Madu hutan Nanga lauk

Ketika Madu Hutan Desa Nanga Lauk Go International

Madu hutan dari Kabupaten Kapuas Hulu memang sangat terkenal. Tapi, masih lingkup Provinsi Kalimantan Barat. Ribuan ton madu hutan dihasilkan dari Bumi Uncak Kapuas setiap tahunnya. Madu tersebut kemudian dijual ke segala penjuru Kalbar dengan berbagai merk.

Dari sekian merk, ada madu Denala. Madu merk ini diproduksi oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Madu di bawah Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Lauk Bersatu dari Desa Nanga Lauk Kecamatan Embaloh Hilir.

Nanga Lauk sendiri sebuah desa yang jauh dari keramaian kota. Butuh waktu sekitar empat jam dari ibukota Kapuas Hulu, Putussibau untuk ke Nanga Lauk. Itupun lewat sungai menggunakan perahu motor. Jalan darat memang sudah ada, namun kondisinya tidak memungkinkan menggunakan kendaraan roda empat. Jalur sungai masih menjadi sarana vital untuk masyarakat Nanga Lauk. Jaringan selular masih lelet, tidak bisa ngirim gambar, hanya pesan.

Hariska
Hariska, Ketua LPHD Lauk Bersatu menandatangani LoI dengan seorang pengusaha asal Turki dalam MUSIAD Expo 2022 di Istanbul Turki

Siapa sangka, dengan kondisi Nanga Lauk seperti itu menjadi penghasil madu berkualitas tinggi. Madu itu didapat dari lebah liar yang banyak bersarang di hutan desa maupun hutan produksi. Hutan itu banyak berada di sekitar Danau Kematian. Warga Nanga Lauk sudah lama menjadikan madu hutan itu sebagai sumber penghasilan. Cuma, sistem penjualan secara konvensional, dijual secara curah ke pihak ketiga. Pihak ketiga ini nantinya akan mengemas madu itu dengan merk tertentu.

Pada tahun 2019 lalu, PRCF Indonesia menjadi fasilitator dalam pengelolaan hutan desa. LPHD Lauk Bersatu didampingi agar bisa memanfaatkan hasil hutan bukan kayu menjadi menjadi lebih maksimal. Salah satunya madu hutan ini. Dengan dampingan PRCF, madu hutan Nanga Lauk tidak lagi dijual curah, melainkan sudah bentuk kemasan dengan standar SNI.

Promosi Nasional dan Internasional

Ketika madu hutan Nanga Lauk dijual dalam bentuk kemasan. PRCF Indonesia berusaha untuk mempromosikannya ke tingkat nasional dan internasional. Pada Agustus 2022 lalu, madu Denala ikut dipromosikan dalam Pameran Lewi’s Collective Market di Banten.

Tidak hanya tingkat nasional, tingkat internasional juga dipromosikan. Pada 2-7 November 2022 lalu, Ketua LPHD Lauk Bersatu, Hariska S Hut diikutkan oleh Kementerian LHK RI untuk mengikuti Mustakil Sanayici ve Isadamlari Dernegi (MUSIAD) Expo 2022 di Istanbul Turki. Inilah pameran dagang Business Trade Mission terbesar Turki dan Eropa yang diselenggarakan setiap dua tahun. Dalam pameran bertaraf internasional ini, madu dari hutan desa Nanga Lauk dalam merk Denala dipamerkan. Hasilnya, pada 8 November 2022, salah satu pengusaha Turki siap membeli madu hutan Nanga Lauk. Ini dibuktikan dengan menandatangani Letter of Intens (LoI) antara Hariska dengan pengusaha Turki itu.

Dengan penandatanganan LoI itu dipastikan madu hutan Nanga Lauk siap go internasional. Tinggal menunggu waktu saja. Semoga lancar. LPHD Lauk Bersatu melalui KUPS Madu-nya harus menyiapkan madu hutan dalam jumlah besar. Apabila ini terealisasi, para pekerja madu merasakan dampak ekonominya. Madu hutan Nanga Lauk bisa semakin dikenal dunia. (ros)

Continue Reading
Hariska

Madu Hutan Nanga Lauk Ikut Dipamerkan di MUSIAD Expo 2022 Turki

Madu hutan dari Desa Nanga Lauk Kapuas Hulu ikut dipamerkan dalam Mustakil Sanayici ve Isadamlari Dernegi (MUSIAD) Expo 2022 di Istanbul Turki, 2-7 November 2022. Inilah pameran dagang Business Trade Mission terbesar Turki dan Eropa yang diselenggarakan setiap dua tahun.

“Sebagai pendamping, kita sangat senang dengan ikut dipamerkannya produk madu hutan dari Nanga Lauk. Secara tidak langsung madu Nanga Lauk sudah go internasional,” kata Specialist Program Conservation PRCF Indonesia, Erik Munandar S Hut, Sabtu (5/11/2022).

Ada dua produk andalan dari Kalbar yang ikut dipamerkan, madu hutan dari Nanga Lauk Kapuas Hulu dan kopi liberika dari Kayong Utara. Saat pameran itu, tidak hanya produk dari Kalbar saja, ada juga produk hasil hutan bukan kayu dari kelompok perhutanan sosial lain seperti gula aren, minyak atsiri, dan tidak ketinggalan kopi agroforestry. Saat di Turki, semua mengatasnamakan produk Indonesia.

Hariska
Hariska berada di stand KLHK Indonesia dalam MUSIAD Expo 2022 di Istanbul Turki, 4 November 2022

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai koordinator delegasi ini ikut membawa perwakilan dari petani KUPS, Hariska S Hut. Hariska sendiri adalah Ketua LPHD Lauk Bersatu. Kemudian, ada Gusti Iwan Darmawan dari Kopi Jalanan (Kojal) memamerkan produk Kopi Liberika dari petani perhutanan sosial di Kayong Utara.

“Dengan mengikuti even pameran internasional ini, kita berharap madu huta dari Nanga Lauk bisa diterima pasar. Berharap ada pembeli atau buyer dari luar negeri. Apabila ada buyer dari luar negeri tentu sangat menguntungkan bagi LPHD dan KUPS Madu yang selama ini dibina oleh PRCF Indonesia,” harap alumni Fakultas Kehutanan Untan ini.

MUSIAD Expo

Pada hari pertama, booth Kementerian LHK yang ditata dengan unik, telah dikunjungi banyak pengunjung dari berbagai negara. Para pengunjung antusias dengan produk kopi, madu, kerajinan tangan, dan kain tenun. Mereka juga dijamu dengan seduhan Kopi Liberika Kayong Utara dengan alat Bamboo Drip yang membuat rasa kopi menjadi unik dan enak.

Delegasi MUSIAD seluruh negara, perwakilan negara, dan beberapa Kamar Dagang dari berbagai negara. Mereka antusias berkunjung ke booth Indonesia. Bahkan beberapa pengunjung turut menunjukkan ketertarikan untuk bekerja sama dan tertarik membeli madu dalam jumlah besar. Keinginan mereka ini akan ditindaklanjuti pada pertemuan IHSIAD Business Forum pada 7 November 2022. Hal ini akan ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LOI) antara KUPS yang hadir dengan pelaku usaha di Turki.

Kementerian LHK berharap melalui partisipasi dalam event besar ini, dapat meningkatkan konektivitas pasar bagi produk-produk HHBK kelompok usaha perhutanan sosial, menciptakan peluang bertemu dan bekerjasama dengan para pebisnis dan offtaker internasional untuk memperoleh pelanggan potensial, importir, maupun mitra dagang baru. (ros)

Continue Reading