Book Appointment Now


KALIMANTAN BARAT
Lanskap Kapuas Hulu menjadi pusat pendampingan PRCF Indonesia dalam pengelolaan hutan desa, konservasi spesies, serta penguatan ekonomi berbasis hasil hutan bukan kayu.

SUMATERA UTARA
PRCF Indonesia mendampingi lanskap Batang Toru dan Hadabuan Hill untuk menjaga habitat satwa kunci serta memperkuat pengelolaan hutan desa melalui skema konservasi berbasis komunitas.
Desa Nanga Jemah

HD Nyuai Peningun di Desa Nanga Jemah menjadi habitat penting bagi berbagai flora dan fauna dilindungi. Penilaian Keanekaragaman Hayati Partisipatif menunjukkan sedikitnya 7 spesies mamalia, 30 spesies burung, dan 6 spesies herpetofauna. Kawasan ini memiliki potensi ekowisata yang memungkinkan pengunjung menjajal kegiatan pendakian, arung jeram, dan berkemah. HD ini juga berperan sebagai wilayah serapan karbon yang penting.
Masyarakat memanfaatkan beragam tumbuhan hutan untuk pangan, kerajinan, dan tanaman hias, termasuk Carica papaya L., Hevea brasiliensis, Durio kutejensis, serta potensi HHBK seperti damar hutan, akar bajaka, bambu, buah gitak, dan lain-lain.
SK Areal Kerja
62/Menhut-II/2014 (21 Januari 2014)
Pengelola
LPHD Nyuai Peningun
Hak Pengelolaan
SK.678/Menlhk-PSKL/PKPS/PSL.0/2/2017 (23 Februari 2017) ±4.160 Ha
Desa Sri Wangi

HD Batang Tau merupakan habitat penting bagi berbagai flora dan fauna yang dilindungi. Kawasan ini juga menyimpan kekayaan Hasil Hutan Bukan Kayu yang menjadi penopang kehidupan masyarakat sekitar hutan, terutama masyarakat Desa Sri Wangi. Terdapat beragam jenis HHBK yang kerap dimanfaatkan masyarakat. Beberapa di antara HHBK tersebut adalah Akar Bajakah, Akar Empolas, Damar, dan lain-lain. Terdapat juga aneka tanaman hias seperti Alokasia SP, Alokasia Regiana Putih. Selain itu, juga terdapat beragam tumbuhan obat.
- Hutan Desa (HD) Batang Tau berada di Desa Sri Wangi, Kecamatan Boyan Tanjung, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.
- SK Areal Kerja: Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan Nomor: 65/Menhut-II/2014 tanggal 21 Januari 2014.
- Pengelola: LPHD Batang Tau
- Hak Pengelolaan Hutan Desa (HPHD): Surat Keputusan (SK) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor: SK.686/Menlhk-PSKL/PKPS/PSL.0/2/2017 tanggal 21 Januari 2014 dengan luas ± 335 Ha pada kawasan Hutan Lindung (HL) dan Hutan Produksi (HP).
Desa Nanga Betung, Kec. Boyan Tanjung

Topografi hutan Nanga Betung bervariasi, dari dataran, bergelombang, dan berbukit. Dari kondisi tersebut terbentuk beberapa kelas lereng yang meliputi lereng datar, landai, agak curam, curam, dan sangat curam. Kawasan ini punya keanekaragaman fauna dan flora. Diperkirakan terdapat lebih dari 15 jenis mamalia, dan lebih dari 18 jenis burung, puluhan herpetofauna, reptil, di sekitar kawasan hutan desa dan di sekitar pemukiman masyarakat.
Jenis flora juga cukup beragam. Diperkirakan terdapat lebih dari 77 spesies tumbuhan dari 10 family yang berbeda. Sebagian besar tanaman merupakan spesies hutan seperti jenis Meranti (Shorea SP), Engkerosit (Dillenia SP), Belian (Eusideroxylon Zwageri), dan Keruing (Dipterocarpus Sp), Terdapat juga tanaman buah dan obat seperti Durian (Durio zibethinus), Langsat (Lansium), Rambutan (Nephelium lappaceum), asam-asaman (Mangifera sp), Pasak Bumi (Euricoma Longifolia), dan Pakis Tanduk Rusa (Platycerium bifurcatum).
- Kawasan Areal Kerja HD Pundjung Batara: Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor: 27/Menhut-II/2014 tanggal 9 Januari 2014.
- Pengelola: LPHD Pundjung Batara
- Hak Pengelolaan Hutan Desa (HPHD): Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalimantan Barat Nomor: 399/EKBANG/2015 tanggal 13 Februari 2015 dengan luas ± 1.995 Ha pada kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).
Desa Tanjung Kec. Mentebah

