Pada Kamis, 18 Januari 2024, PRCF Indonesia meluncurkan buku Rimba Pakai Pangidup Nanga Nanga. Banyak bertanya-tanya apa saja isi dari buku tersebut. Berikut ini resensinya:

Buku tersebut lebih banyak mengulas dari awal  Program Rimbak Pakai Pengidup di Desa Nanga Lauk Kecamatan Embaloh Hilir Kabupaten Kapuas Hulu. Rimbak Pakai Pangidup merupakan istilah yang diambil dari bahasa lokal warga Nanga Lauk, artinya hutan untuk kehidupan. Program ini diinisiasi oleh LPHD Lauk Bersatu bersama Yayasan PRCF Indonesia, telah berjalan sejak tahun 2019 untuk skema 25 tahun sampai dengan 2044.

Di dalam buku itu dijelaskan program ini menerapkan tiga pilar pengelolaan perhutanan sosial yakni tata Kelola kelembagaan, tata Kelola kawasan dan tata Kelola usaha.

  1. Tata Kelola kelembagaan: Penyusunan rencana kerja (RKPS-RKT); Penyusunan peraturan desa tentang pengelolaan sumber daya alam di hutan desa; Penyediaan sarana prasarana operasional seperti kantor, kendaraan operasional, peralatan perkantoran, insentif bulanan, biaya operasional; Peningkatan kapasitas SDM berupa pelatihan, studi banding, workshop; Pendampingan intensif; monitoring dan evaluasi.
  1. Tata Kelola kawasan: penandaan batas HD; penataan zonasi; patroli pengamanan; pendataan keanekaragaman hayati (menggunakan aplikasi SMART Patrol); rehabilitasi kawasan.
  2. Tata Kelola usaha: pemanfaatan HHBK madu, ikan, rotan, air bersih, damar dan jasa wisata (5 KUPS); fasilitasi izin produk dan legalitas kelompok (P-IRT, halal, SNI, akte pendirian KUPS); penyediaan modal usaha (pinjaman lunak); fasilitasi produksi dan pemasaran.
Rio Afiat
Manajer Program Rimbak Pakai Pangidup Nanga Lauk, Rio Afiat saat membedah buku di Hotel Mercure Pontianak

Buku Rimbak Pakai Pengidup-Nanga Lauk ini berisi tentang pengalaman LPHD Lauk Bersatu dalam mengimplementasikan program kerja di atas. Cerita sukses dan pembelajaran-pembelajaran dari proses perjalanan pengelolaan hutan desa ditulis dengan bahasa yang sederhana dan santai didukung dengan foto-foto kegiatan di lapangan.

Bedah Buku

Buku tersebut dibedah dalam Workshop Hasil Penulisan Buku Panduan Penyelenggaraan Program Imbal Jasa Ekosistem atau Payment for Ecosystem Services (PES) di Hotel Mercure Pontianak. Rio Afiat sebagai program manajer dari Program Rimbak Pakai Pangidup memaparkan isi buku itu di hadapan peserta workshop.

“Kisah yang ada di dalam buku itu diharapkan bisa menjadi motivasi dan inspirasi bagi siapapun yang membacanya, terutama para pengurus LPHD maupun lembaga pendamping,” harap Rio Afiat. (ros)