Refleksi akhir tahun

Refleksi Akhir Tahun untuk Kekuatan di Tahun Baru (1)

Refleksi akhir tahun menjadi sebuah tradisi lembaga, organisasi, atau pribadi untuk menyambut tahun baru. Begitu juga dengan PRCF Indonesia, mengadakan refleksi akhir tahun 2021 untuk pertama kalinya. Refleksi digelar di Kantor PRCF Indonesia sendiri di Pontianak, 30-31 Desember 2021. Seluruh pengurus dan karyawan mengikuti refleksi yang dipimping langsung Direktur Eksekutif PRCF Indonesia, Imanul Huda S Hut M Hut.

Sebelum dilakukan refleksi akhir tahun, terlebih dahulu digelar Family Gathering di Kota Singkawang. Tidak hanya melibatkan personel PRCF, melainkan seluruh keluarganya juga. Selama ini sebagian personel PRCF banyak meninggalkan keluarga karena harus menjalankan tugas di Kabupaten Kapuas Hulu. Kadang sebulan lebih berpisah dengan keluarga. Lewat momen Family Gathering keintiman dengan keluarga terbangun. Bukan hanya satu keluarga, melainkan antarkeluarga. Saling mengenal sehingga terbangun keakraban. Bagaimanapun keluarga yang harmonis menjadi kekuatan bagi seluruh personel PRCF untuk menjalankan tugasnya.

Setelah Family Gathering, PRCF melakukan refleksi akhir tahun. Bagi personel PRCF yang tinggal di Pontianak, mereka mengikuti kegiatan itu secara offline. Sedangkan yang jauh seperti di Sintang dan Kapuas Hulu, mereka mengikuti secara online. Momen refleksi akhir ini dijadikan ajang evaluasi terhadap program yang telah dijalankan sepanjang tahun 2021.

Digelar selama dua hari. Pada hari pertama, mengevaluasi program konservasi di Desa Nanga Lauk. Sejak tahun 2019 lalu, PRCF Indonesia sudah mendampingi warga Desa Nanga Lauk Kecamatan Embaloh Hilir Kapuas Hulu dalam mengelola hutan desanya. Program dengan Manajernya Rio Afiat ini banyak melakukan pendampingan sepanjang tahun 2021.

Perlu Penyegaran Pengurus

Pendampingan difokuskan pada penguataan kelembagaan, konservasi hutan, dan livelihoods. Dari evaluasi didapatkan ada sejumlah kendala, di antaranya persoalan kejenuhan sejumlah pengurus LPHD dan pengurus Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS). Ada pengurus yang malah keluar dari kepengurusan. Disarankan untuk melakukan pergantian pengurus LPHD Lauk Bersatu. Kebetulan tahun 2022 ini, kepengurusan LPHD di bawah kepemimpinan Hamdi akan berakhir. Momen tepat untuk melakukan penyegaran, mengganti pengurus yang tidak aktif lagi.

Kemudiaan, keberadaan lima KUPS yakni Madu, Ikan, Karet, Rotan, dan Ekowisata tak luput dievaluasi. Secara bisnis, di antara KUPS ada yang memang membubuhkan keuntungan (laba). Ada juga yang masih merugi. Ada piutang. Semua diharapkan bisa mendatangkan keuntungan di tahun 2022 ini. Segala kendala dibicarakan dan diharapkan bisa diatasi. (bersambung/ros)