Wisata panen madu di Nanga Lauk

Wisata Panen Madu Mulai Digagas di Nanga Lauk

Wisata panen madu di Desa Nanga Lauk Kapuas Hulu. Sangat menarik dan belum pernah dilakukan sebelumnya. Hal ini terungkap dalam rapat bulanan PRCF Indonesia, Selasa (17/11/2020) lalu.

“Saya ada usul untuk mengadakan kegiatan wisata panen madu. Sebelumnya tidak ada. Dengan kegiatan ini bisa menumbuhkan ekowisata di Nanga Lauk,” kata Program Manager PRCF Indonesia, Rio Afiat dalam rapat bulan tersebut.

Menurut Rio, madu merupakan komoditas andalan bagi masyarakat Nanga Lauk. Setiap tahunnya ada puluhan ton madu berkualitas tinggi dihasilkan dari hutan desa. Selama ini juga masyarakat di luar Nanga Lauk hanya menikmati madunya saja, tapi tidak pernah melihat secara langsung proses memanennya.

“Usulan ini akan saya sampaikan ke LPHD Lauk Bersatu. Semoga usulan ini bisa diterima oleh LPHD. Apabila diterima, tentunya LPHD yang akan mengimplementasikan nanti. KUPS Madu dan KUPS Ekowisata yang sudah terbentuk tentu memiliki peran besar apabila usulan ini diterima,” papar pria kelahiran Jawai Sambas ini.

Apabila gagasan wisata panen madu ini diterima, diperkirakan Februari 2021 akan digelar. Karena pada bulan itulah biasanya warga Nanga Lauk panen madu hutan. Secepatnya gagasan ini disampaikan ke LPHD. “Saya berharap bisa terwujud dan ini even menarik dan belum pernah digelar di Kapuas Hulu,” ujarnya.

Paket Wisata

Gagasan Wisatan Panen Madu lebah hutan sungguh menarik. Bisa dijadikan paket wisata. Direktur Utama PRCF Indonesia, Imanul Huda merespon positif gagasan tersebut. Dia menganjurkan untuk bekerja sama dengan pihak travel dan Pemkab Kapuas Hulu.

“Bisa dijadikan paket wisata. Saya menyarankan untuk bekerja sama dengan pihak travel wisata. Karena mereka pengalaman dalam mengelola paket wisata seperti ini. Nanti, tinggal dibicarakan dengan LPHD agar gagasan ini bisa terealisasi,” kata Imanul.

Paket wisata panen madu hutan yang digagas tersebut dikhususkan untuk orang di luar Nanga Lauk. Sasarannya bagi wisatawan yang suka dengan wisata alam. Akan dirancang mulai dari penerbangan dari Pontianak ke Putussibau. Dari Putussibau nanti dibawa ke Nanga Lauk dengan menyusuri sungai.

Tiba di Nanga Lauk, sudah disiapkan akomodasi serta konsumsi. Mereka akan dijamu layaknya sebagai tamu istimewa. Setelah beristirahat, barulah diajak ke hutan untuk panen madu. Keselamatan wisatawan dari sengatan lebah tentu dipikirkan. Sampailah proses panen madu. Terakhir, madu itu bisa menjadi oleh-oleh spesial dari Nanga Lauk. (ros)