Rosadi Jamani

Hutan Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam dan kelangsungan hidup manusia (Nugroho et al., 2023). Namun, deforestasi dan perusakan hutan terus terjadi (Céspedes et al., 2023), sehingga diperlukan upaya pemulihan dan pelestarian hutan (Lapola et al., n.d.). Salah satu upaya penting adalah melalui kegiatan persemaian tanaman hutan (Clark & D’Amato, 2023).

Baru-baru ini, pada tanggal 20 – 24 Mei 2024, Lembaga Desa Pengelola Hutan (LDPH) Bukit Belang Desa Tanjung Kecamatan Mentebah Kabupaten Kapuas Hulu mengikuti Pelatihan Pembibitan Tanaman Hutan di Persemaian Permanen Nanga Pinoh KPH Melawi. Kegiatan ini didampingi oleh PRCF Indonesia. Di lokasi persemaian mereka mendapatkan materi pengenalan tanaman hutan, bibit tanaman hutan, praktik pengambilan benih dan bibit tanaman hutan, serta penyemaian benih tanaman hutan.

Persemaian tanaman hutan merupakan kegiatan awal yang krusial dalam upaya penanaman hutan (Gonçalves & Fonseca, 2023). Di sanalah bibit-bibit pohon yang berkualitas baik dipersiapkan untuk ditanam di hutan. Persemaian Permanen Nanga Pinoh dirasakan sangat penting karena selama ini banyak berkontribusi dalam program penanaman pohon terutama di bagian timur Kalimantn Barat.

Mengapa persemaian tanaman hutan penting?

Berikut beberapa alasannya:

  1. Menyediakan bibit berkualitas

Persemaian memungkinkan kontrol yang lebih baik terhadap kualitas bibit, mulai dari pemilihan benih, penyemaian, hingga pemeliharaan. Bibit yang berkualitas tinggi memiliki peluang hidup yang lebih tinggi dan akan tumbuh menjadi pohon yang sehat dan kuat.

  1. Mendukung keberlanjutan kehutanan

Dengan persemaian dapat memastikan ketersediaan bibit yang cukup untuk memenuhi kebutuhan penanaman hutan secara berkelanjutan. Hal ini penting untuk menjaga kelestarian hutan dan meminimalisir kerusakan lingkungan.

  1. Meningkatkan keanekaragaman hayati

Persemaian dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis pohon, termasuk spesies lokal yang terancam punah. Hal ini membantu meningkatkan keanekaragaman hayati hutan dan menciptakan ekosistem yang lebih seimbang.

  1. Mendorong partisipasi masyarakat

Kegiatan persemaian dapat melibatkan masyarakat lokal dalam upaya pelestarian hutan. Masyarakat dapat dilatih untuk melakukan pembibitan dan penanaman pohon, sehingga mereka mendapatkan manfaat ekonomi dan lingkungan dari hutan.

Pelatihan Pembibitan Tanaman Hutan yang dilakukan oleh LDPH Bukit Belang merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan hutan. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, LDPH Bukit Belang diharapkan dapat menghasilkan bibit berkualitas tinggi dan berkontribusi pada pelestarian hutan di wilayah mereka.

Referensi

Céspedes, J., Sylvester, J. M., Pérez-Marulanda, L., Paz-Garcia, P., Reymondin, L., Khodadadi, M., Tello, J. J., & Castro-Nunez, A. (2023). Has global deforestation accelerated due to the COVID-19 pandemic? Journal of Forestry Research, 34(4), 1153–1165. https://doi.org/10.1007/s11676-022-01561-7

Clark, P. W., & D’Amato, A. W. (2023). Seedbed not rescue effect buffer the role of extreme precipitation on temperate forest regeneration. Ecology, 104(3), 1–18. https://doi.org/10.1002/ecy.3926

Gonçalves, A. C., & Fonseca, T. F. (2023). Influence management and disturbances on the regeneration of forest stands. Frontiers in Forests and Global Change, 6(April), 1–16. https://doi.org/10.3389/ffgc.2023.1123215

Lapola, D. M., Pinho, P., Barlow, J., Aragão, L. E. O. C., Berenguer, E., Carmenta, R., Liddy, H. M., Seixas, H., Silva, C. V. J., & Celso, H. L. (n.d.). The drivers and impacts of Amazon forest degradation.

Nugroho, H. Y. S. H., Indrajaya, Y., Astana, S., Murniati, Suharti, S., Basuki, T. M., Yuwati, T. W., Putra, P. B., Narendra, B. H., Abdulah, L., Setyawati, T., Subarudi, Krisnawati, H., Purwanto, Saputra, M. H., Lisnawati, Y., Garsetiasih, R., Sawitri, R., Putri, I. A. S. L. P., … Rahmila, Y. I. (2023). A Chronicle of Indonesia’s Forest Management: A Long Step towards Environmental Sustainability and Community Welfare. Land, 12(6), 1–62. https://doi.org/10.3390/land12061238