cara tanam nanas

Cara Tanam Jenis Tanaman Jangka Pendek untuk Agroforestry (1)

Cara tanam jenis tanaman jangka pendek juga bisa untuk program agroforestry. Sebelumnya telah dijelaskan cara tanam untuk jenis tanaman pohon jangka panjang. Kali ini untuk tanaman jangan pendek yakni Nanas (Nanas (Ananas comosus (L) Merr.), Pisang (Musa acuminata) dan Pinang (Areca catechu).

PRCF Indonesia lewat dua anggotanya, Yadi Purwanto dan DM Zainudin telah berhasil menyusun panduan agroforestry Desa Nanga Lauk Kecamatan Embaloh Hilir Kabupaten Kapuas Hulu. Berikut ini cara tanam jenis tanaman jangka pendek:
1. Nanas (Ananas comosus (L) Merr.)
Nanas (Ananas comosus (L) Merr.) merupakan tumbuhan tropis yang dapat dikonsumsi dan bernilai ekonomis, nanas merupakan tanaman herba yang dapat hidup dalam berbagai musim. Nanas dipilih untuk tumpangsari dikarenakan jenis ini dapat tumbuh baik pada iklim kering maupun basah, baik dengan curah hujan tinggi maupun rendah.

Tanaman nanas dapat tumbuh dengan baik pada kondisi suhu 23-32° C dengan penyinaran antara 33-71% kondisi ini sesuai jika pada lahan pemudak yang telah terbuka. Selain itu tanaman nanas dapat tumbuh subur pada tanah dengan pH 4,5-5,5 di mana kondisi masih sedikit asam walaupun dalam penanamannya masih diperlukan kapur untuk menyeimbangkan asamnya.

Bibit nanas diambil cabutan dari indukan nanas yang telah berbuah, cukup umur, bebas hama poenyakit dan berbatang besar. Bagian tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk perbanyakan, yakniu mahkota, sucker dan slips.

Menurut D’eckenbrugge dan Leal 2003, bibit nenas yang berasal dari sucker memiliki umur panen 18-20 bulan, mahkota (crown) 22-24 bulan dan slips 20 bulan. Menurut Samson 1980 dalam Octavini 2009, nenas termasuk jenis tanaman CAM, yaitu tanaman yang membuka stomata pada malam hari untuk menyerap C0₂ dan menutup stomata pada siang hari.

Cara menanam nanas:

1. Pengolahan tanah
• Lahan dibersihkan dari tanaman pengganggu
• Lahan digenburkan dan dibuat bedengan

2. Penanaman
• Bibit yang diperoleh dari perbanyakan vegetatif baik dari mahkota maupun dari stek didiamkan selama 2 hari sebelum ditanam
• Lubang tanam 30 cm x 30 cm
• Jarak tanam 40 x 60 cm atau 60 x 80 cm,
• Tanam bibit pada lubang, satu lubang tanam hanya diberi satu bibit
• Tanam bibit dengan kedalaman 3-5 cm hingga bagian akarnya tertimbun semua
• Agar bibit tidak mudah roboh, tanah disekitarnya dipadatkan
• Setelah ditanam, dilakukan penyiraman agar tanah menjadi lembab dan basah

3. Pemupukan
• Pemupukan tanaman nanas pda usia 0-3 bulan
• Pemupukan tanaman nanas pada usia 3-6 bulan
• Pemupukan tanaman nanas pada usia 6 bulan
• Pemupukan tanaman nanas pada usia lebih dari 6 bulan
Pada usia 6 bulan keatas, tanaman nanas membutuhkan nutrisi untuk proses pemasakan buah. Pupuk yang digunakan berupa pupuk kendang yang diperlukan 5-10 kg per lubang tanam, pupuk buatan yaitu 100 Kg Urea, 200 Kg TSP, dan 100 Kg KCL per hektar

