PRCF Indonesia ikut menyukseskan Festival Bumi Kasturi (FBK) di Desa Nanga Tepuai Kecamatan Hulu Gurung Kabupaten Kapuas Hulu, 7 – 20 Desember 2023. PRCF sendiri akan memamerkan produk dari LPHD dan KUPS yang selama ini didampingi.

“Sebagai NGO, kita mendukung Festival Bumi Kasturi ini. Sebuah kehormatan tentunya bisa ikut menyukseskan dan berkolaborasi dengan Pemkab Kapuas Hulu,” kata Fasilitator Livelihood PRCF Indonesia, Masudi SE, Rabu (6/12/2023).

Salah satu bentuk dukungan PRCF, akan memamerkan produk dari LPHD dan KUPS yang menjadi dampingan selama ini. Ada enam desa dampingan PRCF yakni Nanga Lauk, Nanga Jemah, Nanga Betung, Sri Wangi, Tanjung, dan Penepian Raya. Semua desa itu masih dalam wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. Hasil dari dampingan PRCF, ada di antaranya sudah menghasilkan sejumlah produk yang bisa dipasarkan.

“Lewat festival ini, kita ingin memperkenalkan produk dari desa dampingan. Selain itu sebagai sarana untuk memasarkan produk, juga memperlihatkan ke desa lain keberhasilan desa itu dalam mengelola sumber daya alamnya sendiri. Siapa tahu desa lain bisa terinspirasi atau meniru desa dampingan PRCF,” harap alumni Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Pontianak ini.

Selain itu, tujuan dari FBK ini mendorong peningkatan kemandirian desa. Tujuan ini sejalan dengan tujuan PRCF sendiri menjadikan desa dampingan menuju kemandirian. Desa-desa yang didampingi PRCF, ujungnya adalah mandiri. Bagaimana desa itu nantinya bisa mendiri dengan memanfaatkan sumber daya alam di desa itu sendiri.

“Sebagai upaya menuju kemandirian, mendampingi LPHD dan KUPS membuat produk yang dikelola secara bisnis. Sebagai contoh, di Desa Sri Wangi saat ini sedang dirintis usaha madu kelulut. Dari proses awal sampai menghasil madu, lalu dikemas sebaik mungkin, kemudian dijual ke pasaran akan kita dampingi. Begitu juga desa lain, memiliki produk bisnis yang nantinya bisa meningkatkan pendapatan bagi warga desa,” papar pria kelahiran Sambas ini.

Festival Bumi Kasturi

Festival Bumi Kasturi ini inisiatif Dinas Masyarakat dan Desa (DPMD) Kapuas Hulu. Kegiatan ini rutinitas setiap tahun diselenggarakan di Kecamatan Hulu Gurung. Bahkan, pertama kali di Provinsi Kalimantan Barat dengan skala kegiatan dinas. Kegiatan tersebut mengusung tema “Melalui Gekar Teknologi Tepat Guna Kabupaten Kapuas Hulu  Kita Tingkatkan Kreativitas dan Produktivitas Menuju Kemandirian Desa dan Kesejahteraan Masyarakat Desa sesuai dengan RPJM Daerah.”

Tujuan Festival Bumi Kasturi adalah untuk mendorong peningkatan kemandirian desa. Setiap desa punya daya saing dalam menciptakan inovasi baru untuk membangun desa menjadi lebih baik, maju dan mandiri. Peserta FBK ini dari seluruh desa dan OPD Kabupaten Kapuas Hulu, organisasi, NGO, dan asosiasi. Kemudian, terlenggaranya FBK ini juga tak lepas dari kolaborasi Dinas Pertanian Kapuas Hulu, GIZ dan WWF. Sampai berita ini diturunkan, sejumlah pesesta sedang mendirikan stand di arena FBK. (ros)