Book Appointment Now

SEJARAH PRFC INDONESIA
Perjalanan 15 tahun PRCF Indonesia dalam melindungi keanekaragaman hayati dan
memberdayakan masyarakat untuk masa depan yang berkelanjutan.
Yayasan PRCF Indonesia
Yayasan Pelestari Ragam Hayati dan Cipta Fondasi Indonesia (PRCF Indonesia) adalah organisasi non-profit berbasis di Pontianak, Kalimantan Barat, yang berkomitmen melindungi keanekaragaman hayati dan fungsi ekosistem, sembari memperkuat kemandirian masyarakat melalui pendekatan konservasi berbasis komunitas. PRCF Indonesia berawal dari kerja sama dengan PRCF International yang berbasis di Amerika Serikat, dan sejak tahun 2018 telah berdiri sebagai organisasi independen di Indonesia dengan nama Yayasan Pelestari Ragam Hayati dan Cipta Fondasi Indonesia (Yayasan PRCF Indonesia).
Fokus dan Pendekatan
Sejak resmi beroperasi pada tahun 2000, PRCF Indonesia menitikberatkan kegiatannya pada perhutanan sosial, konservasi spesies terancam punah, pengembangan ekonomi berkelanjutan, dan revitalisasi nilai budaya lokal. Pendekatan ini mengedepankan keterlibatan aktif masyarakat agar tercipta keseimbangan antara upaya konservasi dengan kesejahteraan sosial-ekonomi komunitas.
Kemandirian dan Legalitas
PRCF Indonesia merupakan organisasi independen, sementara PRCF International tetap memberikan dukungan teknis sesuai kebutuhan. Berdasarkan Akta Notaris Nomor 281 Tahun 2018 serta SK Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0011900.AH.01.04 Tahun 2018, PRCF Indonesia memiliki landasan hukum yang sah sebagai yayasan di Indonesia.
Visi & Konsep Pergerakan
Visi & Konsep Pergerakan
Visi
Mewujudkan konservasi keanekaragaman hayati yang mendukung fungsi ekosistem dan menyediakan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan, mempromosikan kemandirian masyarakat setempat melalui peningkatan sosial ekonomi dengan tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal.
Konsep Pergerakan
Dengan memperkuat partisipasi lokal dalam konservasi keanekaragaman hayati dan fungsi ekosistem, melalui upaya perlindungan dan pemanfaatan secara bijaksana terhadap sumber daya alam, dan pengembangan sosial ekonomi serta revitalisasi budaya yang berdampak kepada masyarakat.
Misi
- Penelitian yang mendukung konservasi terhadap spesies dari ancaman global dan karena kurangnya pengetahuan mengenai spesies tersebut,
- Meningkatkan kemampuan masyarakat setempat dalam pengelolaan sumber daya alam dan habitat-habitat kritis.
- Pengelolaan konservasi berbasis masyarakat yang mendukung pengembangan mata pencaharian setempat dan kelembagaan.
- Mitigasi ancaman terhadap keanekaragaman hayati dan mata pencaharian setempat akibat perubahan iklim dan pengembangan skema pembayaran jasa lingkungan serta kemitraan pendanaan perusahaan.
- Meningkatkan kesadaran lingkungan dalam pemanfaatan sumber daya alam melalui advokasi dan penyuluhan kepada masyarakat.
- Mendorong kemandirian masyarakat, revitalisasi seni budaya dan identitas etnis.
