PRCF Indonesia akan menggelar rapat evaluasi program Rimba Pakai Kemuka Ari” di Hotel Ibis Pontianak, 28 hingga 30 Mei 2024. Acara ini akan dihadiri oleh 55 peserta, termasuk pejabat pemerintahan, akademisi, serta perwakilan masyarakat dan lembaga yang terlibat dalam program ini.

“Kita telah menjalankan program ini sudah dua tahun berjalan. Setiap tahun kita selalu melakukan rapat evaluasi. Kali ini rapat evaluasi kedua dan semoga berjalan lancar,” kata Manager Program, Ir Ali Hayat di sela-sela gladiresik rapat persiapan evaluasi di Hotel Ibis, Selasa malam (28/5/2024).

Dijelaskan Hayat, sapaan akrabnya, Program Rimba Pakai Kemuka Ari, yang didanai oleh Lestari Capital dan diorganisir oleh Yayasan PRCF Indonesia, bertujuan untuk memberdayakan masyarakat lokal dalam mengelola Hutan Desa secara berkelanjutan dengan memanfaatkan kearifan lokal. Program ini berlangsung selama 25 tahun, dari Juni 2022 hingga Mei 2047, dan berfokus pada penguatan tata kelola kelembagaan, perlindungan dan pengawasan hutan, serta pemberian insentif kepada masyarakat.

“Rapat evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program selama tahun kedua. Kemudian, mengidentifikasi kendala yang terjadi dan merumuskan upaya mitigasi untuk tahun ketiga. Lalu, untuk mendapatkan masukan dari para pihak terkait pelaksanaan program,” jelas Hayat.

Selama dua tahun pelaksanaan, program telah mencapai banyak target dalam penguatan tata kelola dan pengawasan hutan. Namun, kegiatan restorasi hutan dan pengembangan alternatif mata pencaharian masyarakat baru akan dimulai pada tahun ketiga.

Peserta rapat berasal dari berbagai instansi dan lembaga, termasuk Pj. Gubernur Kalimantan Barat, BPSKL Wilayah Kalimantan, Bappeda, DLHK, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dekan Fakultas Kehutanan Untan, KPH Wil Kapuas Hulu Selatan, Kepala Desa dan BPD dari desa-desa dampingan, Perwakilan LPHD dari desa-desa dampingan, dan Fasilitator Desa PRCF Indonesia.

“Selaku penanggung jawab program, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dan masukan dari semua pihak untuk keberhasilan dan keberlanjutan program ini. Evaluasi ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan panduan berharga untuk langkah-langkah berikutnya dalam mewujudkan kemandirian dan keberlanjutan pengelolaan hutan desa di Kabupaten Kapuas Hulu,” harap Hayat. (ros)