Persoalan lingkungan hidup menjadi isu sensitif dunia. Demikian juga Provinsi Kalimantan Barat, setiap tahun selalu muncul isu tersebut. Ada lima persoalan lingkungan hidup yang sering muncul, yakni kebakaran hutan, banjir dan longsor, abrasi pantai, pencemaran air dan tanah, serta menurunnya keanekaragaman hayati.

Untuk tahap pertama, dibahas persoalan lingkungan hidup, kebakaran hutan. Bila musim panas tiba, sejumlah hutan di Kalbar dipastikan terbakar. Beberapa faktor yang menyebabkan kebakaran hutan di wilayah ini antara lain:

  1. Cuaca Ekstrem. Musim kemarau yang panjang dan kering dapat menciptakan kondisi yang ideal untuk kebakaran hutan. Rendahnya curah hujan dan angin kencang dapat memicu api untuk cepat menyebar.
  2. Pembukaan Lahan. Praktik pembukaan lahan dengan cara membakar merupakan salah satu faktor utama kebakaran hutan di Kalimantan Barat. Beberapa petani dan perusahaan kelapa sawit melakukan pembakaran hutan untuk membersihkan lahan dan memperluas area pertanian atau perkebunan mereka.
  3. Aktivitas Manusia. Aktivitas manusia seperti pembakaran sampah yang tidak terkendali, pembakaran lahan untuk mencari emas, atau aktivitas ilegal lainnya dapat menyebabkan kebakaran hutan.

Dampak Kebakaran

Dampak dari kebakaran hutan di Provinsi Kalimantan Barat sangat merugikan, baik bagi lingkungan maupun masyarakat setempat. Beberapa dampaknya antara lain:

  1. Kerusakan Ekosistem. Kebakaran hutan menghancurkan vegetasi dan habitat alami, mengurangi keanekaragaman hayati, dan merusak ekosistem yang penting bagi kelangsungan hidup flora dan fauna.
  2. Polusi Udara. Asap dari kebakaran hutan mengandung partikel-partikel berbahaya yang dapat mencemari udara dan berdampak negatif pada kesehatan manusia, terutama pada saluran pernapasan.
  3. Kerugian Ekonomi. Kebakaran hutan dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan, baik secara langsung (kerugian infrastruktur dan properti) maupun tidak langsung (dampak negatif pada sektor pariwisata, pertanian, dan kehutanan).

Pemerintah dan berbagai organisasi serta komunitas di Kalimantan Barat sedang berupaya untuk mencegah dan mengatasi kebakaran hutan. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi peningkatan pengawasan dan penegakan hukum, penyuluhan kepada masyarakat tentang praktik pertanian yang ramah lingkungan, serta penguatan upaya pengelolaan hutan dan rehabilitasi lahan yang terbakar.

Penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan, serta bekerja sama untuk mencegah kebakaran hutan di Provinsi Kalimantan Barat dan di seluruh Indonesia. (ros)