Bappeda Kapuas Hulu saat menerima rombongan PRCF Indonesia

Bappeda Kapuas Hulu Sambut Baik Program Konservasi Hutan

Bappeda Kapuas Hulu menyambut baik program konservasi hutan desa yang dilakukan PRCF Indonesia di empat desa, yakni Desa Nanga Betung, Nanga Jemah, Sriwangi dan Tanjung. Program tersebut hendaknya juga bisa didorong untu peningkatan SDM juga.

“Kami sangat menyambut baik program yang diinisiasi oleh LPHD dan PRCF. Konservasi hutan merupakan salah satu program menjadi perhatian Pemerintahan Kapuas Hulu. Program yang dijalankan PRCF tentunya sejalan dengan visi dan misi Bupati,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kapuas Hulu, H. Abang M. Nasir, S. Sos saat menerima audiensi rombongan PRCF Indonesia, di ruang kerjanya, Jumat (23/4/2021).

Rombongan PRCF tersebut adalah Imanul Huda, Ali Hayat, Iwan Supardi, Rio Afiat dan Yadi Purwanto. Kehadiran mereka bertemu Kepalda Bappeda dalam upaya melaporkan program konservasi hutan desa di empat desa tersebut.

Nasir juga menyinggung ada sejumlah perubahaan yang memiliki lahan konsesi tidak aktif dalam melakukan konservasi hutan. “Terkait perusahaan yang tidak aktif akan kami koordinasikan ke KPH untuk menyurati pemerintah pusat. Kalau aktif tentunya memberikan pengarush besar bagi masyarakat Kapuas Hulu,” katanya.

Dia juga menjelaskan soal Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kapuas Hulu yang masih di angka 65,69. “IPM Kapuas Hulu baru di angka 65,69. Jika ada program beasiswa dari program hutan desa sangat kami dukung, sekaligus mendukung visi misi Bupati yaitu meningkatkan kualitas SDM,” harap Nasir.

Bappeda Kapuas Hulu saat menerima rombongan PRCF Indonesia
Sekretaris Bappeda Kapuas Hulu, Indra Kumara saat menerima rombongan PRCF Indonesa

Di tempat sama, Sekretaris Bappeda Kapuas Hulu, Indra Kumara, S. Hut, M. Si juga amemberikan respons positif terhadap program yang dilakukan PRCF Indonesia. Program tersebut tentunya sangat dinantikan warga desa. “Dalam konteks peningkatan ekonomi desa, LPHD dan Bumdes harus disinergikan,” harapnya.

“LPHD dan Bumdes harus bersinergi, saling melengkapi. Apabila kedua lembaga di desa ini berjalan sinergi, tentu memberikan kekuatan lebih besar dalam mengimplementasikan program konservasi tersebut,” tambah Indra.

Dukungan Pemda

Direktur Eksekutif PRCF Indonesia, Imanusl Huda S Hut M Hut merasa senang Bappeda menyambut baik program konservasi yang siap dilaksanakan di empat desa tersebut. Dukungan Pemda sangat dibutuhkan untuk suksesnya program tersebut.

“Kita sangat senang, Bappeda menyambut baik program ini. Sebagai pertanggungjawaban PRCF, nanti kita akan memberikan laporan secara berkala. Dukungan Pemda Kapuas Hulu sangat dibutuhkan untuk suksesnya program ini,” kata Imanul.

Sebelumnya, PRCF dengan dukungan TFCA Kalimantan telah melakukan sosialisasi program di Desa Nanga Betung, Sriwangi, Nanga Jemah, dan terakhir di Desa Tanjung. Setelah melakukan sosialisasi, mereka kembali ke Pontianak. (ros)