4. Pemeliharaan
• Penyulaman
• Penyiangan
• Penggemburan
• Pengendalian hama dan penyakit

5. Pemanenan
Buah nanas harus dipanen setelah tua benar atau matang pohon. Tanda buah dapat dipanen ialah matanya telah datar dan tampak jarang, apabila dipukul (diketuk) akan mengeluarkan suara menggema. Buah nanas yang mulai matang akan mengeluarkan aroma khas. Bulan-bulan panen besar ialah Desember, Januari dan Juli.Buah nanas merupakan buah majemuk yang terbentuk dari gabungan 100 sampai 200 bunga, berbentuk silinder dengan panjang buah sekitar 20.5 cm dengan diameter 14.5 cm dan beratnya 2.2 kg.

6. Komponen dan Struktur Biaya Investasi dan Biaya Modal Kerja
Komponen biaya dalam analisis kelayakan usaha budidaya nanas dibedakan menjadi dua yaitu biaya investasi dan biaya modal kerja. Biaya investasi adalah komponen biaya yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan peralatan dan mesin budidaya nanas. Adapun biaya modal kerja merupakan gabungan dari biaya tetap (yang diperhitungkan setiap musim tanam) dan biaya variable. Biaya modal kerja atau biaya operasional yang harus dikeluarkan untuk memuali usaha budidaya nanas akan dipersiapkan pada awal pelaksanaan budidaya.

7. Biaya Investasi
Biaya investasi yang dibutuhkan pada tahap awal usaha budidaya nanas per hektarnya Rp. 2.900.000
Tabel. Estimasi Biaya Investasi Usaha Nanas Per Ha
8. Biaya Operasional
Biaya modal kerja dalam usaha budidaya nanas
Tabel. Estimasi Biaya Operasional Usahatani Nanas per Ha di tahun pertama

Tabel. Estimasi Biaya Operasional Usahatani Nanas per Ha di tahun kedua

Tabel.Asumsi Dalam Analisis Keuangan Ushatani Nanas

Tabel. Kebutuhan Dana Investasi dan Modal Kerja untuk Lahan 1 Ha

9. Produksi dan Pendapatan
Budidaya nanas jika diasumsikan berat rata-rata 1 buah nanas seberat 2.2 kg/buah dengan proyeksi panen pertahunnya 8.800 kg dengan harga Rp. 3.500/kg maka petani akan mendapat hasil Rp. 30.800.000/tahunnya
Laba petani Rp. 30.800.000-Rp.20.555.000 maka petani akan memperoleh hasil Rp. 10.245.000/tahun. (ros)

Continue Reading
Pembibitan pohon

Cara Budidaya Jenis Tanaman Jangka Panjang untuk Agroforestry

Cara budidaya jenis tanaman jangka panjang belum banyak diketahui oleh masyarakat. Apalagi untuk program agroforestry, cara budidaya tanamannya banyak belum diketahui. PRCF Indonesia sudah membuat panduan agroforestry khusus untuk jenis tanaman jangan panjang.

Jenis tanaman yang akan ditanam untuk jangka panjang disesuaikan dengan kondisi lahan yang ada. Tumbuhan rawa gambut akan lebih diutamakan mengingat jenis tersebut mendominasi di wilayah Desa Nanga Lauk. Untuk mempersiapkan tanaman jangka panjang diperlukan langkah-langkah sebagai berikut:
A. Persiapan Lahan
Kegiatan penanaman diawali dengan penyiapan lahan dan penataan batas areal kerja rencana penanaman sesuai dengan rencana lokasi dan luasan yang telah ditentukan.

1. Pembuatan bedeng persemaian
Bedeng persemaian dipergunakan untuk melakukan pembibitan dari benih tanaman. Bedeng tanaman dapat dibuat dari bahan sederhana namun kuat untuk menampung sejumlah bibit tanaman dalam kotak berukuran tertentu. Masing-masing kotak memuat sejumlah bibit dengan jenis yang sama. Kegiatan pembibitan, pemeliharaan bibit dan penyulaman bibit tanaman dilakukan dalam bedeng persemaian ini. Bedeng semai dinaungi paranet 75%.

2. Menyiapkan media tanam
Sebagai media tanam untuk bibit rehabilitasi akan menggunakan pupuk kompos yang akan didatangkan dari kopera Bina Unyap Usaha di Desa Nanga Yen yang memiliki usaha pembuatan pupuk kompos. Media kompos akan dicampur dengan tanah organik yang diperoleh dari permukaan tanah yang ada di sekitar persemaian atau hutan. Perbandingan kompos dan media tanah 1:2. Media tanah dimasukan kedalam polybag ukuran 15 x 20.

3. Penyiapan bibit cabutan anakan alam
Untuk memperoleh bibit, tim rehabilitasi akan menyediakan bibit secara vegetative dengan cara cabutan anakan alam, tinggi bibit yang akan diambil 15-20 cm, bibit diambil dengan cara hati-hati bersama dengan tanahnya, bibit ditempatkan dalam wadah atau karung goni yang dibasahi untuk menjaga kelembaban. Bibit kemudian dimasukan kedalam polybag/ecopolybag yang telah disiapkan

4. Pembuatan jalur tanam

Jalur tanam dibuat untuk memudahkan penanaman dan sekaligus sebagai panduan penggalian lubang tanaman dan pemasangan ajir. Selain itu jalur tanaman juga dapat dipergunakan sebagai sarana jalan pengangkutan bibit tanaman ke lubang tanam, maupun pada saat memantau tanaman. Jalur tanaman dibersihkan dari rumput dan semak belukar yang ada.

5. Pemasangan ajir
Pasang ajir sebagai penanda tempat penanaman bibit. Ajir harus dibuat dari bambu atau tanaman semak belukar yang telah ditebas untuk memudahkan kegiatan penanaman, tinggi ajir 1.5 m

6. Pembuatan lubang tanam
Pembuatan lubang tanam dan pemasangan ajir pada jalur tanam adalah berjarak 5 m x 10 m lubang tanam sehingga 1 ha dapat ditanami sekitar 200 batang tanaman. Lubang tanaman dapat dibuat dengan cara ditugal menggunakan kayu ataupun dengan cara dicangkul. Bersihkan area lubang tanam dari gulma.

7. Pendistribusian dan Penanaman Bibit Tanaman
Kegiatan penanaman dimulai dari pengangkutan bibit yang telah diseleksi dari persemaian lapangan untuk kemudian ditanam di lokasi penanaman yang telah ditentukan. Untuk mengangkut bibit tanaman dari bedeng persemaian diperlukan sarana angkut yang cukup memadai untuk membawa bibit tanaman dalam polybag secara aman.

B. Penanaman
1. Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari untuk mengurangi stress pada tanaman akibat panas terik matahari.

2. Ada baiknya bibit tanaman disiram terlebih dahulu sebelum diangkut ke lubang tanam.

3. Sebelum dimasukkan ke lubang tanam, polybag dibuak dengan cara memotong bagian sisi polybag tersebut.

4. Bibit tanaman dimasukkan ke dalam lubang tanam, kemudian ditutup dengan tanah bekas galian lubang tanaman dan dipadatkan.

5. Penanaman sebaiknya dilakukan pada saat awal musim hujan atau akhir musim kemarau untuk menghindari kekeringan.

C. Pemeliharaan Tanaman

1. Pemeriksaan kondisi fisik tanaman
Kegiatan pemantauan pertumbuhan tanaman pertama kali dilakukan sebaiknya pada 3 bulan setelah penanaman. Pemantauan berikutnya dilakukan setiap 6 bulan (2 kali dalam setahun). Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tanaman tanaman, serta persentase hidup dan mati tanaman.

