Berbagi pengalaman dalam pengelolaan hutan dilakukan LPHD Lauk Bersatu di Sungai Ajung dan Sungai Abau Desa Sepandan Kecamatan Lanjak Kapuas Hulu, 19 November 2021. PRCF Indonesia ikut mendampingi kegiatan ini.

“Setahun lebih kita melakukan pendampingan pengelolaan hutan di Desa Nanga Lauk Kecamatan Embaloh Hilir. Banyak pengalaman didapat tidak hanya PRCF Indonesia sendiri, melainkan LPHD Lauk Bersatu juga,” jelas Manager Program PRCF Indonesia, Rio Afiat saat melakukan berbagi pengalaman di Desa Sepandan.

Diungkapkan Rio, Desa Sepandan juga memiliki hutan desa, sama dengan Desa Lauk. Bedanya, Desa Sepandan belum memiliki program konservasi yang didampingi pihak ketiga. Desa ini juga sudah memiliki LPHD, namun tidak seaktif LPHD Lauk Bersatu yang rutin melakukan program regularnya.

“Dari pengalaman di Nanga Lauk, kita berbagi dalam hal pengelolaan hutan. Dari pengalaman yang kita paparkan di hadapan perwakilan Desa Sepandan, mereka sangat tertarik dan berharap PRCF bisa mendampingi mereka dalam pengeloaan hutan desa,” jelas Rio.

Berbagi pengalaman
Rio Afiat (kanan) saat berdiskusi dengan Yosep Hasan (tengah) Ketua LPHD Sungai Ajau dan Arsyad dari LPHD Lauk Bersatu

Dalam kesempatan itu, Rio ikut menghadirkan Arsyad, Sekretaris LPHD Lauk Bersatu. Arsyad diminta untuk menceritakan pengalamannya dalam pengelolaan hutan desa. Ia menceritakan soal program penguatan kelembagaan, patroli hutan, sampai soal livelihood, sampai pengelolaan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) yang selama ini banyak dilakukan LPHD Lauk Bersatu.

Memiliki Hutan Desa

Desa Sepandan sendiri memiliki 3.500 hetare hutan desa. Menurut Ketua LPHD Sungai Ajung Desa Sepandan, Yosep Hasan, pihaknya sudah melakukan pengelolaan hutan desa sejak tahun 2018 lalu. Aktivitas yang banyak dilakukan berupa rehabilitasi lahan. Dia berharap, LPHD Sungai Ajau bisa melakukan penguatan kelembagaan dan SDM, peningkatan ekonomi, pendampingan intensif dan kebutuhan dasar sebagai sebuah lembaga seperti sekretariat, peralatan kantor dan sebagainya.

Desa ini memiliki luas 19 ribu hektare, terdiri dari perbukitan, dataran tinggi dan gambut. Terdiri dari 4 dusun 6 RT. Dusun Nanga Ngau dan Dusun Ganti. Jumlah penduduknya 270 jiwa dengan 125 KK. Hal sangat miris dari ini, sampai saat ini  belum pernah menikmati terangnya lampu dari PLN. (ros)