10,442 HA
Kawasan Perhutanan Sosial
Area Hutan yang Dikelola bersama Masyarakat
60 +
Anggota Lembaga Pengelola Hutan Desa
Keteribatan dalam Pendampingan dan Penguatan Kelembagaan
120 +
Anggota Tim Patroli Hutan Desa
Keteribatan Perlindungan dan Pengawasan Hutan Desa
+150
Spesies Flora dan Fauna
Keanekaragaman Hayati yang Didata di Hutan Desa
Rekam Jejak Program
Ruang konsep dan jejak program yang dilaksanakan PRCF Indonesia
Program 01 – Women Empowerment and Strengthening – Community Cultural Identity Program
Pemberdayaan Perempuan dan Penguatan Identitas Budaya Masyarakat
- Revitalization and Restoration Dayak Ikat Weaving (2001, 2004, 2007)
- Increased sustainability of use and conservation of local natural dye plants by Dayak Weavers by maintaining standing stock (2008)
- Strengthening the Small Business Women’s Network (JARPUK) as a means of supporting people’s economic development (2009-2011)
- Sustainable Consumption and Production (SCP) of hand-woven textiles (Songket, Ulos, Lurik, Abaca, Ikat): Female Entrepreneurship in Indonesia and the Philippines (2013-2017)
- Preservasi Tenun Tradisional di Kabupaten Kapuas Hulu dan Sintang (2023-2026)
Program 02 – Democracy and Peace Building Program
Program Membangun Demokrasi dan Perdamaian
- Increased community bargaining in building performance of Bengkuang Village collectively for development and peace fair (2003-2004)
- Peace Improvement in Bengkuang Village, Sintang: strengthening local capacities to resolve conflict (2004-2005)
- Strengthening democracy through participatory mapping to resolve conflicts over land in Kelam Permai Sub-district, Sintang District (2007-2008)
- Provision of consultative space and development of citizen participation models in village forums for development planning in Kelam Permai Sub-district (2009-2010)
Program 03 – Habitat and Endangered Species Conservation Program
Program Konservasi Habitat dan Spesies Terancam Punah
- Surveys of the False Gharial (Tomistoma schlegelii) in West Kalimantan, Indonesia (2004)
- Gibbon/Hylobates (Kelempiau) survey in Gunung Nyiut Nature Reserve, West Kalimantan (2004)
- Kalimantan-wide orangutan surveys in West Kalimantan (2009)
- Sea turtle survey in nesting areas, Tanjung Belimbing Parks Nature (2010-2011)
- Orangutan nest surveys in Gunung Nyiut Nature Reserve (2012)
- Focused conservation of Tomistoma schlegelii in the landscape of Danau Sentarum National Park (2013, 2017)
Program 04 – Community-Based Forest Management, NTFP Development, and Ecosystem Services Program
Program Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat dan Jasa Ekosistem
- Participative management and community development in the buffer zone of Gunung Nyiut Conservation Area (2008)
- Assessment perception and Free, Prior, Informed Consent (FPIC) assessment in Kuala Satong, Kuala Tolak, and Laman Satong Villages (2012)
- Program upscaling sustainable, community-based forest livelihoods in Kalimantan (2012)
- Participatory forest planning in Ensaid Panjang Village, Kelam Permai Sub-district (2012-2013)
- Institutional strengthening of the society business sustainable ecosystem services in Nyiut Mountain Nature Reserve (ITTO) (2013)
- Operational strategies for conservation of Tengkawang genetic diversity and sustainable livelihoods of indigenous people of Kalimantan (ITTO) (2013)
- Strengthening the capacity of communities in Ensaid Panjang (2010-2013)
- Village forest development to support biodiversity conservation and sustainable utilization of NTFPs (2014-2016)
- Pengembangan Hutan Desa melalui pemanfaatan HHBK dan jasa ekosistem secara berkelanjutan di Kabupaten Kapuas Hulu (2016-2017)
- Pengembangan dan pemasaran produk olahan rotan masyarakat pengelola hutan desa (2017-2018)
- Konservasi Hutan Desa dalam Program Rimba Pakai Pengidup di Desa Nanga Lauk (2019-2044)
- Imbal Jasa Ekosistem, TFCA Kalimantan Siklus V (2021-2024)
- PRCF – PES Enabling Condition (2023-2024)
- Capacity Building on Sustainable Rubber / Support to Sustainable Rubber Activities (2022-2024)
- Program Rimba Pakai Kemuka Ari di 5 desa di Kapuas Hulu (2022-2047)
- Batang Toru Forest Ecosystem (2020-2024)
- Program Hadabuan Hills Forest Landscape (2022-2024)
- Livelihoods for Family Forest in Sumatera (2022-2028)

Nilai & Prinsip Kerja
PRCF Indonesia menjunjung tinggi prinsip Diversity, Equality, dan Inclusion (DEI).
Program dirancang partisipatif dengan menghormati kearifan lokal dan kebijakan pemerintah.
Berbasis Komunitas
Masyarakat lokal adalah mitra utama dalam setiap program konservasi yang kami jalankan.
Pendekatan Saintifik
Semua keputusan dan strategi didasarkan pada penelitian ilmiah dan data yang akurat.
Berkelanjutan
Menciptakan solusi jangka panjang yang menguntungkan alam dan manusia.
Transparansi
Keterbukaan dalam pengelolaan program, keuangan, dan pelaporan dampak.
Inovasi
Mengadopsi teknologi dan metode terbaru untuk efektivitas konservasi.
Kolaborasi
Membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak untuk dampak maksimal.