2. Pembersihan tanaman dari gulma dan tanaman pengganggu
Bibit tanaman yang baru harus dipelihara agar terbebas dari tanaman pengganggu (gulma). Untuk itu pembersihan tanaman dari gulma dan tanaman pengganggu perlu dilakukan dan waktunya bersamaan dengan pemeriksaan kondisi fisik tanaman.

3. Pemupukan
Agar tanaman tumbuh dengan baik, maka perlu dilakukan pemupukan. Kegiatan pemupukan dilaksanakan pada tahun pertama setelah penanaman dengan jenis dan dosis sesuai yang telah ditetapkan

4. Penyulaman
Dalam kegiatan penanaman, tentu akan didapati tanaman yang mati. Untuk itu perlu dilakukan penyulaman tanaman yang mati tersebut agar jumlah akhir bibit yang ditamnam sama dengan jumlah awal penanaman. (ros)

Continue Reading
Enam pohon untuk agroforestry

Enam Jenis Pohon untuk Agroforestry di Nanga Lauk

Enam jenis pohon yang biasa ditanam dalam program agroforestry oleh LPHD Lauk Bersatu. Didampingi PRCF Indonesia, LPHD Lauk bersatu sudah beberapa kali melakukan penanaman bibit pohon di lahan kritis.

Khusus untuk wilayah Desa Nanga Lauk ada enam jenis pohon yang ditanam untuk program agroforestry. Keenam jenis pohon itu ada yang ditanam untuk jangka menengah dan jangan panjang. Berikut ini enam jenis pohon yang ditanam untuk agroforestry:

  1. Pohon pertukangan, Kawi (Shorea balangeran)

Warga Nanga Lauk Kecamatan Embaloh Hilir Kabupaten Kapuas Hulu menyebutnya dengan pohon kawi. Pohon paling banyak dijumpai di hutan desa Nanga Lauk. Bisa dikatakan pohon kawi, pohon endemik di kawasan hutan tersebut. Pada saat patroli hutan, masih banyak ditemukan pohon kawi ini. Ada yang berukuran raksasa, ada juga berukuran sedang. Pohon ini sering dimanfaatkan oleh warga untuk pertukangan atau membuat rumah.

Pada program agroforestry, bibit pohon kawi dipilih untuk ditanam di lahan terbuka. Karena pohon ini endemik, jadi tidak susah untuk mencari bibitnya di hutan.

  1. Pohon pakan orangutan, Dadak (Artocarpus sp)

Pohon Dadak juga banyak ditemukan di hutan desa Nanga Lauk. Pucuk dari pohon ini merupakan makanan orangutan. Tidak heran apabila sewaktu-waktu muncul orangutan di hutan desa Nanga Lauk. Kemunculan orangutan biasa berada di pohon dadak untuk memakan pucuknya.

Pada program agroforestry, LPHD Lauk Bersatu menjadikan pohon dadak untuk disemaikan. Bibit pohon tersebut kemudian ditanam di lahan terbuka dengan harapan suatu saat nanti bisa mengundang orangutan untuk datang.

  1. Pohon bahan tikung, Medang (Litsea sp)

Pohon Medang juga termasuk pohon yang banyak ditemukan di hutan desa Nanga Lauk. Pohon ini biasanya digunakan oleh warga Nanga Lauk untuk membuat tikung (tempat lebah membuat sarang). Dengan tikung ini, lebah hutan menjadi mudah membuat sarang.

Dalam program agroforestry, pohon Medang ini banyak dibibitkan kemudian ditanam di lahan terbuka. Pohon yang ditanam tersebut tujuannya suatu saat nanti warga tidak kesulitan mencari kayu untuk membuat tikung.

Ketiga jenis pohon tersebut untuk program agroforestry jangan panjang. Karena, proses tumbuh dari bibit menjadi besar butuh waktu lama. Setelah kayu itu ditanam, ada program perawatan misalnya dengan mengasih pupuk secara berkala. Tujuannya agar pohon yang ditanam tidak mati dan terus tumbuh menjadi besar.