HD Bukit Belang menjadi habitat penting bagi berbagai flora dan fauna yang dilindungi. Penilaian Keanekaragaman Hayati Partisipatif menunjukkan bahwa terdapat setidaknya 36 spesies mamalia, 53 spesies burung dan 75 spesies herpetofauna. Hampir semua spesies berstatus dilindungi berdasarkan IUCN, CITES, dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018.
Begitu juga dengan flora. Antara lain, jenis yang banyak dijumpai di HD Bukit Belang adalah Archidendron ellipticum (Blanco) I.C.Nielsen, Palaquium dasyphyllum Pierre ex Dubard, Artocarpus elasticus Reinw. ex Blume, Nephelium uncinatum Radlk, Ficus schwarzii Koord, Calamus sp1, Calamus sp2, Donax sp, Freycinetia sp dan Selaginella sp.
- Kawasan Areal Kerja HD Bukit Belang: Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan Nomor: 66/Men-Hut/2014 tanggal 21 Januari 2014.
- Pengelola: LDPH Bukit Belang
- Hak Pengelolaan Hutan Desa (HPHD): Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalimantan Barat Nomor: 401/EKBANG/2015 tanggal 18 Februari 2015 dengan luas ± 2.520 Ha pada kawasan Hutan Lindung (HL).
Desa Penepian Raya Kec. Jongkong

HD Penepian Raya berada di dalam Kawasan Hutan Lindung (HL) dan Hutan Produksi Konversi (HPK) dengan topografi bervariasi. Ada yang mendatar, bergelombang, dan berbukit. Dari kondisi tersebut, terbentuk beberapa kelas lereng yang meliputi: kelas lereng datar (0-<8%), dan landai (8-<15%). HD Penepian Raya mempunyai flora dan fauna yang cukup beragam berdasarkan hasil identifikasi bahwa memiliki lebih dari (≥69) spesies mamalia dan (≥14) jenis burung.
Hutan dataran rendah terdapat di daerah dengan ketinggian 0-250 mdpl. Tinggi tajuk pohon rata-rata 20 m. Batang pohon umumnya ditemukan dengan ukuran bervariasi. Pohon dengan bunga-bunga pada batang atau cabang utamanya, daun berujung runcing, tumbuh merambat berukuran besar dan tumbuh menjalar, menjadi sebagian besar flora di HD Penepian Raya.
- Kawasan Areal Kerja HD Bumi Lestari: Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan Nomor: 64 / Menhut-II/ 2014 tanggal 21 Januari 2014.
- Pengelola: LPHD Bumi Lestari
- Hak Pengelolaan Hutan Desa (HPHD): Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalimantan Barat Nomor: 400 / EKBANG/ 2015 tanggal 13 Februari 2015 dengan luas ±1.285 Ha pada kawasan Hutan Lindung (HL).
Desa Nanga Lauk, Kec. Embaloh Hilir

Hutan Desa Nanga Lauk berada di Desa Nanga Lauk Kecamatan Embaloh Hilir Kabupaten Kapuas Hulu. Status fungsi kawasan Hutan Desa yaitu Hutan Lindung. Luas areal Hutan Desa sebesar 1,430 Ha yang telah ditetapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2017 melalui Surat Keputusan Nomor: SK.685/Menlhk-PSKL/PKPS/PSL.0/2/2017 Tentang Pemberian Hak Pengelolaan Hutan Desa.
Karakteristik Hutan Desa didominasi hutan rawa gambut atau riparian dengan tipe tutupan berupa hutan sekunder dan belukar tua. Jenis pohon dominan di areal Hutan Desa yaitu taon, putat, masong, kawi dan jenis lainnya yang merupakan sumber pakan lebah. Sedangkan jenis satwa yang terindetifikasi di Ekosistem hutan ini yaitu orangutan, beruang madu, buaya senyulong, rangkong, bekantan dan berbagai jenis ikan.
Lanskap Ekosistem Batang Toru dan Lanskap Bukit Hadabuan, Sumatera Utara

PRCF Indonesia aktif bekerja di dua lanskap utama di Sumatra Utara:
- Lanskap Ekosistem Batang ToruFokus pada konservasi satwa kunci (Harimau Sumatra, Orangutan Tapanuli, Siamang, Owa, dan lutung hitam Sumatra) serta penguatan kapasitas masyarakat desa. Desa dampingan meliputi:
- Tanjung Dolok
- Simaninggir
- Batu Satail
- Aek Nabara
- Marancar Julu
- Haun Atas
- Dolok Sanggul
- Dolok Saut
- Lobu Sihim
- Sibalanga
- Pagaran Pisang
- Lanskap Bukit HadabuanFokus pada pengembangan OECM (Other Effective Area-based Conservation Measures) berbasis Hutan Desa, patroli hutan, dan alternatif ekonomi ramah lingkungan. Desa dampingan meliputi:
- Lobu Tayas
- Pematang
- Gorahut
- Rencana Perhutanan Sosial
PRCF juga akan mengusulkan 8 desa tambahan untuk mendapatkan izin Perhutanan Sosial, sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh hak kelola resmi dan dapat mengelola kawasan secara lestari.

Ingin Tahu Lebih Detail?
Hubungi kami untuk informasi kemitraan dan kolaborasi di lokasi program.
