Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperingati Hari Menanam Pohon Tahhn 2023 di area Lapangan Tembak Gelora Khatulistiwa Pontianak, 1 Desember 2023. Dalam kegiatan ini, PRCF Indonesia ikut hadir dan turut menanam pohon juga.

“Kita diundang memperingati Hari Menanam Pohon dan hadir. Bersama sejumlah undangan juga kita ikut menanam pohon. Sebuah aksi nyata dalam upaya menurunkan emisi gas rumah kaca di Kalbar,” kata HRD PRCF Indonesia, Suhartian Fajru usai menghadiri acara tersebut, Jumat (1/12/2023).

Sebagai lembaga yang bergerak di bidang konservasi hutan, PRCF Indonesia merasa terhormat ikut berpartisipasi memeriahkan Hari Menanam Pohon. PRCF sangat mendukung upaya penanaman pohon. Bahkan, PRCF juga di desa dampingan juga banyak menanam pohon.

“Lewat LPHD yang kita dampingi, ada program konservasi dengan menanam pohon di areal hutan desa yang terbuka. Sudah ada ribuan pohon ditanam. Tak sekadar ditanam begitu juga, melainkan juga dirawat untuk memastikan pohon itu tumbuh besar,” jelas Suhartian.

Sementara itu, dalam acara tersebut dihadiri langsung oleh Pj Gubernur Kalbar, dr Harisson M Kes. Ada sekitar 100 bibit pohon ditanam. Di antara jenis pohon yang ditanam, yakni tabebuya, pulai, ketapang kencana, trembesi, matoa dan sepatu dea. Acara ini juga dalam rangka mendukung FOLU Net Sink Kalbar 2030.

Menanam Pohon
Pj Gubernur Kalbar, Harisson beserta jajaran saat memperingati Hari Menanam Pohon Tahun 2023

Kegiatan penanaman pohon ini juga dilaksanakan secara serentak di tingkat tapak oleh UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). KPH sendiri Unit Pelaksana Teknis di bawah Dinas LHK Kalbar. Total bibit yang ditanam pada Hari Menanam Pohon itu 5600 batang. Sebagai rinciannya, KPH Sekadau menanam 2351 batang, KPH Kayong 2000 batang, KPH Mempawah 500 batang, KPH Landak 300 batang, KPH Sintang Utara 200 batang, Sintang Timur 210 batang dan KPH Ketapan Selatan 50 Batang. Adapun lokasi penanaman dilaksanakan pada lingkungan kantor, sekolah, tempat ibadah, areal perhutanan sosial, lahan kelola kelompok dan Hutan Kota.

Perlu Semua Pihak

Dalam kesempatan itu, Pj Gubernur Kalbar, Harisson menyatakan, menanam pohon bukan kewajiban pemerintah semata. Tetapi, perlu keterlibatan semua pihak dalam rangka mewujudkan kondisi lingkungan Kalbar yang lebih baik.

“Saya mendorong peran semua pihak baik BUMN, Dunia Usaha, NGO/CSO, dan khususnya kalangan muda seperti siswa sekolah dan mahasiswa. Mari bersama-sama menghijaukan bumi Kalbar melalui aksi penanaman pohon. Kemudian, menumbuhkan budaya menanam pohon. Mulailah menanam pohon dari lingkungan sekitar sekolah maupun kantor,” pinta Harisson.

Selain penanaman pohon, juga dilakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) antara Lembaga SAMPAN Kalimantan dan Pemprov Kalbar dalam hal Pendampingan Perhutanan Sosial serta kegiatan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Barang Aset Tak Berwujud berupa Aplikasi Sistem Informasi Wilayah Adat (SIWA) oleh konsorsium BRWA, AMAN Kalbar dan Lembaga Bela Banua Talino (LBBT). SIWA merupakan sistem berbasis web yang dimaksudkan untuk penyediaan data terkait sebaran wilayah adat dan Hutan Adat di Kalbar secara terstruktur dan sistematis.

Pemprov Kalbar sangat berkomitmen dalam mendorong peningkatan tutupan lahan. Diantaranya menyusun Dokumen Rencana Kerja FOLU Net Sink 2030 (RKFNET), dan Kalbar merupakan provinsi pertama yang menyerahkan dokumen RKFNET tersebut ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Berdasarkan dokumen tersebut, Pemerintah Provinsi Kalbar berkomitmen untuk mempertahankan tutupan hutan seluas 7,6 juta Ha dengan target serapan karbon total adalah 32,1 juta ton CO2e (carbon equivalen) atau setara dengan 12% dari total kontribusi nasional dan target penurunan emisi sebesar -140 juta ton CO2e (carbon equivalen) pada tahun 2030. Kemudian berdasarkan data dari BPDAS Kapuas pada Tahun 2022, masih terdapat lahan dengan kategori sangat kritis seluas 8.355 Ha dan kritis seluas 736.383 Ha di Kalbar.

“Saya berharap aksi penanaman hari ini dapat menjadi langkah kecil dalam mewujudkan Bumi Kalimantan Barat yang lebih lestari, dan dapat ditindaklanjuti dengan kegiatan serupa di lingkungan masing-masing. Selanjutnya saya juga berharap bibit-bibit yang telah ditanam agar dapat dipelihara dengan baik sehingga dapat tumbuh subur menjadi sebatang pohon dan memberikan manfaat bagi kehidupan kita semua,” harap Harisson. (ros)