  1. Nanas (Ananas comosus (L) Merr.)

Selain pohon, program agroforestry juga menanam nanas. Tanaman ini sudah sangat familiar dan sangat mudah ditanam. Perawatannya juga tidak susah. Nanas ditanam selain untuk memanfaatkan lahan kritis agar memberikan nilai tambah, juga bisa menjadi sumber pangan bagi warga Nanga Lauk.

  1. Pisang (Musa acuminata)

Tanaman pisang juga sudah sangat akrab bagi warga Nanga Lauk. Cuma, selama ini pisang ditanam hanya pekarangan rumah, tidak ditanam dalam jumlah besar. Dengan adanya program agroforestry, pisang juga dimanfaatkan untuk menambah lahan kritis yang selama ini hanya berupa belukar. Dengan pisang ini, warga bisa memanfaatkan buahnya untuk pangan.

  1. Pinang (Areca catechu).

Pinang semakin digemari di Nanga Lauk. Sebab di beberapa daerah, pohon pinang memiliki nilai ekonomi tinggi. Banyak yang membudidayakan pohon pinang. Program agroforestry akan mengenalkan pohon pinang ini untuk ditanam oleh warga. Pinang sangat mudah untuk dibudidayakan dan tidak susah perawatannya. (ros)

Continue Reading
Panduan agroforestry

Panduan Agroforestry Desa Nanga Lauk Sukses Disusun PRCF Indonesia

Panduan agrofrestry Desa Nanga Lauk Kecamatan Embaloh Hilir Kabupaten Kapuas Hulu sukses disusun PRCF Indonesia. Dengan adanya panduan tersebut bisa menjadi referensi bagi daerah lain yang ingin belajar agroforestry.

“Kita baru saja menyusun panduan agroforestry Desa Nanga Lauk. Panduan tersebut berdasarkan apa yang telah kita implementasikan selama ini. LPHD Lauk Bersatu yang selama ini kita dampingi sudah beberapa kali melakukan agroforestry,” kata Specialist Program Conservation PRCF Indonesia, Yadi Purwanto S Hut di kantornya, Senin (13/12/2021).

Yadi tidak sendirian menyusun panduan agrofrestry. Ada nama DM Zainuddin yang ikut menyusun panduan tersebut. Keduanya merupakan personel PRCF Indonesia yang aktif mendampingi LPHD Lauk Bersatu dalam melakukan konservasi hutan desa.

Penyusunan panduan agroforestry sangat penting sebagai pedoman bagi LPHD Lauk Bersatu. Ketika nanti tanpa pendampingan, mereka bisa melakukan sendiri upaya agroforestry. Kemudian, panduan tersebut juga bisa menjadi referensi bagi daerah lain yang ingin melakukan agroforestry. “Panduan ini sangat bermanfaat dan bisa menjadi panduan tidak hanya bagi Desa Nanga Lauk, tapi juga daerah lain yang ingin melakukan agroforestry,” ujar Yadi.

Memang banyak panduan terkait dengan agroforerstry. Namun, panduan agroforestry khas dari orang Kalbar sendiri, mungkin baru ini dibuat. Tentunya panduan tersebut sangat sesuai dengan karakteristik Desa Nanga Lauk khususnya dan Kalbar umumnya. Sesuai dengan karakteristik karena sudah diimplementasikan sebelumnya.

“Kita sudah beberapa kali melakukan kegiatan agroforetry. Dari pengalaman tersebut barulah kita susun panduannya berdasarkan karakteristik di lapangan,” ungkap Yadi.

Latar Belakang

Agroforestry atau wanatani adalah bentuk pengelolaan sumber daya yang memadukan kegiatan pengelolaan hutan atau pohon kayu-kayuan dengan penanaman komoditas atau tanaman jangka pendek. Agroforestry menempatkan beberapa jenis komoditas tanaman dalam satu lokasi. Harapannya adalah petani mendapatkan hasil dari tanaman jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Dengan beberapa variasi jenis tanaman, petani lebih bisa mengoptimalkan lahan pertaniannya tanpa  mengenyampingkan peranan pohon-pohonnya.

