Dari Hutan untuk Masa Depan, Penepian Raya Bergerak Bersama

Ditulis oleh  Rosadi PRCF 16 September 2026
Penepian Raya

Desa Penepian Raya menunjukkan, membangun desa bukan hanya soal membangun jalan dan fasilitas, tetapi juga menjaga lingkungan, membantu keluarga, dan menyiapkan masa depan generasi muda.

Rangkaian kegiatan Pemerintah Desa Penepian Raya menjadi gambaran nyata semangat tersebut. Kegiatan meliputi penyaluran BLT-DD Triwulan III, sosialisasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), serta penyerahan simbolis Beasiswa Program Rimba Pakai Kemuka Ari oleh LPHD Bumi Lestari kepada dua mahasiswa Desa Penepian Raya.

Kegiatan dihadiri unsur Pemerintah Kecamatan Jongkong, TNI, Polri, Pemerintah Desa, LPHD Bumi Lestari, dan masyarakat. Sinergi ini menjadi modal penting: desa akan lebih kuat ketika pemerintah dan masyarakat berjalan bersama.

Pj. Kepala Desa Penepian Raya, Junaidi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Camat Jongkong, Jabaruddin, S.Sos., M.Si., mengingatkan penerima BLT-DD agar menggunakan bantuan secara bijak dan mengutamakan kebutuhan keluarga. Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan Karhutla.

Pesan lingkungan semakin kuat dari Kapolsek Jongkong, IPDA Birju P. Manurung, S.AP. Masyarakat diajak menjaga hutan dan perairan serta tidak menggunakan racun atau bahan berbahaya untuk menangkap ikan. Sumber daya alam bukan warisan untuk dihabiskan, melainkan amanah untuk diteruskan.

Sementara itu, sosialisasi Karhutla disampaikan Kolonel Muttaqin dari Mabes TNI AU sebagai utusan Tim Percepatan Penanganan Karhutla. Pesannya sederhana tetapi penting: kebakaran lebih baik dicegah daripada ditangani setelah api membesar. Karena itu, kewaspadaan dan partisipasi masyarakat menjadi kunci.

Ada pula pesan Danramil Kecamatan Jongkong melalui PUA Oza mengenai keamanan dan ketertiban serta persiapan lahan untuk pembangunan KDMP Desa Penepian Raya.

Yang paling menggembirakan, dari hutan desa lahir harapan bagi pendidikan. LPHD Bumi Lestari menyerahkan beasiswa kepada dua mahasiswa melalui Program Rimba Pakai Kemuka Ari.

Inilah wajah pembangunan yang patut dibanggakan. Hutan dijaga, masyarakat diperhatikan, anak muda didukung untuk kuliah.

Sebab, keberhasilan mengelola hutan tidak hanya diukur dari berapa banyak pohon yang tetap berdiri, tetapi juga dari berapa banyak masa depan anak-anak desa yang berhasil tumbuh di bawah naungannya.

Penepian Raya sedang menunjukkan satu pelajaran penting: lingkungan yang lestari, masyarakat yang sejahtera, dan generasi yang berpendidikan bukan tiga cita-cita yang terpisah. Ketiganya bisa tumbuh dari desa yang dikelola dengan kebersamaan.

Dari Penepian Raya, kita belajar: menjaga hutan berarti menjaga kehidupan; membantu masyarakat berarti menguatkan desa; dan membiayai pendidikan berarti menanam masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *