Program Konservasi Lain dan Kebudayaan

Program-program yang mendorong keberlanjutan ekologi dan kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan berbasis komunitas


Menyulam Budaya, Menjaga Alam

Inisiatif Program

Preservasi Tenun Tradisional

Konservasi Pesisir Paloh

Imbal Jasa Ekosistem (Payment for Ecosystem Services/PES) dalam Program TFCA Siklus V

Lokasi
Desa Nanga Jemah, Desa Sri Wangi, Desa Nanga Betung, Desa Tanjung, Kabupaten Kapuas Hulu.

Periode
2021-2024

Kemitraan

  • WoW Borneo
  • Pokmas Wahana Bahari Sungai Belacan
  • Pokmaswas Kambau Borneo Tanjung Api

PRCF Indonesia bersama Tropical Forest Conservation Act (TFCA) Kalimantan menyelenggarakan program “Pengembangan Inisiatif Pendanaan Imbal Jasa Ekosistem dalam Mendukung Konservasi Hutan dan Pemberdayaan Masyarakat Bersama Lembaga Pengelola Hutan Desa di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.”

Program ini dapat memfasilitasi LPHD dalam melakukan pengelolaan serta mempersiapkan skema imbal jasa ekosistem terhadap kegiatan konservasi bagi pengelolaan Hutan Desa dalam jangka panjang.

Tujuan Program

  1. Kapasitas kelembagaan LPHD selaku pemilih hak izin pengelolaan hutan desa menjadi lebih mumpuni. Mereka juga dapat mengakses pendanaan imbal jasa ekosistem yang lebih panjang.
  2. Masyarakat dapat melakukan upaya perlindungan dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam mengelola Hutan Desa.
  3. Kemitraan antara LPHD dengan pihak ketiga terbangun dalam mendukung pengelolaan Hutan Desa melalui pembiayaan jangka panjang.
  4. Produktivitas usaha masyarakat di empat desa pengelola Hutan Desa meningkat untuk mengurangi ancaman kelestarian hutan.
Folunet Sink 2030

Lokasi
Desa Nanga Betung, Kab. Kapuas Hulu dan Desa Kali Bandung, Kab. Kubu Raya.

Periode
2023

Kemitraan

  • Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Barat
  • Inisiatif Dagang Hijau

PRCF Indonesia terlibat di dalam Folunet Sink 2030 yang merupakan program pemerintah Indonesia untuk mencapai kondisi di mana penyerapan karbon oleh sektor kehutanan dan lahan (FOLU) lebih besar dari emisinya pada tahun 2030. Tujuannya adalah mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) secara signifikan, dengan target mencapai penyerapan emisi sebesar -140 juta ton CO2 pada tahun tersebut sebagai langkah utama untuk mencapai target Net Zero Emissions pada tahun 2060.

Dalam program ini, PRCF Indonesia melakukan beberapa aktivitas seperti pendataan biodiversity terutama flora untuk mengisi aplikasi SIPOHON, dan membuat film terkait dengan program Folu Net Sink 2030.

Enabling The Growth of PES Project Supply with P4f (People For Forest)

Lokasi
Pontianak dan Sipirok (Sumut)

Periode
2023-2024

Kemitraan

  • Dinas LHK Provinsi Kalimantan Barat
  • Dinas LHK Provinsi Sumatera Utara

PRCF INDONESIA Bersama P4F dalam sebuah kerja sama program dengan tema “Enabling the Growth of PES Project Supply” yakni sebuah Upaya untuk meningkatkan akses terhadap sumber pendanaan melalui pendekatan PES. P4F merupakan sebuah organisasi yang memfasilitasi para pihak pada sektor swasta, sektor publik, dan masyarakat untuk dapat meraih nilai bersama dari hutan berkelanjutan dan penggunaan lahan berkelanjutan.

Tujuan Program

  1. Meningkatkan kapasitas bagi staff PRCF Indonesia dalam menyiapkan program PES di Tingkat tapak
  2. Membangun system managemen data dan Meningkatkan Kapasitas satf dalam memanagement data.
  3. Pengembangan buku panduan/Toolkit tentang pengembangan program melalui pendekatan PES
  4. Membangun pemahaman kepada para mitra NGO di Kalimantan dan Sumatra bagaimana proses membangun program melalui pendekatan PES

Informasi Program

Lokasi utama
Desa Gemba Raya & Sungai Abau (Kalimantan Barat); Sungai Belacan, Paloh (Kab. Sambas)
Periode kegiatan
Preservasi Tenun 2024–2026; Konservasi Pesisir Paloh Maret–Agustus 2024)
Kemitraan kunci
WoW Borneo, Pokmas Wahana Bahari, Pokmaswas Kambau Borneo, kelompok penenun lokal
Program lanjutan
Imbal Jasa Ekosistem (PES) TFCA Siklus V dan SASCI+

Dukungan yang Diharapkan

PRCF Indonesia membuka kolaborasi untuk memperkuat inisiatif budaya dan konservasi, mulai dari dukungan pendanaan, pendampingan teknis, hingga kemitraan promosi produk komunitas.

Pendekatan Pendampingan
  • Pendataan kebutuhan komunitas sekaligus pemetaan potensi budaya dan ekologis.
  • Penguatan kapasitas organisasi lokal melalui pelatihan manajemen, produksi, dan pemasaran.
  • Dokumentasi dan diseminasi pengetahuan agar praktik baik dapat direplikasi lintas wilayah.
  • Kolaborasi dengan mitra multi pihak untuk memastikan keberlanjutan pendanaan dan dukungan teknis.