Untuk Desa Nanga Lauk sendiri dengan kondisi rawa gambutnya sebenarnya bisa menerapkan sistem pertanian apung untuk jenis sayur atau padi. Namun, memerlukan teknologi dan biaya cukup besar untuk menyiapkan infrastrukturnya.

Sebenarnya untuk lahan bukan rawa gambut tanaman sela di lahan agroforestry dapat ditanam  tanaman palawija seperti jagung, kedelai, kacang tanah, padi dan sebagainya. Dari hasil observasi, warga Desa Nanga Lauk belum memiliki tradisi bercocok tanam yang intensif sehingga diperlukan jenis tanaman mudah pemeliharaan dan sesuai dengan kondisi lahan yang ada. (ros)

Continue Reading
Agroforestry

Agroforestry dan Patroli Hutan Menjadi Agenda Penting di November

Agroforestry dan patroli hutan tetap menjadi agenda penting yang akan dilaksanakan oleh LPHD Lauk Bersatu Desa Nanga Lauk di bulan November ini. Selain itu, ada juga pembahasan draft Peraturan Daerah (Perdes) dan pemasangan patok.

“Semua agenda di bulan November ini akan segera kita laksanakan. Kegiatan penting yang akan kita laksanakan di antaranya agroforestry dan patroli hutan. Kita tetap mendampingi tim patroli hutan dari LPHD Lauk Bersatu dalam menjalankan tugasnya,” kata Manager Program PRCF Indonesia, Rio Afiat, Selasa (9/11/2021).

Dijelaskan Rio, khusus pelatihan agroforestry direncanakan tanggal 19-20 November ini. Sasaran kita di Sungai Putat, karena di sana lahannya banyak gambut. Sebagai langkah awal, pihaknya melakukan pembibitan dulu (nursery). Setelah pembibitan dilakukan, lalu dilakukan penanaman di Sungai Putat itu.

“Kita sudah beberapa kali melakukan pelatihan agroforestry ini. Tetap dilakukan secara regular mengingat agroforestry sangat penting dalam kegiatan konservasi hutan desa. Dengan program ini, kita bisa menutup lahan yang selama ini terbuka,” papar pria kelahiran Jawai Sambas ini.

Selain itu, agroforestry PRCF Indonesia tetap mendampingi tim patroli hutan LPHD dalam menjalankan tugasnya. Patroli hutan bisa dikatakan program yang menjadi perhatian penting dalam konservasi hutan. Dengan patroli hutan ini untuk memastikan tidak ada kerusakan hutan.

“Patroli hutan ini sangat penting dan secara regular dilakukan terutama oleh LPHD. Sejak tahun 1999 lalu, patroli hutan rutin dilakukan sampai saat ini. Dengan cara inilah, hutan desa milik Nanga Lauk bisa terjaga dengan baik,” ungkap Rio.

Pemasangan Patok

Dari 25-29 November ini, LPHD Lauk Bersatu akan melakukan pemasangan patok batas hutan desa. Karena banyak patok yang harus dipasangan, memerlukan waktu sampai empat hari. Patok ini sangat penting agar masyarakat mengetahui luas areal beserta batas hutan desanya.

Selain pemasangan patok, PRCF juga akan mendampingi LPHD dalam menyusun draft Perdes terkait dengan konservasi. Bagaimanapun antara LPHD dan Pemeerintah Desa Nanga Lauk harus bersinergi dan hasil akhirnya untuk masyarakat sendiri. Terakhir, PRCF akan melakukan monitoring untuk kuartal pertama program berikutnya. (ros)

Continue Reading
Belajar Agroforstry

Belajar Agroferesty di Pondok Belajar Hutan Desa

Belajar agroforestry lebih baik kepada yang sudah pengalaman. Inilah yang dilakukan LPHD Lauk Bersatu didampingi PRCF Indonesia belajar agroforestry ke Pondok Belajar Hutan Desa di Mensiau sekitar 100 meter dari Nanga Lauk.

