Komputer Datang, Jendela Ilmu Desa Nanga Lauk Makin Terbuka

Ditulis oleh  Rosadi PRCF 22 September 2026
Bantuan untuk perpustakaan di Nanga Lauk

Kabar baik datang dari Desa Nanga Lauk. Bantuan TPBIS 2026 tahap I berupa komputer dan printer telah diterima oleh Perpustakaan Lentera Jendela Ilmu Desa Nanga Lauk. Bagi sebuah perpustakaan desa, bantuan ini bukan sekadar perangkat elektronik. Ini adalah tambahan amunisi untuk membuka lebih banyak pintu pengetahuan bagi masyarakat.

Informasi tersebut disampaikan Rio Afiat, Program Manajer PRCF Indonesia. Ia menyampaikan apresiasi kepada Perpustakaan Nasional RI atas bantuan dan dukungan yang diberikan. Terima kasih juga disampaikan kepada Perpustakaan Daerah yang selama ini menjadi mitra sekaligus memberikan pembinaan kepada perpustakaan desa.

Penghargaan turut diberikan kepada seluruh anggota Perpustakaan Lentera Jendela Ilmu yang telah bekerja sejak proses pengajuan hingga bantuan diterima. Artinya, komputer dan printer itu tidak datang karena sulap. Ada kerja, pengajuan, pendampingan, kesabaran, dan tentu saja doa yang ikut antre di belakang meja administrasi.

Dukungan juga datang dari LPHD Lauk Bersatu, PRCF Indonesia, dan Pemerintah Desa Nanga Lauk yang terus mendampingi proses pengembangan perpustakaan.

Di sinilah menariknya. Sebuah desa tidak harus menunggu menjadi kota untuk memiliki mimpi besar. Perpustakaan desa bisa menjadi pusat tumbuhnya pengetahuan, kreativitas, dan masa depan anak-anak.

Komputer dapat digunakan untuk mendukung pelayanan administrasi perpustakaan, kegiatan literasi digital, pembelajaran, hingga berbagai aktivitas kreatif masyarakat. Printer pun tampak sederhana, tetapi bagi perpustakaan desa, ia bisa menjadi alat kecil dengan manfaat yang panjang.

Rio berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan pelayanan, memperkuat kegiatan literasi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan anak-anak Desa Nanga Lauk.

Perpustakaan Lentera Jendela Ilmu akhirnya memang punya komputer baru. Namun yang lebih penting, jendelanya kini semakin lebar.

Dari sebuah desa di pedalaman Kalimantan Barat, anak-anak Nanga Lauk sedang belajar satu hal penting, jarak dari kota bukan alasan untuk jauh dari ilmu.

Kalau buku adalah jendela dunia, maka perpustakaan adalah rumah tempat jendela itu dibuka. Hari ini, Nanga Lauk baru saja membuka satu jendela lagi.

Rosadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *