Pj Gubernur Kalbar, dr Harisson M Kes, membuka secara resmi acara Monitoring dan Evaluasi Program Rimbak Pakai Kemuka Ari di Hotel Ibis Pontianak pada  Rabu, 29 Mei 2024. Acara yang digelar PRCF Indonesia ini juga dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalbar, Ir Adi Yani.

“Kalimantan Barat ini sangat kaya dengan sumber daya alam. Hutannya juga luas. Saya minta kekayaan alam ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin tanpa harus merusaknya,” kata Harisson di hadapan hadirin yang didominasi pengurus PRCF Internasional, PRCF Indonesia, perwakilan LPHD binaan PRCF, dan para tamu undangan.

Harisson menyoroti bahwa negara-negara di Eropa dan Amerika telah mengalami kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan. “Mereka sudah menghancurkan hutan dan dataran untuk membangun negara mereka. Sekarang kita yang harus belajar dari kesalahan mereka dan menjaga kelestarian hutan kita,” ujarnya.

Imanul Huda menyerahkan cendera mata ke Pj Gubernur Kalbar, Harisson
Pj Gubernur Kalbar, Harisson (tiga dari kiri) bersama Kadis LHK Kalbar, Adi Yani didampingi Imanul Huda dan perwakilan PRCF Internasional usai pembukaan Monitoring dan Evaluasi Program Rimbak Pakai Kemuka Ari di Hotel Ibis Pontianak, Rabu 29 Mei 2024

Ia juga mengingatkan tentang pentingnya menjaga ekosistem hutan agar tidak terjadi bencana seperti banjir yang sering melanda wilayah Kapuas Hulu. Banjir yang terjadi saat ini lebih cepat naik dan turun dibandingkan dulu. Ini  menunjukkan adanya perubahan lingkungan.

“Saya mengapresiasi program perhutanan sosial yang bertujuan untuk memanfaatkan hutan secara berkelanjutan, seperti produksi madu di Kapuas Hulu. Produk lokal seperti madu yang memiliki kualitas baik harus dikemas dan dipasarkan dengan cara yang efektif untuk meningkatkan pendapatan masyarakat,” pinta Harisson.

Pentingnya Akses Pendidikan

Harisson juga menyoroti pentingnya meningkatkan akses pendidikan tinggi. Ia menekankan perlunya mendekatkan perguruan tinggi ke daerah-daerah agar anak-anak tidak perlu pergi jauh dan biaya pendidikan menjadi lebih terjangkau. “Dengan mendekatkan perguruan tinggi ke daerah-daerah, kita dapat memastikan bahwa pendidikan tinggi lebih mudah diakses oleh masyarakat luas,” paparnya.

Mantan Sekda Kalbar ini menambahkan, perhutanan sosial dapat berperan mendukung akses pendidikan tinggi melalui program beasiswa dan kerja sama dengan perguruan tinggi. “Program beasiswa dan kerja sama dengan perguruan tinggi adalah salah satu cara agar anak-anak kita bisa mendapatkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan daerahnya,” tambahnya.

Harisson juga menyinggung tentang tanaman kratom yang potensial untuk dikembangkan namun perlu regulasi yang jelas agar tidak disalahgunakan. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga sumber daya alam Kalimantan Barat agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Jangan sampai kita merusak lingkungan kita sendiri. Kita harus memberikan pengertian kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,” tegas Harisson.

Sebelumnya, Manager Program Rimbak Pakai Kemuka Air, Ir Ali Hayat melaporkan bahwa programnya sudah berjalan dua tahun. Ia meminta seluruh peserta yang hadir memberikan penilaian dan kritik serta saran agar program yang dijalankan lebih maksimal.

Usai pidato Pj Gubernur, dilanjutkan pemberian cendera mata. Direktur PRCF Indonesia, Imanul Huda menyerahkan cendera mata ke Harisson, Adi Yani, serta perwakilan PRCF Internasional, Luis Fernando. (ros)