Jajaran pelaksana program Rimba Pakai Kemuka Ari PRCF Indonesia mengadakan buka puasa bersama dengan pengurus LPHD Pundjung Batara Desa Nanga Betung Kapuas Hulu, Rabu (20/3/2024). Lokasi berbuka di Kantor LPHD Pundjung Batara.

“Kebetulan kita semua berpuasa. Setelah menempuh perjalanan jauh, ternyata pihak LPHD Pundjung Batara sudah menyiapkan acara buka puasa bersama. Sungguh suatu kehormatan bisa dijamu oleh kawan-kawan LPHD,” kata Manager Program Rimba Pakai Kemuka Ari, Ir Ali Hayat usai berbuka puasa, Selasa (3/20/2024).

Dijelaskan alumni Fakultas Kehutanan Untan ini, kegiatan buka puasa bersama ini memiliki makna yang sangat penting dalam meningkatkan rasa kebersamaan dan kekompakan di antara para pengurus. “Kami percaya bahwa kebersamaan adalah kunci kesuksesan dalam menjalankan berbagai program pembangunan, terutama dalam upaya pelestarian lingkungan,” katanya.

Dalam suasana yang penuh kehangatan dan keakraban, buka pausa dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai ide dan gagasan yang konstruktif dalam rangka meningkatkan efektivitas program-program yang sedang dijalankan oleh kedua lembaga tersebut. PRCF Indonesia merupakan pendamping LPHD Pundjung Batara dalam mengelola hutan desa.

“Kebetulan kita ada kegiatan di Nanga Betung dalam beberapa hari ke depan. Lewat momen buka puasa ini untuk mengumpulkan energi menghadapi kegiatan itu. Malam ini kita beristirahat, esok mulai dilakukan kegiatan sesuai rencana,” tambah Hayat.

Menjalin Hubungan Baik

Acara buka puasa bersama ini menjadi ajang untuk menjalin hubungan baik antar sesama pengurus. Pihak LPHD sebagai pelaksana program perlu bimbingan PRCF Indonesia agar sesuai rencana.”Dengan berkumpul bersama dalam suasana yang santai seperti ini, kami merasa lebih terhubung satu sama lain. Ini memberi kami energi tambahan untuk terus berjuang demi kemajuan desa dan lingkungan,” tambah Hayat.

“Saya pribadi  mengucapkan terima kasih kepada LPHD bisa menggelar buka puasa bersama. Menariknya digelar di kantor sendiri. Kebetulan kantor LPHD memang baru selesai dibangun. Terlihat luas dan besar. Ini sebagai tanda LPHD mulai menciptakan kemandirian yang nantinya bisa bermanfaat bukan hanya untuk pengurusnya melainkan untuk masyarakat Desa Nanga Betung,” ujar Hayat. (ros)