Program SASCI+ Tahun Kedua Resmi Dimulai

Program Rantai Pasok Pertanian Berkelanjutan di Indonesia atau dikenal SASCI+ (Sustainable and Value Added Agriculture Supply Chain in Indonesa) memasuki tahun kedua. Program ini diinisiasi  GIZ Kapuas Hulu.

GIZ masih menggandeng PRCF Indonesia sebagai mitra pelaksana dalam pelaksanaan program. Agenda pelaksanaan pada tahun kedua meliputi: sosialisasi program SASCI+, pelatihan GAP dan GHP untuk komoditas karet sebanyak 2000 petani, penguatan kelembagaan petani karet, pengembangan persemaian dan bibit karet unggul dan bibit kopi di setiap kecamatan, pendampingan rutin bulanan, pembelian karet di desa oleh pabrik, distribusi bantuan berupa pisau sadap, seng, paku, talang sadap dan sekolah lapang bagi petani.

GIZ SASCI+ dipimpin Akhmad Arif didampingi M. Salamun. Sedangkan dari PRCF Indonesia diikuti oleh Imanul Huda (Team Leader), Azri (Program Coordinator sekaligus Marketing Expert), Slamet Sobari (Product & Quality Expert), Agus Sarwoko (Institution Expert), Mikael (Nursery Expert), Arif Elfri Yanda (Agroforestry Expert) dan Rijul Hartami (Community Organizer).

Program Sasci
Pelatihan pemberdayaan petani karet yang dilakukan tim SASCI+ 

Kegiatan tahun ini diawali dengan rapat internal antara tim GIZ dan PRCF Indonesia pada 15 Juni 2022 di Kantor PRCF Indonesia di Putussibau. Rapat membahas evaluasi tahun pertama dan perencanaan tahun kedua, termasuk teknis pelaksanaan.

Pelatihan pemberdayaan petani karet yang dilakukan PRCF Indonesia
Pelatihan pemberdayaan petani karet yang dilakukan tim SASCI+ 

Keesokan harinya, 16 Juni 2022 langsung dilaksanakan sosialisasi dan pelatihan GAP-GHP di Desa Nanga Lauk, Kecamatan Embaloh Hilir. Kegiatan berlangsung lancar dengan dihadiri 119 orang. Tempatnya  di Aula Pertemuan Desa di Dusun Lauk Kanan. Keesokan harinya, dilakukan pendampingan kepada KUPS Karet yang telah terbentuk di desa. Pendampingan membahas kapasitas KUPS terkait dengan program dan membahas mekanisme pengelolaan karet produksi masyarakat sampai dengan penjualan. Bersamaan dengan kegiatan di Nanga Lauk, pada 16-17 Juni 2022 juga dilakukan Training of Trainers di Desa Labian oleh SNV terkait dengan pengembangan kelembagaan petani karet.

Sosialisasi dan pelatihan GAP-GHP dilanjutkan di Desa Nanga Jemah, Kecamatan Boyan Tanjung pada 19 Juni 2022 yang dihadiri sebanyak 55 orang petani. Kegiatan selanjutnya pada 20 Juni 2022 diisi dengan melakukan pendampingan ke petani di Desa Karya Maju dan Nanga Danau.

Tahun kedua program merupakan kesempatan bagi desa yang belum mengikuti program SASCI+. Khusus Kecamatan Hulu Gurung, dari enam desa yang sudah terdaftar (Lubuk Antuk, Nanga Tepuai, Sejahtera Mandiri, Kelakar, Simpang Senara dan Mentawit), pada kali ini ditambah dengan empat desa lainnya, yaitu Tunas Muda, Parang, Mubung dan Tani Makmur, sehingga jumlah desa peserta SASCI+ di Kecamatan Hulu Gurung menjadi 10 desa.

Berturut-turut dilakukan sosialisasi dan pendampingan di Desa Tunas Muda (21 Juni 2022) di Gedung Lumbung Pangan yang diikuti sebanyak 50 petani, Desa Parang (23-24 Juni 2022) di ruang kelas Sekolah Satu Atap sejumlah 109 petani, Desa Mubung (25 Juni 2022) di kantor desa sebanyak 56 petani, dan Desa Tani Makmur (25-27 Juni 2022) yang masih berlangsung. Metode yang agak berbeda dilakukan di Desa Tani Makmur, dimana sosialisasi dilakukan pada malam hari dan pelatihan keesokan harinya, yang mana biasanya sosialisasi dan pelatihan langsung dilakukan pada hari yang sama dengan tata waktu yang berurutan. Sosialisasi dan pelatihan di Desa Tani Makmur dilakukan pada titik lokasi yang berbeda. Pertama di Dusun Senai Utara dan kedua Dusun Sungai Medang. Sosialisasi Dusun Senai Utara dilakukan di tribun stadion bola, dan pelatihan dilakukan di ruang kelas MTs Senai Utara. Sedangkan Dusun Sungai Medang sosialisasi dan pelatihan dilakukan di kantor desa lama.

Pada 22 Juni 2022, tim melakukan pendampingan di Desa Lubuk Antuk, Sejahtera Mandiri, Simpang Senara (Dusun Adung Baru) dan Kelakar. Bersamaan waktunya dengan kegiatan sosialisasi dan pelatihan, tim pendampingan juga bergerak di Desa Riam Mengelai, Nanga Sangan (Dusun Sukma), Nanga Danau dan Tubang Jaya di Kecamatan Boyan Tanjung.

Paralel dengan kegiatan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, juga dilakukan pengelolaan persemaian di kecamatan terkait. Pada periode kali ini, dilakukan penyiapan bedeng tabur dan penyemaian biji karet di persemaian BPP Lanjak. Hal serupa dilakukan di persemaian BPP Mentebah (Kalis) dan BPP Boyan Tanjung. Saat ini juga sedang dikerjakan penyiapan untuk persemaian Embaloh Hulu di Dusun Sungai Utik.

“Harapan kita, intervensi program yang dilakukan secara luas ini dapat meningkatkan daya dari petani karet binaan program. Mulai dari pengelolaan kebun yang sesuai standar, peningkatan mutu olahan karet (Bokar), kesempatan replanting tanaman karet dengan bibit karet unggul klon PB260, kesempatan pengembangan kebun campur (agroforestry), kemudahan penjualan hingga penguatan kelompok,” kata Azri.

“Itu belum termasuk bantuan atau reward yang diberikan dari program. Pisau sadap, seng, paku, dan talang sadap serta bibit bambu,” tambah Agus.

“Kami berharap petani dapat mengikuti proses didalam program ini secara bertahap. Kami memahami bagi sebagian petani hal ini dianggap tidak mudah. Namun dengan kekuatan tekad dan ketekunan, serta pendampingan yang tidak putus dari kita, kami yakin petani dapat berubah menuju kesejahteraan yang lebih baik,” tutup Slamet. (azr/ros)