Lebah kelulut atau lebah tanpa sengat adalah salah satu jenis lebah dari suku Meliponini. Bagian tubuhnya tidak memiliki organ yang berfungsi sebagai sengat. Tubuh kelulut memiliki panjang sekitar 3-4 milimeter. Bagian tubuh yang seharusnya menjadi sengat pada kelulut mengalami reduksi sehingga tidak dapat difungsikan.

Kelulut memiliki kemampuan untuk menghasilkan madu dengan jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan lebah hutan. Kemampuan lain yang dimiliki oleh kelulut ialah mampu menghasilkan propolis dan roti lebah. Habitat kelulut ditemukan di seluruh wilayah di dunia. Kelulut merupakan salah satu jenis serangga yang hidup berkelompok dengan membentuk koloni. Satu koloni kelulut dapat berjumlah antara 300 sampai 80.000 lebah. Koloni kelulut banyak ditemukan di daerah tropika dan subtropis, khususnya di kawasan Amerika Selatan, Australia dan Asia Tenggara.

Madu kelulut
Salah satu budidaya madu kelulut yang dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat

Belakangan, lebah kelulut semakin ramai dibudidayakan oleh masyarakat. Termasuk di Kalimantan Barat. Banyak petani mulai ramai membudidayakan lebah jenis ini. Salah satu keuntungannya, dalam setahun bisa panen lebih dari lima kali. Sementara madu hutan, kebanyakan hanya sekali panen.

Bagaimana cara budidaya lebah kelulut dari awal sampai menghasilkan madu? Berikut ini beberapa tahapannya:

  1. Persiapan rumah lebah madu. Rumah lebah madu kelulut atau disebut stup dapat dibuat dari berbagai bahan seperti kayu, bambu, dan potongan batang pohon. Pastikan rumah lebah madu memiliki lubang masuk yang cukup besar untuk memudahkan lebah masuk dan keluar. Lubang masuk juga harus dilengkapi dengan sarang lebah madu.
  2. Persiapan sarang lebah madu. Sarang lebah madu kelulut dapat dibuat dari berbagai bahan seperti kayu, bambu, dan potongan batang pohon. Pastikan sarang lebah madu memiliki ukuran yang sesuai dengan rumah lebah madu. Sarang lebah madu juga harus dilengkapi dengan lubang masuk dan keluar.
  3. Memilih bibit lebah yang unggul. Pilih bibit lebah yang sehat dan kuat. Pastikan bibit lebah yang dipilih bebas dari penyakit dan parasit. Untuk mencari bibit lebah, ada yang mencarinya di hutan. Ada juga dari penjual. Ketersediaan bibit masih cukup mudah ditemukan.
  4. Perawatan lebah madu. Lebah madu kelulut membutuhkan perawatan yang baik agar tetap sehat dan produktif. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan lebah madu antara lain memberikan makanan tambahan, membersihkan sarang lebah madu secara berkala, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
  5. Penggembalaan lebah madu. Penggembalaan lebah madu kelulut dapat dilakukan dengan cara memindahkan sarang lebah madu dari satu tempat ke tempat lain. Hal ini dilakukan untuk memperoleh sumber nektar dan polen yang lebih baik.
  6. Masa panen. Masa panen lebah madu kelulut dapat dilakukan setelah sarang lebah madu terisi penuh dengan madu. Panen dilakukan dengan cara memotong sarang lebah madu dan memeras madunya.
  7. Pengemasan (packing) dan penjualan madu. Buatlah kemasan semenarik mungkin agar pembeli bisa tertarik. Lalu, untuk pemasaran lakukan promosi baik lewat media sosial maupun dari mulut ke mulut. (ros)