Berbagi pengalaman mengelola hutan desa. Ungkapan ini cocok disematkan pada limat mahasiswa Fakultas Kehutanan Untan yang sedang mengikuti Kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Mereka ditempatkan di desa dampingan PRCF Indonesia di Kabupaten Kapuas Hulu.

Para mahasiswa yang selama ini berkutat di bangku kuliah, sudah saatnya menimba pengalaman di lapangan. Mereka ditempatkan di Desa Tanjung, Nanga Betung, Sri Wangi, Nanga Jemah, dan Penepian Raya. Selama lebih dari satu bulan para mahasiswa itu terlibat dalam kegiatan lapangan yang berhubungan dengan pelestarian hutan dan pengembangan masyarakat lokal.

Para mahasiswa mulai maggang dari 18 Maret sampai Juni 2024. Pada Selasa, 19 Maret mereka sudah berangkat menuju lokasi didampingi para pengurus PRCF Indonesia. Kelima mahasiswa itu adalah Syarifah Hamda Salsabina, Tio Sapat, Aprianto Januarius Regie, Erlangga Pratama, dan Nurus Shaulatiah.

Mereka juga berangkat menuju negeri Uncak Kapuas. Di sanalah nanti mereka bisa melihat secara langsung Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) dalam mengelola hutan desa. Sejumlah program LPHD yang selama ini dijalankan di antaranya meningkatkan kapasitas, patroli hutan, livelihood, agroforestry, ekowisata. Semua itu akan dilihat secara langsung pengelolaan untuk dijadikan pengetahuan.

Selama ini mereka lebih banyak mendapatkan ilmu pengetahuan secara teori. Mereka dikenalkan hutan beserta flora dan faunanya. Namun, mereka jarang melihat secara intensif seperti apa hutan itu sebenarnya. Lewat MBKM ini, mereka akan mencocokkan teori dan pengalaman di lapangan.

Tujuan dan Manfaat MBKM

Dalam situs kampusmerdeka.kemdikbud.go.id dijelaskan tujuan dari MBKM untuk meningkatkan kualitas dan relevansi lulusan Perguruan Tinggi (PT) dengan kebutuhan zaman dan dunia kerja. Artinya, mereka yang mengikuti MKBM bisa mendapatkan kualitas lulusan yang relevan dengan dunia kerja terutama di bidang konservasi maupun kehutanan. Kemudian, mereka juga disiapkan menjadi lulusan pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berkepribadian. Selain itu, mereka diberikan otonomi mengelola dan memilih program pendidikan yang sesuai dengan minat dan bakat. Karena mereka para rimbawan, diharapkan memiliki minat dan bakat dalam pengelolaan hutan.

Manfaat dari MBKM, para mahasiswa itu memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas di luar program studi. Mengembangkan soft skills dan hard skills yang dibutuhkan dunia kerja. Memperkuat kemandirian dan tanggung jawab  dalam belajar, memperluas jaringan dan koneksi dengan profesional di berbagai bidang, serta memperoleh kesempatan untuk mengeksplorasi minat dan bakat. (ros)