PRCF Indonesia akan menggelar Pelatihan Anggota KUPS Air Minum di Desa Nanga Betung Kapuas Hulu. Pelatihan ini direncanakan pada 13 – 15 November 2023 di Aula FKUB Putussibau. Tujuan utamanya, strategi pengembangan usaha berbasis komunitas.

“KUPS Air Minum sudah berdiri di Desa Nanga Betung. Bagaimana usaha ini bisa berkembang dan memberikan kontribusi besar tidak hanya bagi KUPS sendiri, melainkan untuk masyarakat Nanga Betung juga,” kata Fasilitator Livelihood PRCF Indonesia, Masudi SE, Rabu (8/11/2023).

Dijelaskannya, dalam pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat, salah satu pilar yang menjadi poin penting yaitu kesejahteraan masyarakat. Upaya untuk kesejahteraan itu dengan usaha berbasis hasil hutan bukan kayu yang dikelola secara berkelompok yang dalam nomenklatur perhutanan sosial disebut dengan kelompok usaha perhutanan sosial (KUPS).

“Pengelolaan usaha berbasis komunitas ini tentunya menjadi konsen multipihak baik pemerintah, swasta maupun masyarakat itu sendiri. Hal ini mengingat keterbatasan informasi dan pengetahuan yang pada kondisi tertentu masyarakat pengelola perhutanan sosial kesulitan akses internet dan infrastruktur,” jelas Masudi.

Karena tujuannya profitabilitas, maka menjadi penting kapasitas pelaku memadai untuk menjalankan usaha tersebut. Diantaranya, manajemen usaha, produktivitas tinggi, produk yang diminati pasar, pembukuan keuangan yang transparan dan akuntabilitas. Intinya adalah bagaimana usaha yang dikembangkan berorientasi profit dengan tidak mengenyampingkan bisnis yang adil dan fair trade.

“Maka dari itu, melalui program konservasi yang diinisiasi oleh PRCF Indonesia, akan diadakan pelatihan pengembangan usaha komunitas. Selain itu, kita melakukan pelatihan pembukuan keuangan berbasis android bagi staf pelaksana program dan kelompok dampingan guna mendorong pengembangan usaha KUPS di desa-desa dampingan,” ungkap pria kelahitan Sambas ini.

Tujuan dari pelatihan ini, meningkatkan pengetahuan prinsip-prinsip dasar dan strategi pengembangan usaha berbasis komunitas. Kemudian, meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan analisis bisnis menggunakan metode SWOT dan BMC. Lalu, meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan manajemen keuangan usaha. Terakhir, meningkatkan kemampuan peserta dalam mencatat pembukuan keuangan berbasis axcel dan andriod (Si Apik).

Peserta Pelatihan

Tidak hanya anggota KUPS Air Minum Nanga Betung, ada juga peserta utusan KUPS Desa Nanga Lauk 5 orang, LPHD Pundjung Batara 2 orang, LPHD Lauk Bersatu 2 orang, LPHD / KUPS Desa Sri Wangi, 2 orang, LPHD / KUPS Desa Nanga Jemah 2 orang, LPHD / KUPS Desa Tanjung 2 orang, LPHD / KUPS Desa Penepian Raya 2 orang. Staf PRCF sendiri ada 12 orang.

Sementara pemateri utama tentang Pengantar Bisnis Komunitas disampaikan oleh Fifiyati, S.Hut. Materi tentang pembukuan keuangan berbasis excel oleh Hatta SM,S.Hut. Selebihnya banyak praktik. (ros)