Keberadaan orangutan di Provinsi Kalimantan Barat patut terus diperhatikan keberadaannya. Hal ini mengingat semakin massifnya deforestasi maupun degradasi hutan. Apabila tidak ada upaya, bukan tidak mungkin keberadaan orangutan bisa punah.

Harus punya komitmen untuk mencegah agar orangutan tidak punah, tidak menjadi sebuah cerita untuk generasi akan datang. Berikut ini ada delapan langkah mencegah kepunahan orangutan di Provinsi Kalimantan Barat sebagai berikut:

1. Perlindungan Habitat:

Salah satu langkah terpenting adalah melindungi dan memulihkan habitat alami orangutan, yaitu hutan hujan tropis. Menghentikan deforestasi ilegal, perambahan hutan, dan konversi lahan hutan menjadi perkebunan atau ladang sangat penting. Pendekatan terpadu yang menggabungkan perlindungan taman nasional, kawasan konservasi, dan pengelolaan berkelanjutan adalah kunci.

2. Penegakan Hukum

Hukuman yang tegas harus diterapkan terhadap perburuan ilegal dan perdagangan orangutan atau bagian-bagiannya. Kolaborasi dengan lembaga penegak hukum dan kepolisian penting untuk memberantas praktik ilegal ini. Sosialisasi bahwa orangutan hewan dilindungi untuk terus dilakukan.

3. Pengelolaan Konflik Manusia-Orangutan

Karena perambahan habitat, orangutan seringkali berhadapan dengan manusia di daerah pedesaan.Pengembangan solusi untuk mengurangi konflik, seperti pendidikan kepada masyarakat tentang cara berinteraksi dengan orangutan dan pemberian alternatif sumber pangan, dapat membantu.

3. Rehabilitasi dan Pelepasliaran

Organisasi konservasi terlibat dalam program rehabilitasi bagi orangutan yang terluka atau ditangkap ilegal. Orangutan yang telah melewati proses rehabilitasi kemudian dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya. Kalbar sendiri memiliki Bukit Baka di Kabupaten Sintang dan di sini dilakukan pelepasliaran orangutan.

4. Pendidikan dan Kesadaran Masyarakat

Meningkatkan pemahaman masyarakat lokal dan global tentang pentingnya menjaga orangutan dan habitatnya melalui program edukasi dan kampanye kesadaran. Melibatkan masyarakat dalam upaya konservasi dapat membuat perubahan yang signifikan.

5. Kolaborasi Internasional

Masalah konservasi orangutan melibatkan banyak negara dan organisasi. Kolaborasi internasional dapat menghasilkan sumber daya, pengetahuan, dan dukungan yang lebih luas untuk upaya konservasi.

6. Penelitian dan Monitoring

Studi ilmiah terus dilakukan untuk memahami perilaku, ekologi, dan kesehatan orangutan. Monitoring populasinya membantu dalam mengukur efektivitas upaya konservasi.

7. Pengurangan Perubahan Iklim

Upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dapat membantu melindungi habitat alam orangutan dari dampak perubahan iklim yang merusak. Penanaman pohon di lahan kosong sebagai upaya untuk itu.

8. Dukungan Keuangan

Memberikan dukungan keuangan kepada organisasi konservasi yang berfokus pada orangutan dapat membantu mereka melaksanakan upaya konservasi. Dukungan keuangan tidak hanya dari pemerintah, melainkan dari lembaga donor yang serius dalam hal konservasi atau isu lingkungan hidup.

Langkah-langkah ini memerlukan kerja sama lintas sektor dan komitmen jangka panjang dari pemerintah, organisasi konservasi, masyarakat, dan individu. Dengan usaha bersama, masih ada harapan untuk menjaga keberlanjutan populasi orangutan di alam liar. (ros)