Dalam rangka mendukung program rehabilitasi hutan dan penanaman hutan rakyat, Lembaga Desa Pengelola Hutan (LDPH) Bukit Belang menyelenggarakan Pelatihan Pembibitan Tanaman Hutan, 20 – 24 Mei 2024. Pelatihan ini dilaksanakan di Persemaian Permanen Nanga Pinoh, BPDAS Kapuas. Ini sebagai bagian dari program “Rimba Pakai Kemuka Ari” yang didanai oleh Lestari Capital.

Desa Tanjung, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu, memiliki Hutan Desa (HD) seluas 2.520 hektar, di mana terdapat areal terbuka yang memerlukan upaya restorasi. Program rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) akan dilaksanakan dalam kurun waktu lima tahun, dengan fokus pada restorasi 50 hektar lahan hutan yang terbuka. Setiap tahunnya, akan dilakukan penanaman di area seluas 10 hektar dengan target 400 tanaman per hektar.

Perseonel Lembaga Desa Pengelola Hutan (LDPH) Bukit Belang didampingi pengurus PRCF Indonesia saat berada di Persemaian Permanen Nanga Pinoh
Seorang personel dari Lembaga Desa Pengelola Hutan (LDPH) Bukit Belang sedang praktik di Persemaian Permanen Nanga Pinoh, KPH Melawi

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat Desa Tanjung yang terlibat dalam Tim RHL. Mereka akan dilatih dalam teknik pembibitan, penanaman, dan pemeliharaan tanaman hutan. Hal ini sangat penting mengingat kebutuhan bibit yang tinggi dan persemaian yang ada tidak selalu dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Sering kali, bibit yang dibeli dari pasaran tidak memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga tingkat kematian tanaman menjadi tinggi.

Selain itu, perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan tentang pembibitan tanaman hutan terus berkembang. Pelatihan ini diharapkan dapat memperbarui pengetahuan dan keterampilan peserta, sehingga mereka dapat menerapkan teknik-teknik terbaru dalam menghasilkan bibit berkualitas tinggi.

Mendukung Rehabilitasi Hutan

Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kualitas dan produksi bibit tanaman hutan, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Dengan demikian, mereka dapat berperan aktif dalam kegiatan pembibitan tanaman hutan, mendukung program rehabilitasi hutan, dan menjaga kelestarian hutan di Indonesia.

Metodologi pelatihan meliputi penjabaran materi, sesi tanya jawab, diskusi, praktik, simulasi, dan kunjungan lapangan. Pelatihan ini dipimpin oleh Sy Y Hadinata, Fasilitator Penguatan Kelembagaan dari PRCF Indonesia, dengan narasumber dari BPDAS Kapuas. Peserta pelatihan terdiri dari enam orang, yaitu satu orang dari Seksi Rehabilitasi LDPH Bukit Belang dan lima orang dari Tim RHL LDPH Bukit Belang. Selain itu, terdapat tiga pendamping dari PRCF Indonesia, yaitu Ardian Arista, Yadi Purwanto, dan Sy Y Hadinata.

Dengan pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat menghasilkan bibit tanaman hutan yang berkualitas, yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan dari hasil penjualan bibit dan berkontribusi pada program rehabilitasi hutan dan penanaman hutan rakyat. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat menjaga kelestarian hutan dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (ros)