Book Appointment Now

Menyulam Budaya, Menjaga Alam
Program konservasi lain dan kebudayaan PRCF Indonesia menjembatani pelestarian warisan budaya dengan upaya konservasi ekosistem pesisir dan hutan. Pendekatan ini menekankan kolaborasi bersama masyarakat lokal agar keberlanjutan lingkungan berjalan seiring dengan penguatan identitas budaya dan ekonomi komunitas.
Melalui rangkaian program lintas sektor, PRCF Indonesia memastikan komunitas memiliki kapasitas, dukungan sarana, serta akses terhadap pengetahuan baru untuk menjaga sumber daya alam dan budaya secara berkelanjutan.
Inisiatif Program
Gunakan panel di bawah untuk melihat fokus setiap inisiatif, kolaborator lokal, serta target jangka panjang program.
Preservasi Tenun Tradisional

Lokasi
Desa Gemba Raya, Kab Sintang, & Desa Sungai Abau, Kab. Kapuas Hulu
Periode
2023-2024
Kemitraan
Dana Indonesia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Republik Indonesia
Yayasan PRCF Indonesia terus berupaya melakukan beberapa aktivitas preservasi kain tenun, mulai merestorasi dan merevitalisasi sampai pada diversifikasi produk tenun itu sendiri.
Melalui dukungan Program Dana Indonesiana PRCF Indonesia menyelenggarakan kegiatan preservasi tenun, dan direncanakan berlangsung pada 2024-2026. Penerima manfaat, secara khusus, dari kegiatan ini adalah Kelompok Penenun Desa Desa Gemba Raya, Kabupaten Sintang, serta Desa Sungai Abau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Tujuan Program
- Penguatan kelembagaan usaha para penenun di dua desa, yakni Desa Gemba Raya, Kabupaten Sintang, serta Desa Sungai Abau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat yang mengarah pada komitmen preservasi kebudayaan tenun iban, dan kemandirian kelompok dalam penguatan ekonomi.
- Tersedianya fasilitas pendukung atau peralatan tenun untuk kelompok demi memperbaharui peralatan yang telah usang dan tidak terpakai.
- Terlaksananya pelatihan pengembangan produk turunan yang memungkinkan tenun Dayak bisa diterima oleh generasi muda maupun publik yang lebih luas.
- Tersedianya katalog digital yang memungkinkan informasi mengenai tenun ikat Dayak (bahan, filosofi motif, penenun, dan lain-lain) dapat dijangkau dengan lebih mudah dan lintas geografis.
- Tersedianya dokumentasi audio-visual proses penenunan, motif, maupun riwayat penenun, dalam bentuk tulisan, visual, audio-visual, yang bisa diolah ke dalam bentuk produk digital dan printed out.
- Penyelenggaraan seminar mengenai eksistensi tenun ikat di masa lalu, masa kini, dan masa depan dengan melibatkan publik nasional dan internasional.Terselenggaranya seminar yang mengulas eksistensi tenun ikat di masa lalu, masa kini, dan nanti, dan melibatkan publik nasional dan internasional.
Konservasi Pesisir Paloh

Lokasi
Desa Sibubus, Kab. Sambas
Periode
2023-2024
Kemitraan
- WoW Borneo
- Pokmas Wahana Bahari Sungai Belacan
- Pokmaswas Kambau Borneo Tanjung Api
PRCF Indonesia bekerja sama dengan WoW Borneo, Pokmas Wahana Bahari Sungai Belacan dan Pokmaswas Kambau Borneo Tanjung Api dalam kegiatan konservasi penyu Paloh. Kegiatan ini berlangsung singkat, hanya pada tahun Maret – Agustus 2024. Lokasinya berada di Sungai Belacan karena merupakan area penting bagi penyu bertelur.
engan hamparan panjang sekitar 63 kilometer, pantai peneluran penyu Paloh memang menjadi satu di antara dua belas pantai peneluran utama di Indonesia. Rata-rata per tahun berlangsung kurang lebih 3.700 pendaratan penyu dan hampir setengahnya melakukan kegiatan peneluran. Paloh sendiri telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi melalui Kepmen-KP (Kelautan dan Perikanan) No. 93 tahun 2020.
Empat dari enam jenis penyu yang berada di perairan Indonesia ditemukan di kawasan perairan maupun pesisir pantai Kecamatan Paloh. Mereka adalah Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea), dan Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea). Jenis mayoritas yang mendarat di pantai Paloh adalah penyu hijau, sementara penyu belimbing, hanya ditemukan mendarat sekali dalam lima belas tahun terakhir ini.
Tujuan Program
- Meningkatkan pengawasan pantai dan perlindungan terhadap penyu.
Imbal Jasa Ekosistem (Payment for Ecosystem Services/PES) dalam Program TFCA Siklus V

