Didirikan pada tahun 1995, PRCF (People Resources and Conservation Foundation) adalah non-pemerintah, non-keanggotaan, organisasi non-profit yang didirikan di Amerika Serikat, di bawah Pasal 501 (c) (3) dari US Internal Revenue Code. Tujuan PRCF tertanam dalam Pernyataan Misi tersebut; ‘Untuk memperkuat partisipasi lokal dalam konservasi keanekaragaman hayati dan ekosistem fungsi, melalui langkah-langkah yang membahas perlindungan dan pemanfaatan secara bijak sumber daya alam, dan pengembangan sosial ekonomi dan revitalisasi budaya masyarakat yang terkena dampak. Sejak awal, PRCF telah berkembang dan sekarang beroperasi di beberapa negara di Asia Tenggara, sebagai federasi Program Negara semi-otonom. Anggota PRCF Federasi mengawasi proyek-proyek prioritas kecil dan tinggi, akhirnya menjadi organisasi non-pemerintah independen yang terdaftar secara nasional, seperti Yayasan PRCF Indonesia.

PRCF-Indonesia telah terdaftar sebagai lembaga yang berbadan hukum Republik Indonesia pada tanggal 20 Oktober 2000, melalui notaris Eddy Dwi Pribadi, S.H., Akte nomor 93, Sabtu, 20 Oktober 2000. Nomor Registrasi Pendaftaran di Kantor pengadilan Negeri Pontianak; 08/YYPend./2001, pada hari Rabu, tanggal 31 Januari 2001 dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 1.858.891.3.701.

Dalam upaya mendorong profesionalisme pengelolaan organisasi, maka pada hari Rabu, tanggal 22 November 2002 melalui notaris Eddy Dwi Pribadi, S.H., dengan nomor surat akte 55 Tahun 2002, bentuk organisasi PRCF-Indonesia berubah menjadi Yayasan PRCF-Indonesia.

PRCF-Indonesia lahir dari upaya untuk mempertegas eksistensi dari sebagian orang yang memiliki kepedulian dan ingin berperan aktif dalam:

  1. Mencari solusi dan berkontribusi dengan beberapa alternatif terhadap upaya konservasi sumber daya alam secara berkelanjutan.
  2. Melakukan proses peningkatan kesadaran kritis dan mempromosikan kepedulian masyarakat dalam upaya perlindungan dan pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana.
  3. Menggali dan menghidupkan kembali kearifan lokal dalam upaya memperkuat identitas budaya masyarakat.
  4. Mendorong terlaksananya proses pemberdayaan dan pengembangan sosial ekonomi Masyarakat secara mandiri.