“Mensiau sudah lama menerapkan agroforestry. Tentunya kita harus banyak belajar dari mereka. Belajar agroforestry dan juga belajar cara pengelolaan hutan,” kata Manager Program PRCF Indonesia, Rio Afiat didampingi Program Specialist for Livelihoods, Azri Ahmad, Program Specialist for Conservation, Yadi Purwanto, dan Sekretaris LPHD Lauk Bersatu, Arsyad, Rabu {24/3/2021).

Sebelumnya PRCF pernah menggelar Pelatihan Agroferestry di Desa Nanga Lauk. Pelatihan ini bagaimana cara pembibitan pohon. Bibit pohon itu ditanam untuk pakan lebah. Sudah banyak bibit pohon ditanam dari hasil pelatihan agroforestry.

“Kalau di Mensiau ini kita studi banding untuk belajar pemanfaatan lahan di sekitar hutan desa. Ada pelatihan menanam sayuran seperti sawi dan lobak. Ada juga pemanfaatan serai wangi. Pokoknya apa yang dikembangkan di Mensiau ini kita pelajari yang nantinya bisa dikembangkan di Nanga Lauk,” papar Rio.

Rio Afiat, Yadi Perwanto, Arsyad saat belajar pengelolaan hutan di Mensiau
Rio Afiat, Yadi Perwanto, Arsyad saat belajar pengelolaan hutan di Mensiau

Dalam belajar agroforestry itu melibatkan banyak perempuan. Mereka diajarkan cara menanam serai dan cara memprosesnya menjadi minyak yang bernilai ekonomis. Harapannya, apa yang telah dipelajari di Mensiau bisa diterapkan di Nanga Lauk dan bisa menambah pendapatan ekonomi keluarga.

Apa Itu Agroforestry?

Agroforestri adalah sistem penggunaan lahan (usahatani ) yang mengkombinasikan pepohonan dengan tanaman pertanian untuk meningkatkan keuntungan, baik secara ekonomis maupun lingkungan. Pada sistem ini, terciptalah keanekaragaman tanaman dalam suatu luasan lahan sehingga akan mengurangi risiko kegagalan dan melindungi tanah dari erosi serta mengurangi kebutuhan pupuk atau zat hara dari luar kebun karena adanya daur-ulang sisa tanaman.

Pada dasarnya agroforestri terdiri dari tiga komponen pokok yaitu kehutanan, pertanian dan peternakan, dimana masing-masing komponen sebenarnya dapat berdiri sendiri-sendiri sebagai satu bentuk sistem penggunaan lahan. Hanya saja sistem-sistem tersebut umumnya ditujukan pada produksi satu komoditi khas atau kelompok produk yang serupa.  Penggabungan tiga komponen tersebut menghasilkan beberapa kemungkinan bentuk kombinasi sebagai berikut:

  1.  Agrisilvikultur : Kombinasi antara komponen atau kegiatan kehutanan (pepohonan, perdu, palem, bambu, dll.) dengan komponen pertanian
  2.  Agropastura : Kombinasi antara komponen atau kegiatan pertanian dengan komponen peternakan
  3. Silvopastura : Kombinasi antara komponen atau kegiatan kehutanan dengan peternakan
  4. Agosilvopastura : Kombinasi antara komponen atau kegiatan pertanian dengan kehutanan dan peternakan/hewan.