Lokasi
Desa Nanga Jemah, Desa Sri Wangi, Desa Nanga Betung, Desa Tanjung, Kabupaten Kapuas Hulu.
Periode
2021-2024
Kemitraan
- WoW Borneo
- Pokmas Wahana Bahari Sungai Belacan
- Pokmaswas Kambau Borneo Tanjung Api
PRCF Indonesia bersama Tropical Forest Conservation Act (TFCA) Kalimantan menyelenggarakan program “Pengembangan Inisiatif Pendanaan Imbal Jasa Ekosistem dalam Mendukung Konservasi Hutan dan Pemberdayaan Masyarakat Bersama Lembaga Pengelola Hutan Desa di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.”
Program ini dapat memfasilitasi LPHD dalam melakukan pengelolaan serta mempersiapkan skema imbal jasa ekosistem terhadap kegiatan konservasi bagi pengelolaan Hutan Desa dalam jangka panjang.
Tujuan Program
- Kapasitas kelembagaan LPHD selaku pemilih hak izin pengelolaan hutan desa menjadi lebih mumpuni. Mereka juga dapat mengakses pendanaan imbal jasa ekosistem yang lebih panjang.
- Masyarakat dapat melakukan upaya perlindungan dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam mengelola Hutan Desa.
- Kemitraan antara LPHD dengan pihak ketiga terbangun dalam mendukung pengelolaan Hutan Desa melalui pembiayaan jangka panjang.
- Produktivitas usaha masyarakat di empat desa pengelola Hutan Desa meningkat untuk mengurangi ancaman kelestarian hutan.
Folunet Sink 2030

Lokasi
Desa Nanga Betung, Kab. Kapuas Hulu dan Desa Kali Bandung, Kab. Kubu Raya.
Periode
2023
Kemitraan
- Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Barat
- Inisiatif Dagang Hijau
PRCF Indonesia terlibat di dalam Folunet Sink 2030 yang merupakan program pemerintah Indonesia untuk mencapai kondisi di mana penyerapan karbon oleh sektor kehutanan dan lahan (FOLU) lebih besar dari emisinya pada tahun 2030. Tujuannya adalah mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) secara signifikan, dengan target mencapai penyerapan emisi sebesar -140 juta ton CO2 pada tahun tersebut sebagai langkah utama untuk mencapai target Net Zero Emissions pada tahun 2060.
Dalam program ini, PRCF Indonesia melakukan beberapa aktivitas seperti pendataan biodiversity terutama flora untuk mengisi aplikasi SIPOHON, dan membuat film terkait dengan program Folu Net Sink 2030.
Enabling The Growth of PES Project Supply with P4f (People For Forest)

Lokasi
Pontianak dan Sipirok (Sumut)
Periode
2023-2024
Kemitraan
- Dinas LHK Provinsi Kalimantan Barat
- Dinas LHK Provinsi Sumatera Utara
PRCF INDONESIA Bersama P4F dalam sebuah kerja sama program dengan tema “Enabling the Growth of PES Project Supply” yakni sebuah Upaya untuk meningkatkan akses terhadap sumber pendanaan melalui pendekatan PES. P4F merupakan sebuah organisasi yang memfasilitasi para pihak pada sektor swasta, sektor publik, dan masyarakat untuk dapat meraih nilai bersama dari hutan berkelanjutan dan penggunaan lahan berkelanjutan.
Tujuan Program
- Meningkatkan kapasitas bagi staff PRCF Indonesia dalam menyiapkan program PES di Tingkat tapak
- Membangun system managemen data dan Meningkatkan Kapasitas satf dalam memanagement data.
- Pengembangan buku panduan/Toolkit tentang pengembangan program melalui pendekatan PES
- Membangun pemahaman kepada para mitra NGO di Kalimantan dan Sumatra bagaimana proses membangun program melalui pendekatan PES
Informasi Program
Dukungan yang Diharapkan
PRCF Indonesia membuka kolaborasi untuk memperkuat inisiatif budaya dan konservasi, mulai dari dukungan pendanaan, pendampingan teknis, hingga kemitraan promosi produk komunitas.
Pendekatan Pendampingan
- Pendataan kebutuhan komunitas sekaligus pemetaan potensi budaya dan ekologis.
- Penguatan kapasitas organisasi lokal melalui pelatihan manajemen, produksi, dan pemasaran.
- Dokumentasi dan diseminasi pengetahuan agar praktik baik dapat direplikasi lintas wilayah.
- Kolaborasi dengan mitra multi pihak untuk memastikan keberlanjutan pendanaan dan dukungan teknis.
