PRCF Indonesia sukses menyelenggarakan Pelatihan Dasar Pembukuan Usaha (KUPS) di Kantor Cabang PRCF di Putussibau, Kapuas Hulu. Penanggung jawab pelatihan ini, Masudi SE, Fasilitator Livelihood PRCF Indonesia. Acara ini merupakan bagian dari upaya terus-menerus untuk memberdayakan anggota KUPS.

Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) anggota KUPS. Ini dilakukan melalui pemahaman yang lebih baik tentang dasar-dasar akuntansi dan pembukuan usaha. Harapannya mereka dapat meningkatkan laporan keuangan KUPS secara signifikan. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk mempersiapkan anggota KUPS secara mandiri agar dapat mengelola pembukuan usaha mereka dengan lebih efektif.

“Kita menghadirkan narasumber Pak Hatta Siswa Mahyaya, pakar di bidang pengelolaan hasil hutan bukan kayu. Banyak melakukan pembinaan usaha kecil menengah. Sangat pas untuk membimbinga pelaku KUPS dalam meningkatkan usahanya,” kata Masudi.

Peserta pelatihan berasal dari KUPS Air Minum Desa Tanjung, KUPS Silvofishery Desa Nanga Jemah, KUPS Bambu Desa Sri Wangi, dan KUPS Air Minum Desa Nanga Betung. Dengan campur aduknya anggota dari berbagai KUPS. Pelatihan ini menjadi ajang yang ideal untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman antar sesama pelaku usaha kecil.

Salah satu fokus utama dari pelatihan ini adalah meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan pencatatan transaksi penjualan. Diharapkan bahwa setelah mengikuti pelatihan ini, anggota KUPS akan lebih terampil dalam mengelola dan melacak transaksi keuanganlebih efisien dan akurat. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan dan keberlanjutan KUPS.

PRCF Indonesia
Peserta dari KUPS sedang mengikuti Pelatihan Dasar Pembukuan Usaha KUPS di Kantor Cabang PRCF Indonesia di Putussibau Kapuas Hulu

“Saya berharap, setelah pelatihan ini, apa yang telah disampaikan bisa diaplikasikan di lapangan. Memang banyak tantangan, tapi semua bisa diatasi bila seluruh pengurus kompak dan serius mengurusi bisnis ini,” harap pria kelahiran Sambas ini.

Pengembangan Ekonomi Lokal

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari peserta. Mereka menyatakan bahwa pelatihan tersebut memberikan wawasan baru dan keterampilan praktis yang akan mereka terapkan dalam menjalankan usaha mereka di masa depan.

Secara keseluruhan, pelatihan itu merupakan langkah positif dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas anggota KUPS. Diharapkan bahwa dengan adanya pelatihan seperti ini, KUPS di wilayah tersebut dapat berkembang lebih baik lagi dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi komunitas lokal.

“Hal yang terpenting menjadikan KUPS sebagai usaha dengan memanfaatkan sumber daya alam di sekitar hutan. Dari usaha itu harapan terbesarnya adalah warga bisa mandiri,” pungkas alumni Universitas Muhammdiyah Pontianak ini. (ros)