Untuk membangun suatu daerah, terutama  bidang lingkungan hidup, tidak bisa mengandalkan pemerintah semata. Perlu ada pihak ketiga ikut terlibat. Dalam hal ini mitra pembangunan atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Di sinilah pentingnya sinergisitas antara pemerintah dengan mitra pembangunan.

Pada 3 Oktober 2023 lalu, Kepala Bappeda Kapuas Hulu, Ambrosius Sadau SH MSi dan Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi, Jimmy J SP M.Eng berkunjung ke Kantor PRCF Indonesia di Putussibau. Dua pejabat penting ini ingin melihat secara langsung mitra pembangunan yang berkegiatan di daerahnya. Tentunya, mereka ingin melihat langsung aktivitasnya, serta mendengarkan program kerjanya. Kedatangan Bappeda ini membuktikan, Pemkab Kapuas Hulu tidak sekadar menerima laporan saja, melainkan ingin melihat langsung kegiatan mitra pembangunannya.

Selain itu, bagi PRCF sendiri, kedatangan Bappeda ke kantornya, sebagai sebuah kehormatan besar. Tak sekadar sebuah kehormatan, melainkan juga sebuah apreasi. Kegiatan konservasi yang dilakukan PRCF di enam desa yakni Nanga Lauk, Nanga Jemah, Nanga Betung, Sri Wangi, Tanjung, dan Penepian Raya mendapatkan perhatian dari Pemkab Kapuas Hulu sendiri.

Selama ini, PRCF melewati LPHD yang didampingi di enam desa itu selalu pro aktif memberikan laporan per triwulan ke Pemkab Kapuas Hulu. Laporan tersebut sekaligus ingin menginformasikan sejauh mana program kerja direalisasikan dan dampaknya bagi masyarakat. Dampak dari program kerja itu terjadinya peningkatan kapasitas bagi masyarakat dalam pengelolaan hutan desa, juga kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Secara umum, dampak  ini bersinergi dengan tujuan pembangunan yang dilakukan Pemkab Kapuas Hulu.

Sinergisitas menjadi sesuatu yang sangat penting saat ini. Pemkab Kapuas Hulu jelas tidak mungkin meng-cover seluruh wilayah yang sangat luas, ditambah anggaran terbatas. Di sinilah pentingnya sinergisitas dengan pihak ketiga, dalam hal ini mitra pembangunan. Tujuannya sama, ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apalagi setiap program pembangunan bersinergi, itulah yang terbaik. Jangan sampai berjalan sendiri-sendiri, alias tidak memberikan laporan ke penguasa wilayah, Pemkab Kapuas Hulu. PRCF Indonesia secara konsisten selalu bersinergi tidak hanya Pemkab Kapuas Hulu melainkan juga dengan KPH, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalbar, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

PRCF sendiri juga merasa tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dari Pemerintah Desa dan Pemkab Kapuas Hulu. Pada akhirnya, memang perlu sinergisitas semua pihak agar program kerja yang telah direncanakan bisa berjalan dengan baik. (ros)