Dari keempat kombinasi tersebut, yang termasuk dalam agroforestri adalah Agrisilvikutur, Silvopastura dan Agrosilvopastura. Sementara agropastura tidak dimasukkan sebagai agroforestri, karena komponen kehutanan atau pepohonan tidak dijumpai dalam kombinasi. (ros)

Continue Reading
Keterlibatan perempuan dalam penanaman bibit pohon pakan lebah

Bibit Kayu 2220 Batang Sudah Ditanam di HPT

Bibit kayu sebanyak 2.220 batang sukses ditanam oleh LPHD Lauk Bersatu. Masih ada 1.780 batang lagi yang akan ditanam di Hutan Produksi Terbatas (HPT). Penanaman bibit pohon ini dalam upaya menjaga habitat lebah agar semakin produktif menghasilkan madu.

“Target kita tahun ini menanam 4000 bibit pohon. Sekarang baru tertanam 2.220 batang. Masih kurang 1.780 batang lagi. Tidak kurang 20 hektar lahan yang akan kita tanami,” kata Specialist Program Conservation  PRCF Indonesia, Yadi Purwanto S Hut, Senin (5/10/2020).

Pada Juli lalu, program penanaman bibit pohon dimulai. Sebelum kegiatan tersebut, LPHD Lauk Bersatu difasilitasi PRCF Indonesia terlebih dahulu melaksanakan pelatihan Agroforestry. Pihak Kapuas Hulu Utara menjadi instruktur atau trainernya. Warga tergabung dalam LPHD Lauk Bersatu dilatih mulai mencari bibit sampai persemaian.

“Tiba gilirannya untuk mengimplementasikan pelatihan agroforestry. Bibit kayu sudah disiapkan. Bibit tersebut diambil dari hutan desa. Jenis bibit kayu yang ditanam di antaranya kayu tahun, putat, medang, kawi, dan kelansau. Kayu tersebut akan menjadi pakan lebah madu hutan,” papar Yadi yang saat ini sedang mengikuti pelatihan Susutainable Livelihood Approach (SLA) atau Pendekatan Penghidupan Lestari di Dusun Ngemplak Desa Sumbersuko Malang.

Warga yang tergabung dalam LPHD Lauk Bersatu sedang istirahat usai menanam bibit pohon di Hutan Produksi Terbatas
Warga yang tergabung dalam LPHD Lauk Bersatu sedang istirahat usai menanam bibit pohon di Hutan Produksi Terbatas

Nanga Lauk sangat terkenal dengan madu hutan dengan kualitas terbaik. Setiap tahun warga Nanga Lauk panen madu hutan dengan puluhan ton kilogram. Madu dihasilkan oleh lebah. Lebah memproduksi madu dari pohon yang ada di hutan. “Pohon tersebut jangan sampai hilang akibat degradasi maupun deforestasi. Mesti dijaga dengan baik. Salah satu untuk menjaga agar produksi madu hutan tetap baik dengan menanam bibit pohon yang menjadi pakan lebah,” papar Yadi.

Madu Terbaik

Lebah akan terus memproduksi madu apabila hutan di sekitar desa tetap terjaga dengan baik. Kenapa Nanga Lauk menjadi penghasil madu hutan terbaik di Kalbar, salah satunya hutan desa terjaga dengan baik. Mana ada patroli hutan yang rutin dilakukan selalin di Nanga Lauk.

Nanga Lauk telah menjadi produsen madu hutan dengan kualitas tinggi. Kalau mendengar madu dari Nanga Lauk, harganya pasti lebih mahal dibandingkan daerah lain. Itu karena kualitasnya lebih baik.

LPHD Lauk Bersatu sebagai mitra utama PRCF Indonesia bertekad terus mempertahankan produksi madu hutan terjaga dengan baik. Cara yang dilakukan, menjaga hutan desa tetap lestari. Tidak boleh ada eksploitasi hutan. Selain itu, menanami lahan kosong dengan bibit kayu sebagai pakan lebah madu hutan. (ros)

Mereka yang menanam bibit pohon di hutan produksi terbatas
Personel yang menanam bibit pohon di Hutan Produksi Terbatas (HPT)
Continue Reading