Program RPKA Berhasil Memperoleh Validasi untuk Standar CCB

Yayasan Pelestari Ragamhayati dan Cipta Fondasi Indonesia (PRCF Indonesia), selaku pengelola proyek, dengan bangga mengumumkan bahwa Proyek Rimba Pakai Kemuka Ari – Hutan untuk Masa Depan telah berhasil memperoleh validasi di bawah skema karbon sukarela Verra menggunakan Standar Iklim, Komunitas, dan Keanekaragaman Hayati (CCB).

Validasi independen oleh pihak ketiga dilakukan oleh Earthood Services Ltd. Penilaian Earthood menyimpulkan bahwa proyek ini memenuhi seluruh persyaratan yang relevan pada standar dan pedoman CCB, serta telah menerapkan dengan benar Pendekatan Disetujui Plan Vivo untuk “Estimasi Manfaat Iklim dari REDD di hutan yang dikelola masyarakat,” Versi 2.0, 29 Juli 2017 /6/.

Proyek Rimba Pakai Kemuka Ari – Hutan untuk Masa Depan mendukung desa-desa proyek di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia untuk mengelola hutan yang telah mereka dapatkan hak pengelolaan secara legal dari Pemerintah.

Proyek ini membantu masyarakat membentuk dan menjalankan lembaga pengelola hutan desa, menyusun rencana pengelolaan hutan 10 tahunan dan tahunan, melakukan patroli serta pemantauan hutan, serta merehabilitasi lahan yang terdegradasi. Proyek ini juga mendukung pengembangan mata pencaharian alternatif, pendidikan, dan kesehatan di komunitas tersebut.

Validasi ini merupakan pencapaian besar bagi PRCF Indonesia, komunitas proyek, dan mitra proyek karena, berbeda dengan standar karbon, standar CCB menegaskan bahwa aktivitas proyek akan menghasilkan manfaat bersih yang signifikan tidak hanya bagi iklim, tetapi juga untuk komunitas yang terlibat dan keanekaragaman hayati di desa-desa mereka.

Proses validasi kepatuhan terhadap Standar CCB merupakan perjalanan panjang dan mencerminkan puncak dari upaya banyak individu dan organisasi. PRCF Indonesia ingin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat desa Tanjung, Nanga Betung, Sri Wangi, Nanga Jemah, dan Penepian Raya, instansi pemerintah Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, KPH Kapuas Hulu Selatan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat, Balai Perhutanan Sosial Banjarbaru, Partnership For Forests (P4F), Tropical Forest Conservation Act (TFCA) Kalimantan, Rimba Collective, Lestari Capital, The Landscapes and Livelihoods Group, PRCF International, pemangku kepentingan lainnya yang telah memberikan dukungan dan dorongan yang sangat berarti selama perjalanan ini.

Patroli HD
Patroli HD

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *