup tinggi dan waktu tinggal karbon di atmosfer memakan waktu ratusan tahun, maka bumi juga perlu waktu yang lama untuk kembali ke suhu normal. Oleh karena itu, pemanasan global tidak hanya akan memberi dampak pada generasi saat ini, namun juga generasi-generasi selanjutnya.Dengan dilakukannya adaptasi, diharapkan kemampuan manusia menghadapi perubahan iklim dapat meningkat seiring dengan usahanya dalam mengurangi pemanasan global. (ros)